
Malam hari March langsung pulang kerumahnya dan berniat akan membersihkan badanya. Ketika dia membuka pintu kamarnya. March merasa terkejut dan lemas sehingga menjatuhkan jas yang ada ditangannya.
"Kamu kenapa?" tanya Celine menghampiri March dan menutup pintunya kembali.
March masih melongo dengan pemandanga didepanya dan menatap Celine dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Kamu tumben pake yang beginian" ucap March dengan terbata - bata.
"Emngnya ada yang salah?" tanya Celine bingung memperhatikan kembali pakaianya.
March langsung mengusap wajahnya dengan kasar. "Ngga ada, aku akan mandi dulu" ucapnya bergegas kekamar mandi.
"Kamu ngga mau duduk dulu disini?" goda Celine berusaha memancing March.
"Aku takut kewalahan, kamu pake baju yang biasa saja" titahnya dengan suara yang mulai berat.
"Astaga…" Celine menepuk jidatnya dan mendudukan dirinya disofa yang ada dikamar March.
"Aku sengaja pake baju ini malah suruh ganti, yaudah aku kebawah sekarang" Celine yang merasa malu langsung hendak turun kebawah dengan memakai blezer panjang yang dia bawa dari kamarnya.
"Ehh tunggu…" March langsung menghentikan Celine sebelum dia masuk kedalam kamar mandi.
"Jadi kamu udah maafin aku saat apa yang terjadi malam itu?" lanjutnya bertanya.
Celine melangkahkan kakinya menghampiri March "Kita mulai dari awal" bisik Celine ditelinga March dengan tanganya mengalung dileher suaminya, hingga membuat bulu kuduk March menegang.
"Kita akan memulainya?" tanya March memastikan.
Celine tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya merasa malu.
Tanpa pikir panjang, March langsung mencium bibir Celine dan membuka blezer yang Celine pakai. perlahan, dia mendorong Celine kekasur hingga tergeletak bersamanya.
……
Pagi hari, Celine terbangung dan perlahan membukakan matanya, dia merasakan sakit pada seluruh badanya. Celine mengingat kembali kejadian semalam dengan suaminya dia begitu malu karena telah menikmatinya.
"Morning sayang…" Sapa March setelah terbangun dengan suara seraknya.
Celine melihat kearah March yang baru terbangun juga. namun dia mendadak kesal saat kembali mengingat March pernah menjadi seorang cassanova.
"Berarti kamu dulu juga seperti ini sama cewe - cewe lain?" tanya Celine menyipitkan matanya dan menarik selimut menutupi dadanya yang sedikit terlihat.
"Itu kan dulu, sekarang udah ngga pernah lakuin lagi" jelas March.
"Kamu cemburu?" lanjutnya bertanya.
"Ngga ada, siapa yang cemburu. aku cuma nanyain doang" elak Celine dan akan segera membersihkan badanya.
"Heyy… ini masih pagi, kamu mau kemana?" tanya March menarik Celine kembali kedalam pelukannya.
"Aku mau ke toilet dulu" Jawab Celine memalingkan mukanya.
"Kita main sekali lagi…" bisik March menggoda istrinya.
"Ngga, Kamu main aja sama cewe - cewe kamu" ucap Celine dengan nada kesal.
__ADS_1
"Kamu kenapa, semalam ngga kaya gini. kenapa jadi bahas cewe lain" ucap March melepas pelukan Celine.
"Astaga sayang… kamu ngga usah cemburu, aku milik kamu seutuhnya. ngga akan ada orang lain yang merebutnya." lanjut March membujuk Celine agar tidak ada pertengkaran lagi.
"Bagaimana kalo ada cewe yang datang menemui kamu dan dia hamil, minta bertanggung jawab?" tanya Celine menatap March dengan dalam.
"Ngga akan ada, lagian juga ngga semua cewe aku cobain" jawab March dengan tertawa kecil.
"Ihh…" Celine memukul keras dada March.
"Jadi kita main sekali lagi?" tanya March kembali dengan memegang dadanya yang sakit kena pukulan Celine.
"Aku cape, besok aja ya..." ucap Celine memeluk March tanpa sehelai baju dari keduanya.
"Yaudah kamu tidur lagi" March mengusap ngusap kepala Celine yang berada di dadanya.
"Celine…" March memanggil lembut Celine.
"Hemmm…" jawab Celine dengan mata yang masih tertutup.
"Kita akan mengadakan pesta pernikahan kita kan?" tanya March dengan posisi yang masih memeluk Celine.
