
March terus mengungkapkan isi hatinya. untuk kali ini, dia tidak bisa menahan emosinya lagi. karena bukn tentang dirinya lagi melainkan tentang anaknya yang masih berada dalam kandungan istrinya.
Antara emosi dan merasa bersalah, Celine langsung terdiam mendengar ungkapan March selama menikah dengannya.
"Lo suruh gw jaga anak ini sedangkan Lo enak - enakan dengan wanita lain disana???... terus Lo bilang itu client cewe??" tanya Celine sinis.
"Client cewe ngapain diajak kekamar hotel, Hah?. terus Lo mau ngapain pesen kamar hotel dengan wanita lain??. kalau lo mau cerai sama gw, yaudah cerai aja sekarang. biar Lo bisa hidup bebas dan ngga mati - matian lagi jaga dia. gw juga bisa jaga dia sendiri tanpa pria seperti lo" lanjutnya kembali dan pergi keluar dari kamarnya dengan mata yang mulai berkaca - kaca.
"Celine…!!" March menarik tangan Celine dan mendudukanya keatss kasur.
"Lo udah dewasa… jadi bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. fikirkan masa depan anakmu... tarik kembali kata - katamu itu" lanjut March dengan menekankan semua kata - katanya yang diberikan kepada Celine.
March langsung meninggalkan Celine dan menaiki anak tangga masuk kedalam kamarnya.
Lagi - lagi March mampu menutup rapat mulut Celine dengan kata - katanya. Celine merenungi apa yang dikatakan March kepadanya ada benarnya juga. bagai mana jika nanti anaknya menanyakan keberadaan ayahnya.
"Aaaahhhhhh…" Celine memberantakan rambutnya emosi.
"Kenapa hidup gw seperti ini??.. Gw mencintai dia dan gw gak mau dia dengan orang lain.. tapi dia malah bentak gw" Ucap Celine dengan menangis histeris.
Pagi hari yang sangat buruk untuk Celine. dia langsung mengemasi pakaianya dan membawa keluar. Celine berniat beberapa hari ini dia akan menyewa hotel dulu. karena tidak mungkin jika dia harus tidur dirumah orang tuanya tanpa March.
Saat membuka pintu, dia melihat March yang sudah rapih dengan pakaian kantornya sedang sarapan.
"Punya masalah diselesaikan dirumah, bukan dibawa keluar" ucap March saat Celine melangkahkan kakinya.
"Apa yang perlu diselesaika lagi?... semuanya sudah beres. ceraikan gw dan nikah dengan wanita itu" ucap Celine dengan emosi.
March tersenyum kecil saat Celine mencemburuinya dengan wanita lain. lalu dia menghampiri Celine yang terus berjalan.
"Kamu ngga kesian sama anak kamu?" tanya March yang sudah berada dibelakang Celine.
"Gw bisa jaga dia sendirian. dan gw juga ngga butuh Lo" jawab Celine tegas.
"Kamu bilang kamu bisa ngurus dia. bagaimana kamu bisa ngurus dia sedangkan ngurus masalah sedikit pun langsung melebar dan meninggalkan masalah itu kerumah orng tua kamu. bagaimana kamu bisa mengurusnya sendirian?" tanya March dengan tersenyum sinis.
March berniat merubah sikafnya kepada Celine. agar istrinya bisa menghormati dirinya sebagai suami nya. dan dia pun sengaja berucap seperti agar Celine sadar dengan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan calon ibu untuk anaknya.
Namun tidak disangka oleh March, Celine tidak mendengarkannya dan langsung keluar rumah menuju hotel yang akan dia sewa.
"Astaga…" March tidak habis fikir dengan sikaf Celine, akhirnya dia melanjutkan kembali sarapanya dan akan segera pergi kekantornya.
March pergi kekantor dengan tenang. karena dia sudah yakin bahwa Celine akan kerumah orang tuanya.
"Lo kenapa??" tanya Jerry sebagai sekertaris sekaligus sahabat March.
"Ngga biasanya kaya, ngga profesional dalam menjelaskan kontark kita" lanjutnya Kemabli merasa kesal karena melihat March yang tidak fokus.
"Ini masalah pribadi gw. jadi Lo gak usah ikut campur" jawab March yang terus memikirkan omongan Celine yang ingin cerai dengannya.
"Ya seharusnya Lo itu profesional bro... ini meeteng penting" saran Jerry.
__ADS_1
"Yaudah ini udah terjadi. ngga bisa diulang lagi" ucap March dengan meninggalkan Jerry menuju kembali ke kantornya.
"Keras kepala…" ucap Jerry yang jengkel dengan sikaf March yang mulai kambuh.
