
Hari ini hari dimana pak Rudi akan melangsungkan lamaran. Semua orang yang tau tentang rencana ini pun menjadi tegang.
Sementara aku bertugas mengajak mba Alya
“Hallo Mba Alya, hari ini kan hari libur, mba mau ga temenin aku ke taman bermain?” tanyaku lewat telpon
“Emang Chandranya kemana?” tanya mba Alya
“Ga tahu tuh. Tau-tau udah pergi dari tadi pagi.” Ucapku yang dibuat seolah-olah sedang kesal
“Kok kita sama ya Ai. Kakak kamu tuh, si Rudi, katanya hari ini juga ga mau di ganggu.” Ucap mba Alya kesal
“Ya udah klo gitu kita happy fun aja sendiri. Gimana?” ucapku
“Ok klo gitu.. Kita berangkat dari rumah kamu aja gimana?” tanya mba Alya
“Ok mba, aku tunggu dirumah ya mba.” Sahutku
“Ok..” ucap mba Alya dan telponpun di tutup
Setelah menunggu beberapa saat, mba Alyapun sampai
“Gimana? Sudah siap?” tanya mba Alya
“Siip. Sudah siap mba.” Ucapku
“Bi, aku pergi sama mba Alya dulu ya.” Pamitku ke bi Ina
“Iya hati-hati ya Ai.” Ucap bi Ina dan akupun mengangguk dan langsung berangkat
Sesampainya di taman bermain, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menghampiri kami
“Kakak, ada orang tadi yang menyuruhku memberikan ini ke kakak.” Ucap anak itu
__ADS_1
“Terimakasih ya dek.” Ucap mba Alya dan anak kecil itu mengangguk lalu pergi
“Ini apa ya Ai?” tanya mba Alya yang menerima sebuah amplop
“Ga tahu mba. Coba buka aja.” Ucapku dan mba Alyapun membukanya
Ternyata isinya sebuah surat.. Dan isinya adalah
‘Datanglah ke seorang badut yang berwarna biru itu.’
“Badut? Mana ada badut warna biru?” gumam mba Alya
“Oh disana mba..!” ucapku sambil menunjuk badut yang diam-diam sudah memberi isyarat padaku
Lalu kamipun mendekati badut itu. Dan badut itupun langsung memberikan sebuah surat lagi untuk mba Alya yang isinya..
‘Datanglah ke sebuah toko bunga..’
“Sekarang toko bunga ya?! Trus mana toko bunganya?” ucap mba Alya sambil tengok kanan kiri
“Oh iya. Ayo kita kesana.” Ajak mba Alya yang kelihatan sangat penasaran dan akupun mengangguk
Sesampainya di toko bunga, mba Alya langsung disambut oleh si penjual bunga
“Dengan mba Alya ya?!” tanya penjual itu memastikan
“Iya itu saya.” Ucap mba Alya
“Oh ini ada seikat bunga mawar untuk mba. Tadi ada orang yang menyuruh saya memberikan bunga ini untuk mba.” Ucap si penjual
“Oh terimakasih.” Ucap mba Alya
Setelah dilihat-lihat, ternyata bunga itu ada suratnya juga. Dan isi suratnya meminta agar mba Alya melihat tanda panah yang ada didepan toko bunga.
__ADS_1
Setelah mengetahui itu, mba Alya langsung menelusuri setiap pesan yang tersirat di setiap pos tanda panah itu.
Dan akhirnya, tibalah kami di tanda panah yang terakhir. Disana tersimpan pesan agar kami pergi menuju bianglala.
Setelah mengetahui instruksi itu, kamipun menuju bianglala. Disana aku memberi kode kepada pak Chandra bahwa kami sudah berada di arena bianglala.
Setelah beberapa saat, terdapat sebuah poster besar yang tiba-tiba saja terpampang jelas
Poster itu berisikan...
“I love u Alya.. Will u merried with me?”
Setelah mba Alya membaca itu, pak Rudipun hadir dan akupun mundur menjauh dari mereka berdua
“Al, mau ga kamu menjadi istriku dan juga menjadi ibu dari anak-anakku?” tanya pak Rudi sambil jongkok dan menyodorkan sebuah cincin pada mba Alya
“Trima.. Trima..Trima..” ucap semua orang yang ada ditaman bermain itu.
“Aku.. Aku.. Aku bersedia.” Jawab mba Alya malu-malu
“Terima kasih Al.” Ucap pak Rudi yang langsung memakaikan cincin ke jari mba Alya dan mencium kening mba Alya
Melihat itu, sontak seluruh pengunjung taman hiburan itupun bertepuk tangan
Sementara aku dan pak Chandra memilih untuk naik ke bianglala itu.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan coment nya ya..🙏