Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Susah Tidur


__ADS_3

"Tadi nona…"


"Antarkan saya kesana" March memotong pembicaraan supirnya dan langsung menaiki mobil.


Dengan bergegas, supir March langsung mengemudikan mobilnya menuju dimana dia menurunkan Celine tadi siang.


March sangat khawatir kepada Celine. pasalnya dia sedang mengandung yan sudah mulai membesar perutnya. perasaanya tidak karua memikirkan hal buruk akan terjadi pada Celine.


Dia tidak memberi tahu mertuanya atas hilangkan Celine, dia takut mertuanya akan marah kepadanya.


"Tadi disini saya menurunkannya tuan…" ucap supir itu ditempat dia menurunkan Celine.


March melihat sekeliling diluar sana. dia langsung turun mencari keberadaan Celine.


"Kemana dia jalan?" tanya March kepada supirnya yang sudah berada disamping dirinya.


"Saya kurang tau tuan,, karena nona Celine tadi menyuruh saya langsun pergi" jelasnya dengan menundukkan kepalanya.


"Kamu itu gimana si… udah tau dia hamil malah ditinggalin sendiri" Gerutuk March mulai emosi. supir itu terus menunjukan kepalanya karena takut dengan amarah March.


Sebenarnya supir itu mengetahui keberadaan March, namun Celine mengancam nya jika dia bilang keberadaan Celine kepada March, maka Celine akan bunuh diri dihadapanya.


"Kamu cari disana…" Titah March menunjuk kehotel yang ada disebrangnya.


Supir itu mematuhi perintah bosnya mencari dihotel yang ada disebelahnya. sedangkan March mencari hotel lain. ada beberapa hotel yang tidak jauh dari sana.


"Nona bagimana ini… tuan terus mencarimu" ucap supir itu setelah tersambung telpon nya dengan Celine.


"Kamu udah aja pulang, aku gak mau ketemu dia" jawab Celine disebrang sana dan langsung mematikan ponselnya.


"Tapi nona…" supir itu tidak melanjutkan kembali kata katanya setelah Celine menutup telponya.


"Kamu udah ketemu?" tanya March yang tiba - tiba datang dibelakangnya.


Supir itu langsung terdiam sejenak. "Tidak tuan".


March terus memperhatikan gerak gerik supirnya yang mencurigakan.


"Kamu mau saya pecat?" tiba - tiba March melontarkan pertanyaan yang mampu membuat supir itu mau jujur.


"Nona ada dihotel sana tuan" jawabnya dengan menunjukan hotel itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak ngasih tau saya dari tadi…" ucap March menekankan pertanyaanya yang mampu membuatnya kesal.


"Dari tadi saya tidak harus nyari seperti ini" lanjutnya kembali.


"Tapi nona Celine tidak mau ketemu dengan anda tuan" ucap supir itu menundukkan kepalanya.


"Yaudah ayo kita pulang".


March memasuki mobilnya untuk pulang kerumah. setidaknya dia tau dimana keberadaan istrinya dan dia baik - baik aja dengan babbynya.


Seketika supir itu terdiam tidak menyangka March akan mengajaknya pulang dan tidak ingin mengganggu istrinya juga.


"Kamu mau Disni terus?" tanya March membuka kaca mobilnya yang belakang.


"Ohh iya tuan"


🍀🍀🍀


Celine merasa tenang saat dirinya tidak bertemu dengan March. Namun dia tiba - tiba berfikir akan sampai kapan dirinya ada diposisi ya sekarang.


Dia menatap perutnya dan mengusap - ngusapnya. "Kita disini dulu sementara ya…" ucapnya.


Tidak lama dari itu, laptop Celine berbunyi. dia lupa untuk mematikan laptopnya, dia lihat laptopnya dan mommynya yang menelpon dei lewat laptop. mau tidak mau Celine menjawab telponya.


"Sayang kamu dimana??" tanya Glaretha dengan kahwatir.


"March terus mencarimu" lanjutnya.


"Ngapain dia nyariin Celine" ucap Celine lirih dengan kesal.


" Apa yang kamu bicarakan?" tanya Glaretha yang mendengar bisikan Celine.


"Ngga ada mom,,, iya nanti Celine pulang" Celine kembali berbohong agar ibunya tidak mengkhawatirkan lagi.


"Awas aja kalau kamu ngga pulang" ancam Glaretha dan langsung menutup telponya.


"Ngapain pula dia nyariin gw" ucap Celine dengan mematikan laptopnya.


Ia masih sangat kesal dengan March, sehingga masih belum mau bertemu dengan suaminya.


Saat tengah malam Celine sedang tidur, dia tiba - tiba merasakan mual sehingga terbangun. Celine langsung pergi kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.

__ADS_1


"Astaga kenapa muntah - muntah lagi…" ucap Celine merasa lemas.


Setelah merasa cukup dia kembali ketempat tidurnya, namun dia tidak bisa tertidur hingga pagi. mata Celine sangat sembab karena semalaman dia tidak tidur.


"Apa kamu baik - baik saja nona?" tanya salah satu pelayan saat Celine ingin mengambil sarapanya. pelayan itu merasa kasian dengan keadaan Celine yang sedang mengandung besar.


"Apa perlu saya panggilkan dokter?" lanjutnya kembali.


"Tidak masalah, saya baik - baik aja" jawab Celine mengambil sarapanya.


Celine pun menikmati sarapanya dengan santai sambil melihat ponselnya yang baru dia beli agar tidak ada yang menghubunginya lagi.


Setelah Celine selesai dengan sarapanya dan akan kembali kekamarnya. salah satu pelayan memanggilnya.


"Maaf nona… ada yang ingin bertemu dengan anda" ucapnya dengan menundukkan kepala.


"Bertemu dengan saya?" tanya Celine yang merasa bingung.


"Betul nona… Dia sedang menunggu didepan diresepsioni" ucapnya dengan mengijinkan diri mengundurkan diri untuk menyelesaikan kembali tugasnya.


Celine langsung kebawah untuk menemui seseorang yang ingin menemuinya.


Saat keluar dari lift, Celine melihat sesosok pria yang sangat dia kenali. ketika Celine bergegas kembali kekamarnya. pria itu keburu melihat dirinya dan memanggil nama nya.


"Celine tunggu…" ucapnya dengan memegang tangan Celine.


"Mau ngapain Lo kesiani?" tanya Celine.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terus beru dukunganya ya... agar up nya makin semangat🤗🤗🌹


__ADS_2