Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Calon pacar


__ADS_3

Sekian lama March dan Celine tidak kembali mengobrol lagi, ada kesempatan mereka mengobrolkan masa lalunya dengan saling jujur.


Celine tidak menyangka dirinya akan berjodoh dengan pria idamannya dari waktu dulu. namun dia sedikit kecewa dengan sikaf March yang sempat menjadi seorang cassanova.


Ditengah - tengah obrolan mereka. March mendapatkan telpon dari seseorang dan langsung meminta izin kepada Celine untuk mengangkatnya. "Aku angkat dulu sebentar ya".


Celine menganggukkan kepalanya.


"Dulu dia terang - terangan nelpon dihadapan gw." gumam Celine yang banyak perubahan dengan sikaf suaminya sebelum menikah.


Celine pun kembali fokus lagi apa yang dia tonton dengan cemilan dimeja yang telah disediakan.


"Aku akan pergi dulu ke kantor. ada urusan yang harus segera dikerjakan" March meminta izin kepada istrinya setelah dia menutup telponya.


"Dan akan sedikit terlambat juga pulangnya". lanjutnya kembali dengan mulai menaiki anak tangga. Celine hanya menganggukkan kepalanya.


"Mba tolong bawakan aku buah - buahan" Celine yang melihat pembantunya lewat meminta tolong mengambilkan buah - buahan..


"Iya nona… sebentar" jawabnya dengan terburu kedapur mengambilkannya.


"Kamu mau makanan apa?" tanya March setelah rapih dengan pakaianya menuruni anak tangga dan mendengar titahan Celine kepada pekerja rumahnya.


"Ngga ada, gw cuma pengen buah aja" jawabnya.


"Yaudah… aku pergi dulu ya" March pun berjalan keluar menuju tempat kerjanya yang lumayan cukup jauh dari rumahnya.


🍀🍀🍀


"Sepi banget ya ngga ada Celine" ucap Evellyn menahan dagunya dengan kedua tanganya.


"Ya mau gimana lagi… dia udah punya keluarga sendiri" ketus Lyana.


Lyana dan Evellyn yang berada disebuah mall merasa bosan karena salah satu dari sahabatnya tidak bisa diajak jalan seperti biasanya.


"Gw gak nyangka banget gila pak March itu suaminya Celine…" Evellyn yang masih tidak menyangka Celine dan March telah menikah pun terus dia ulang ulang kembali.


"Mungkin itu jodohnya… makanya mereka bisa menikah" Lyana sedikit menoyor kepada Evellyn yang merasa bosan karena terus - terus membicarakan pernikahan Celine dan March.


"Ish… kebiasaan ya lu" umpat Evellyn membenarkan rambutnya.


"Tapi Lo liat gak si. kalo si Celine itu ngga cinta sama pak March" lanjutnya kembali.


"Dia menjaga aja biar orang ngga ada yang tau. dirumahnya mungkin mereka sama - sama cinta. sampai si Celine bisa hamil gitu" jawab Lyana berusaha berfikir yang baik - baik tentang sahabatnya meskipun dia juga memikirkan apa yang Evellyn fikirkan.


"Astaga… pak March" Evellyn menutup mulutnya saat pak March ada dalam pantauanya.


"Mana…?" tanya Lyana yang juga penasaran...

__ADS_1


Evellyn menunjuk kearah March yang sedang berjalan dengan seorang wanita dan bapak - bapak yang sudah tua.


"Dia keliatan mesra banget ngga si sama cewenya?" tanya Evellyn yang terus memperhatikan gerak - gerik March yang mencurigakan.


"Mungkin dia rekan kerjanya" jawab Lyana berusaha tenang yang merasa takut sahabatnya akan dikhianati suaminya.


"Tapi…"


"Udah Lo jangan liatin terus…" Lyana memotong omongan Evellyn dan menutup mata Evellyn dengan tanganya.


"Ihh… lepasin tangan Lo" Evelyn melepaskan tangan Lyana dari matanya.


"Makanya Lo jangan mikir yang ngga - ngga tentang pernikahan Celine. nanti kalau beneran terjadi gimana?" tanya Lyana yang mulai merasa kesal atas pemikiran Evellyn.