Celine langsung melepas pelukannya dan menatap dalam March.
"Tapi aku kan mau kuliah dulu…" tolak Celine yang masih tidak ingin ada yang tau tentang pernikahanya.
"Kuliah setelah nikah kan bisa…" March terus kekeh dengan keinginannya.
"Aku ingin dunia tau, kamu itu milik aku selamanya" lanjutnya lagi.
"Tapi…"
Celine terbiam dengan perubahan sikaf March kepadanya.
***
"Aku ikut kekantor kamu ya…" ucap Celine setelah sarapan bersama suaminya.
"Kamu mau ikut?" tanya March memastikan.
Celine menganggukkan kepalanya.
"Yaudah ayo…" March memberikan izin kepada Celine untuk ikut denganya.
Dengan bergegas, Celine langsung kekamar mandi untuk membersihkan badanya dan bersiap - siap ikut kekantor March.
Setelah beberapa jam, Celine dan March sampai diakntor march. March dan Celine berjalan menuju ruangannya untuk melihat tugas yang harus diselesaikan march hari ini.
"Kamu duduk aja disana, setelah semuanya datang. akan aku perkenalkan kamu" titah March menunjukan sofa yang ada didepan meja kerjanya.
"Gak papa kan kalo orang kantor tau?" tanya March meminta ijin terlebih dahulu.
"Gak papa…" jawab Celine tersenyum manis.
"Mana yang perlu ditanda tangani" tanya March setelah Jerry masuk kedalam ruangan ya.
__ADS_1
"Ini…" Jerry memberikan tumpukan berkas kepada March.
"Tumben nona Celine ikut…" tanya Jerry saat melihat istri bosnya yang sedang asik duduk disofa.
Celine tidak menyadari Jerry masuk kedalam ruangan suaminya. sehingga dia kaget mendengar suara Jerry. tanggapan Celine hanya tersenyum atas apa yang diucapkan Jerry kepadanya.
"Hari ini pak Evan ingin bertemu dengan mu. ada hal penting yang harus disampaikan" lanjut Jerry memberikan pesan yang pak Evan titipkan sewaktu tadi menelpon.
March menatap Jerry dengan tajam. "Mendadak banget…"
"Mana gw tau. kan dia yang memintanya" jawab Jerry memalingkan wajahnya.
"Gw ada acara keluarga. ngga bisa diundur lagi" tegas March. Celine hanya mendengar pembicaraan mereka.
"Tapi March ini…".
"Yaudah Lo temuin dia, dan gw ada acara keluarga yang sangat penting. bilang apaa yang mau disampaikan biar Lo yang beritahu gw nantinya" jelas March kekeh dengan keinginannya pergi dengan Celine.
"Satu lagi, kumpulkan semua karyawan kantor gw. gw akan kenalin istri gw sama mereka" lanjutnya sebelum Jerry keluar dari ruanganya.
"Lo ngga bisa besok aja acara keluarganya?" tanya Jerry memastikan kembali.
Tida ada jawaban dari March, Jerry kembali kemeja kerjanya dan melanjutkannya lagi. "Bos nyebelin…" umpat Jerry kesal.
"Lo kerja yang bener…" timpal March yang mendengar umpatan Jerry.
"Kamu temuin aja kelien kamu, nanti kita pergi setelah semuanya selesai" Titah Celine setelah Jerry meninggalkan ruangan nya.
"Biarkan Jerry yang menyelesaikan semuanya" ucap March dengan sibuk menandatangani berkas - berkas yang ada dihadapanya.
"Aku menunggu ini dari kemaren. Ngga bisa diundur lagi" lanjutnya dengan menatap Celine.
"Ngga ada yang berubah…" umpat Celine dan kembali melihat ponselnya. March tersenyum saat Celine masih inget tentangnya.
"Kalian kumpul dulu disini, bos kita akan memperkenalkan seseorang" teriak Jerry saat karyawan March telah kumpul.
"Dan beritahu semuanya untuk kumpul disini semuanya" lanjutnya lagi.
"Oke…" jawab serentak karyawan March.
"March, semua telah kumpul diruang kerja. Lo bersiaplah" ucap Jerry memasuki kembali ruangan March.
March pun mengenalkan istrinya dengan bangga pada karyawannya. agar semua cewe yang genit terhadapnya tau, kalo dia sudah beristri.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading gays....
Jangan lupa tinggalkan like, dan komen nya ya. agar tambah semangat untuk up nya🌹