Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
pagi itu


__ADS_3

Di season sebelumnya (aku di cintai oleh guruku) di ceritakan bahwa ada seorang siswi SMU kelas 2 yang tiba-tiba di lamar oleh gurunya sendiri. Siswi itu bernama Aina Putri dan sang guru bernama Chandra


Lamaran dadakan itu pun berujung pada sebuah pernikahan. Namun dalam perjalanan pernikahan mereka, ada suatu kejadian yang menyebabkan Ai keguguran dan juga sempat hilang ingatan. Lalu bagaimanakah perjalanan cinta mereka selanjutnya.. Yuk kita mulai baca..😉


****


Setelah terjadi insiden panggung tersebut, terjadi perang dingin antara pak Rudi dengan Alya. Mereka sama sekali seperti air dan minyak yang susah sekali untuk bersatu.


Sementara aku dan pak Chandra menjalani hari seperti biasanya dan aku pun masih dengan kerja sambilanku


Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk kuliah di jurusan Bahasa dan sekarang kuliahku memasuki tingkat Tiga atau lebih tepatnya semester lima. Aku juga bertemu dengan pasangan yang hampir sama sekali tidak punya masalah. Ya, mereka adalah Nara dan Gilang. Maka jadilah kami tiga serangkai.


Pagi ini, pak Chandra pergi ke sekolah seperti biasa sedangkan aku masih enggan bangun karena semalam pak Chandra meminta Jatah.


“Ish.. Laki-laki kalau sudah ingin, tidak bisa ditunda ya?!” gumamku sambil hendak bangun dari tempat tidur.


Setelah itu, aku pun mandi dan sarapan lalu aku pergi kuliah.


“Bi.., aku berangkat kuliah dulu ya, bi.” Ucapku berpamitan


“Hati-hati di jalan, Ai.” Ucap bi Ina


“Iya, bi.” Sahutku


Sesampainya di kampus, aku langsung menemui Nara dan gilang.


“Hai, Nar...!!” sapaku


“Tumben kamu datang kesiangan?” goda Nara


“Iya, aku lagi mager (malas gerak) banget nih.” Sahutku

__ADS_1


“Mager kenapa kamu, Ai?” ucap Nara


‘Pletak’ kepala Nara dipukul gilang


“Apaan sih kamu, Lang? Kenapa kamu pukul kepalaku?” ucap Nara


“Nara, sampai kapan kamu tuh tidak peka seperti itu?!” Ucap Gilang


“Memang aku tidak peka dimananya sih, Lang?” ucap Nara


“Hadeuh... Kenapa kok aku bisa suka dengan cewek seperti ini sih?!” gumam gilang sambil geleng-geleng


Aku yang melihat tingkah mereka pun Cuma tersenyum.


“Andaikan pak Chandra ada di sini..” gumamku dalam hati


Lalu tiba-tiba dari kejauhan terlihat seseorang yang sangat mirip sekali dengan pak Chandra


Setelah selesai ngobrol-ngobrol sebentar, kelas pun dimulai. Namun saat sedang berjalan menuju kelas, tiba-tiba..


“Bruk..” aku bertabrakan dengan seseorang


“Maaf..” ucap orang itu


“Oh ya, tidak apa-apa kok.” Sahutku sambil tersenyum


Aku kemudian melanjutkan jalanku ke kelas.


“Siapa tadi?” bisik Nara


“Aku tidak tahu.” Jawabku singkat

__ADS_1


“Mungkin siswa baru atau mungkin juga dosen baru. Tapi yang pasti orang baru.” Ucap Gilang mencoba menebak


“Oh.. Bisa jadi.” Ucap Nara


Setelah beberapa saat, kami pun sampai di kelas. Dosen yang akan mengajar kami pun tidak kujung datang. Sontak seisi kelas menjadi berisik seperti pasar


Namun, di saat yang bersamaan, sang dosen yang ditunggu pun datang. Hal ini membuat seisi kelas menjadi diam


“Tolong perhatian semuanya, nama saya adalah Lutfi Iskandar. Saya adalah dosen baru di kampus ini.” Ucapnya


“Lha itu kan tadi yang tabrakan denganku?!” gumamku lirih


“Mari sekarang kita mulai pelajaran mata kuliah kita.” Ucapnya lagi


Setelah itu, kami pun memulai pelajaran mata kuliah kami


“Eh Ai, dosen baru itu kan yang tadi tabrakan sama kamu.” Ucap nara dan aku pun mengangguk


“Waduh.. Buju buset.. Ternyata memang benar ya kalau dunia itu selebar daun kelor. Sempit banget.” Ucap Nara saat pelajaran usai dan aku pun tersenyum sambil menggelengkan-gelengkan kepala


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Lanjut👇


__ADS_2