"Ya habisnya emang mencurigakan" Evellyn menggaruk tengkuknya yang tidak merasa gatal.


"Kemana pak March?" lanjutnya saat tidak melihat keberadaan sosok March lagi.


"Ya ngga tau. kan gw ngga liatin dia terus" jawab Lyana ketus.


"Tapi bener kan ya… si Celine sama pak March itu kaya terpaksa menikahnya" lagi - lagi Evellyn mengulang perkataanya.


Namun kali ini Lyana tidak menanggapi pertanyaan Evellyn. dia hanya mulai pokus pada ponsel yang dia pegang.


"Ish…" karena merasa kesal. Evellyn pun membenarkan duduknya dengan cemberut dan membuka ponselnya.


"Emang dia ada dirumah?" tanya Lyana dengan tetap pokus terhadap ponselnya.


"Iya dia ada dirumah… coba lihat ini" Evellyn menunjukan instastory Celine yang berada dirumah.


"Yaudah… kita belikan dulu hadiah untuknya, sekalian bawa makanan" Lyana menyetujui Evellyn untuk kerumah Celine.


Mereka langsung bersiap membelikan hadiah dan membawakan sedikit buah - buahan untuk mereka bawa kerumah Celine.


"Apa kita belikan aja baju babby?" tanya Evellyn yang bingung mau memberikan hadiah apaan.


"Yaudah kita kesana" Lyana menunjukan tempat perlengkapan babby dan langsung menujunya.


Setelah beberapa jam memilih perlengakapan babby yang cocok untuk dijadikan hadiah kepada Celine. akhirnya Lyana dan Evellyn memutuskan untuk memberikan stroller kepada Celine.


"Iya makasih mas" Lyana berterima kasih kepada pelayan yang telah mengantarkan stroller nya kedalam mobil miliknya dan memberikan sedikit uang untuknya.


Lyana dan Evellyn pun langsung menancapkan gas mobilnya menuju rumah Celine dengan membawa stroller dan buah - buahan yang mereka beli.


"Lu udah kasih tau Celine kami akan kesana?" tanya Lyana yang sedang mengemudikan mobil.


"Ngga gw kasih tau... biar menjadi kejutan untuknya" jawab Evellyn dengan semangat.

__ADS_1


"Bagaimana kalau dia tiba - tiba pergi?" tanya Lyana kembali.


"Ehh… iyaa juga ya" Evellyn menepuk jidatnya dan mengeluarkan ponsel dari tasnya.


"Yaudah gw kabarin dulu aja" lanjutnya.


"Celine Lo ada dirumah?" tanya Evellyn saat tersambung dengan Celine.


"Yaudah gw kerumah lonsekarang ya…" jawab Evellyn setelah Celine menjawab dia berada dirumah sendirian dan langsung mematikan telponya.


"Evellyn Li jangan bilang sama celine dari kita ketemu March ya" Lyana yang tidak ingin menjadi beban pikiran Celine tentang suaminya pun memberitahu terlebih dahulu Evellyn.


"Emangnya kenapa?" tanya Evellyn dengan polosnya.


"Dia kan lagi hamil, gimana kalau nanti dia banyak fikiran, kasian kan babbynya. jadi setres juga dianya" jelas Lo Lyana dengan bijak.


"Ohh gitu…"


"Awas aja kalau lo sampai keceplosan" Lo Lyana menyipitkan matanya menatap tajam Evellyn.


"Iya… iya" Evellyn kembali memainkan ponselnya.


"Ehh… tapi bagaimana kalau Abian tau Celine istrinya pak March?" Evellyn yang tiba - tiba mengingat perjuangan Abian untuk Celine pun merasa khawatir.


"Dia kan udah tau Celine udah menikah" jawab Lyana mengingat kembali kejadian hari study tournya.


"Apa Abian juga tau pak March suaminya Celine?" Evellyn pun mengingat kembali raut wajah Abian yang merasa kecewa.


"Coba lo tanya sendiri sama si Iqbal calon pacar Lo itu" ketus Lyana dengan membawa nama Iqbal yang selalu berantem dengan Evellyn saat ketemu.


"Dih…" Evellyn memutar bola matanya malas.


.


.


.


.


.


.


Happy reading gays😘😘


semoga kalian makin suka dengan ceritanya🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2