
"Kamu yang sabar sayang…" Glaretha memeluk Celine dengan kembali menangis.
"Dimana anak aku mom…" Celine terus menanyakan keberadaan anaknya.
"Babby kamu sudah meninggal… kamu harus ikhlas ya sayang" jawab Glaretha dengan suara bergetar.
"Ngga… ngga mungkin, anak aku masih ada…" Celine terus menjerit saat mendengar jawaban dari ibunya.
"March dimana anak aku…?" tanya Celine kepada March saat melihat March yang terus terdiam membeku.
"Anak gw masih ada kan??" lanjutnya lagi.
"Maaf Celine… yang dikatakan mommy kamu itu bener" jawab March dengan tidak tega dan langsung menghampiri Celine.
"Ngga… ngga mungkin" Celine terus memberontak diperlukan March saat March memeluknya.
"Ini semua salah gw…" ucap Celine dengan terus menangis.
Suasana yang hening menjadi ramai setelah Celine mengetahui bahwa babbynya terlah meninggal dan diangkat dari rahimnya.
"Ngga ini bukan salah kamu… kamu jangan menyalahkan diri kamu seperti ini" ucap March memeluk Celine dengan erat.
"Kamu istirahat dulu ya… jangan seperti ini" March melepas pelukannya dan membenarkan rambut Celine yang berantakan.
Celine kembali membaringkan badannya dengan terus menangis. dan tidak lama dari itu, keluarga March datang.
Allena Revalina adik dari March langsung memeluk Celine yang sangat rindu karena sudah lama tidak bertemu lagi.
"Kaka baik - baik aja kan?" tanya Alena dengan menatap Celine.
Seketika Celine terdiam saat ada sosok perempuan asing yang memeluknya.
"Allena…" ucap Celine lirih.
"Kaka yang sehat ya…" ucap Alena dengan tersenyum.
Sebenernya dia sangat sedih saat mendengar Kaka iparnya mengalami keguguran. namun dia tidak ingin terlihat sedih dihadapan Celine.
Pasalnya Celine sudah menganggap Alena sebagai adik kandungnya. begitu juga dengan Allena terhadap Celine. meskipun March dan Celine sudah tidak ada hubungan lagi.
"Kaka ngga kangen sama aku…?" tanya Allena berusaha menghibur Celine yang terus saja menangis. Celine hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Alena.
"Kamu yang sabar ya nak…" ucap Mira orang tua March menghampiri Celine.
Celine menatap keluarga March dengan tatapan kosong. dia terus saja teringat dengan anaknya.
__ADS_1
Glaretha yang kesal terhadap March pun menyapa kedua orng tua March hanya sekedar. dan tidak ingin berlama lama. langsung keluar dari ruangan Celine.
"Kamu jangan seperti itu… mereka jauh - jauh datang kesini. tapi malah kamu abaikan seperti ini" Zeyn menasehati istrinya saat melihat perubahan sikaf istrinya.
"Tapi anak mereka yang telah membuat anak kita menjadi seperti ini" jawab Glaretha dengan emosi.
"Ini sudah takdirnya… kamu jangan menyalahkan March dalam masalah ini. siapa tau Celine yang menjadi sebab ini" ucap Zeyn yang masih mendengar Celine suka berkeluyuran.
"Jadi Daddy nyalahin anak kita dalam masalah ini?" tanya Glaretha semakin emosi.
"Kita tanyain ini baik - baik kepada celan dan March. jangan salah nilai" jawab Zeyn dan masuk kembali meninggalkan Glaretha sendirian diluar ruangan.
"Isshhhh…" Glaretha menginjakan kakinya kelantai dengan keras dan masuk kembali keruangan untuk menyapa besanya dengan benar.
"Mamah bawakan buah - buahan buat kamu… kamu makan ya," Mira menyajikan buah - buahan yang dibawakannya untuk Celine.
"Celine ngga mau makan. nanti aja" ucap Celine dengan pandangan yang kosong.
"Sayang kamu makan dulu biar cepet sembuh ya… kamu ngga boleh kaya gini terus.. kamu harus ikhlasin semuanya" Glaretha memberikan nasihat kepada anaknya. agar Celine mau makan dan cepat sembuh.