Akhirnya Jerry pun mengikuti March untuk kembali kekantornya menyelesaikan tugasnya hari ini.
"Mom apa Celine ada kesana?" tanya March saat sambungan telponya sudah sudah diangkat oleh mertuanya.
"Ngga ada March. Celine ngga ada kesini hari ini" ucap Glaretha disebrang sana.
"Ohh... yaudah mom, makasih" March langsung mematikan telponnya.
"Lo kenapa?" tanya Jerry yang sedang menyetir mobil March.
"Eh… gw mau nanya sesuatu sama Lo" lanjut Jerry setelah mengingat Celine malam tadi.
"Apa?" jawab March ketus.
"Lo udah nikah?" tanya jeri dengan menyipitkan matanya sembari mengemudi mobil.
March langsung melihat kearah Jerry dengan bingung. asalnya kedua sahabat March pun tidak mengetahui pernikahan March dengan Celine.
"Kata siapa Lo?" March balik bertanya dengan menaikan sebelah alisnya
"Lo inget perempuan semalam yang Lo tolong?" tanya Jerry.
"Kenapa?"
Jerry dan Rayan tidak mengetahui kalau Celine adalah mantan March dulunya.
March pura - pura tidak mendengar ucapan sahabatnya. karena dia sudah berjanji tidak akan ngasih tau sahabatnya juga kalau dia sudah menikah.
"March…" Jerry meneriaki March yang pura - pura tidak mendengarnya.
"Apaan si lo…" March menutup telinganya dengan kesal.
"Gw tanya ya... kaga ada jawaban" Gerutuk Jerry kesal.
"Biar gw tanyain sama Tante Mira (orang tua March)" lanjutnya lagi mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Ya gw udah nikah sama dia…" jawab March dengan terpaksa
"Astaga…" Jerry langsung menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Seriusan Lo?" lanjutnya.
"Buruan jalan. gw udah telat" bentak March tidak ingin memperpanjang membahas pernikahanya.
Jerry langsung menjalankan kembali mobilnya.
🍀🍀🍀
__ADS_1
Celine telah sampai dikamar hotel yang dia pesan. tidak ada seorang pun yang tau keberadaan Celine. dia ingin menenangkan dirinya tanpa gangguan orang lain.
"Apa gw matiin aja ponselnya biar gak ada yang nyariin gw…" fikir Celine saat melihat ponselnya yang tergeletak diatas kasur.
"Astaga…" geram Celine saat mommy nya menelpon.
"Iya mom…?" tanya Celine saat menempelkan ponselnya diteling.
"Sayang kamu lagi dimana?" tanya Glaretha disebrang sana.
"Aku lagi dirumah mom" jawab Celine berbohong.
"Tadi suami kamu nelpon sama mommy kamu ngga ada dirumah" Glaretha menanyakan keberadaan Celine saat menantunya menelpon tidak ada istrinya dirumahnya.
"Celine baru pulang mom. jadi mommy ngga usah khawatirnya Celine" bohong Celine kepada ibunya.
"Ohh... yaudah kalau begitu. kamu telpon aja suami kamu" titah Glaretha dan langsung menutup telponya.
Celine langsung menon aktifkan ponselnya agar tidak ada orang yang menghubunginya lagi.
"Akhirnya..." ucap Celine melempar ponselnya keatas kasur.
"Cari aja sampai kau mati. gw kesel sama Lo" geram Celine saat mengingat March.
Tidak lama dari itu. Celine memejamkan matanya untuk beristirahat karena kepalanya yang masih pusing akibat dari mabuknya yang berat semalam.
***
Setelah seharian March bekerja dikantornya dan mengontrol sekolahnya, dia pun pulang kerumahnya untuk beristirahat.
"Dimana Celine?" tanyanya kepada pelayan dirumahnya.
"Nona tidak ada dirumah dari tadi tuan" jawabnya dengan menundukkan kepalanya.
March langsung kaget. karena tadi mertuanya bilang Celine sudah ada dirumah. dia langsung masuk kedalam kamar Celine. tidak menemukan seorang pun disana.
" Gw telpon aja teman - temanya" March mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Lyana dan Evellyn.
Beberapa menit setelah menelpon kedua sahabat istrinya dia tidak ada dirumah mereka, March langsung keluar menanyakan kepada supir dimana keberadaan Celine.
"Dimana Celine tadi turun?" tanya March kepada supir yang selalu mengantarkan Celine dengan nada bicara yang mulai meninggi.
.
.
.
.
Terus dukung cerita nya kalau kalian suka🤗🤗🌹
__ADS_1