Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Pulang Kerumah


__ADS_3

"Itu bukan tunangan gw".


Sebelum Celine melanjutkan kembali kata - katanya, March keburu memotong dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dulu.


"Dia mengaku tunangan aku. karena ngga suka dengan hubungan kita" jelas March.


"Tau sendiri kan gimana dulu hubungan kita" lanjutnya lagi.


Namun Celine masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan March, pasalnya perempuan itu sangat akrab dengan March.


"Yaudah lah…" Celine menghentikan penjelasan March. dia tidak ingin mendengarnya lagi.


"Kalian sedang ngapain, kenapa dikunci pintunya…"


Terdengar gedoran dan teriakan seorang wanita diluar ruangan Celine. dengan cepat, March langsung membuka kunci kamar Celine.


March membuka pintunya lebar - lebar dan tersenyum malu."Ehh… maaf mom March tadi sedang…".


"Alah siang - siang gini, emangnya ngga gerah" Mira memotong omongan March dengan sedikit bercanda.


"Ngga ada mah… tadi Celine abis ganti baju aja" elak Celine saat kedua mertua dan orang tuanya datang kembali kekamarnya. sedangkan Allena, dia hanya tersenyum geli melihat orang tuanya yang sedang bercanda.


"Kamu udah makan obatnya sayang?" tanya Glaretha menghampiri Celine.


"Udah mom…" jawabnya.


"Syukurlah..."


"Kamu ngga bisa kalau harus pulang sekarang?" tanya Glaretha yang ingin segera anaknya pulang dari rumah sakit.


"Ngga tau mom… tadi kata dokter pulangnya besok siang" jawab March sesuai apa yang dikatakan dokter.


"Coba mommy akan tanyain lagi kalo pulang sekarang…" Glaretha keluar dari ruangan Celine dan segera menemui dokternya.


***


"Kamu akan diperiksa dulu sama dokter, nanti akan membuat keputusanya" jelas Glaretha setelah menemui dokter meminta izin Celine pulang.


"Ohh yaudah…" gumam Mira saat mendengar jawaban Glaretha.


"Nona Celine boleh pulang sekarang" ucap dokter setelah selesai memeriksa Celine.


"Dengan syarat, nona harus banyak istirahat dan makan yang banyak" lanjutnya kembali agar kesehatan Celine kembali stabil.


"Iya dokter…" jawab March sebagai orang yang tinggal bersama Celine.


"Tapi dok… apa saya akan punya anak kembali?" tanya Celine saat dokter itu belum keluar dari ruangannya.


Dokter itu tersenyum saat mendapat pertanyaan dari Celine."Nona masih bisa kembali hamil lagi".

__ADS_1


March terbengong saat Celine menanyakan perihal anak kepada dokter. pasalnya, dia seperti akan membahas perceraian kembali kepada March.


Dan seketika March pun kembali tersenyum bahagia dengan melihat kearah Celine.


"Yaudah March kamu segera selesaikan pembayaran nya nak". Mira menyadarkan March dari lamunannya.


"Ohh… iya mah" jawab March tersadar dan langsung keluar ruangan.


"Kamu seneng nak?" tanya Glaretha melihat kearah Celine yang telah membaik.


Celine mengeluarkan senyum terbaiknya. dan menatap Glaretha. "Iya mom…"


"Kamu jangan pikirkan lagi masalah anak kamu ya… kamu akan punya anak kembali" Mira menghampiri Glaretha dan Celine dengan mengusap kepala Celine.


Mira begitu menyayangi celine, seperti anaknya sendiri begitupun dengan Anggara. papah dari March.


"Iya mah… aku akan berusaha mengiklaskanya" jawab Celine tersenyum ikhlas.


Setelah March membereskan administrasi dan membereskan barang barang Celine dan dirinya. mereka langsung meninggalkan rumah sakit dan menuju mobil.


"Biar March aja mom yang dorong Celine" March meminta mominya untuk mendorong istrinya dari kursi roda.


"Gak papa March, biar mommy yang dorong Celine". ujar Glaretha.


"Biar saya bantu tuan…" ucap salah satu satpam yang menjadi didepan pintu keluar rumah sakit.


"Ngga usah pak… biar saya aja" tolak sofan March.


***


"Dia kan lagi sakit juga" jawab Lyana dengan memasukan sendok kedalam mulutnya.


"Eh BTW dia ulah pulang belum ya dari rumah sakitnya?" tiba - tiba Evellyn mengingat sahabatnya dirawat dirumah sakit.


"Coba lu telpon aja".


"Yaudah gw telpon sekarang" Evellyn mengeluarkan ponselnya dan menelpon Celine.


"Celine Lo masih dirumah sakit?" tanya Evellyn saat tersambung dengan Celine.


"Gw baru pulang sekarang..."


"Syukurlah kalo udah pulang" Lyana dan Evellyn merasa lega saat Celine sudah merasa baikan dan bisa keluar dari rumah sakit.


"Iya... kalian dimana?" tanya Celine.


"Kita lagi makan siang…" jawab Lyana.


"Kita boleh kerumah lo ngga pulang sekolah?" lanjutnya bertanya.

__ADS_1


"Boleh... kalian ke rumah aja, sekalian nginep juga" celine menyuruh kedua sahabatnya menginap.


"Yaudah... Lo hati - hati ya dijalan nya" pesan Lyana sebelum menutup telponnya.


"Iya.."


"Celine kemana??... ko gak pernah kelihatan?"


Setelah Lyana mematikan ponselnya, Abian tiba - tiba menghampirinya dan menanyakan keberadaan Celine yang telah lama tidak melihatnya.


Lyana dan Evellyn terkejut saat Abian menghampirinya dan menanyakan keberadaan Celine. "Dia lagi pergi keluar kota" jawab Evellyn berusaha menutup - nutupi.


"Seriusan?" Abian memastikan ucapan Evellyn.


"Lo kenapa tanya - tanya soal Celine?" tanya Lyana melirik kearah Abian.


"Lo suka sama dia?" lanjutnya.


"Gw cuma nanyain dia doang. emng ngga boleh?" elak Abian.


"Ngga bakalan ada harapan lagi buat Lo Abian. Celine udah punya…"


"Celine Pindak rumah keluar kota"


Sebelum Evellyn melanjutkan kembali kata - katanya, Lyana memotngnya memberitahu Abian bahwa Celine telah mempunyai suami.


"Gw tau Celine udah punya suami. tapi setidaknya kan gw masih bisa nunggu janda nya dia" Abian langsung melanjutkan perkataan Evellyn dengan tersenyum misteri.


"Astaga… Lo kalo ngomong kaga dijaga banget ya" Lyana yang merasa emosi atas apa yang Abian ucapkan langsung memukul tanganya dengan keras.


"Ishh… astaga, gw cuma bercanda" Abian meringis kesakitan setelah tanganya dipukul.


"Lo kenapa jadi kaya gitu?" tanya Evellyn aneh yang biasa melihat Abian cool dan cuek menjadi seperti ini.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading gays...

__ADS_1


Berikan like, komen dan vote nya ya❤️


__ADS_2