"Tapi mom…"
"Kamu makan ya… biar mommy suapin kamu" Glaretha meminta ijin kepada Mira untuk menyuapi anaknya dan Mira pun memberikan Piring berisi buah - buahan kepad Glaretha dengan tersenyum.
"Nih… kamu makan dari tadi pagi kamu belum makan" Glaretha menyodorkan garpu berisi buah kepada Celine. akhirnya Celine mau memakannya.
"Ngga masalah… ini semuanya sudah menjadi takdir tuhan " jawab Glaretha menatap kearah March dengan tersenyum.
"Maafkan mommy March, telah membentak mu" lanjutnya lagi.
"Ngga mom. mommy ngga usah minta maaf" March merasa tidak enak saat mertuanya meminta maaf.
"Mommy… mamah" ucap Celine yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"March tidak salah atas kejadian ini…" lanjutnya, namun terpotong oleh March.
"Aku yang ceroboh tidak menjaga Celine dan babbynya dengan benar".
March yang tau tujuan Celine akan membahas kemana. langsung dia memotongnya, karena jika Celine mengatakannya kedua orang tua dan besanya akan sangat kecewa besar.
"Tapi ini bukan salah kamu…" ucap Celine mulai mengingat kebodohannya.
"Malam itu Celine mabuk berat sehingga babnya menjadi lemah" lanjutnya kembali dengan memegang tangan ibunya.
Glaretha, Mira dan Alena membulatkan matanya saat Celine mengatakan yang sebenernya.
__ADS_1
"Kenapa kamu melakukan itu, kamu tau kamu sedang hamil kan?" tanya Glaretha yang mulai emosi kembali.
"Celine minta maaf mom, mamah" Celine melihat kearah Mira yang terdiam tidak menyangka.
"Kamu udah ya… jangan nangis lagi. ini sudah takdirnya dan bukan rezeki kita" March menenangkan kembali Celine mengusap - ngusap punggungnya.
"Aku minta maaf march…" Celine menatap March dengan penuh air mata.
"Ngga usah minta maaf, kamu istirahat jangan pikirkan ini lagi biar kamu cepet sembuh. kamu habis dioprasi kan.. ayo tidur" March menidurkan kembali Celine agar tidak terus teringat dengan kebodohannya.
"Babby kamu tidak akan bahagia disana jika kamu seperti ini terus. menurutkan untuk saat ini. sayangi babby kamu" lanjut March agar Celine mau menurut denganya.
Celine pun menurut apa yang dikatakan March. dan perlahan memejamkan matanya.
"Mommy, mamah. kalian bisa istirahat dulu dirumah, biar March sendiri yang jaga disini" March menyuruh mertua dan orang tuanya untuk istirahat dirumah karena hari sudah malam.
"Mommy disini aja jagain Celine juga.…"
"Mommy juga harus banyak istirahat. bagaimana Celine akan sembuh kalau mommy nanti sakit?" tanya March terus membujuk mertuanya.
"Mamah tidur dirumah aku aja. biar supir yang mengantarkan." lanjutnya dengan menatap adiknya.
"Alena disini aja"
March menatap tajam Alena saat Alena bilang akan tidur dirumah sakit.
"Yaudah kami pergi dulu, nanti pagi kesini lagi" Mira membenarkan kata - kata anaknya dan langsung pulang dengan menuntun Glaretha keluar dari ruangan Celine.
Setelah kedua orang tua dan mertuanya pergi untuk beristirahat. March duduk dihadapan Celine dengan melihat sekilas ponselnya dan menyelesaikan tugasnya yang belum terselesaikan tadi siang.
March pun tidak bisa menunjukan kesedihan kepada keluarganya saat babby nya meninggal. karena bagai mana pun juga, dia harus kuat untuk istrinya.
Selesai dengan pekerjaannya, March mencium kening Celine dan tidur dihadapan Celine dengan posisi duduk.
.
.
.
.
.
Berikan like komen dan vote juga ya.. agar semangat authornya🤗
__ADS_1
Jangan lupa tambahkan kefavorit juga buat selalu ada notif up nya ya🤗🤗