Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
cemburu


__ADS_3

Keesokan harinya, sesuai dengan yang dikatakan oleh pak Lutfi. Dia akan tetap menungguku walaupun aku datang atau tidak. Namun akhirnya aku putuskan untuk datang menghampirinya


“Pak, sudah lama nunggunya?” tanyaku


“Oh Ai, kamu akhirnya datang juga.” Ucap pak Lutfi


“Ada apa, pak? Apa yang sebenarnya mau bapak bicarakan dengan saya?” tanyaku


“Oh itu, hmm... saya cuma ingin mengenal kamu lebih jauh, boleh?” ucap pak Lutfi


“Maksudnya?” ucapku sedikit bingung


“Maksudnya, aku ingin berteman dekat dengan kamu. Apa kamu keberatan?” tanya pak Lutfi


“Oo...” ucapku singkat


“Atau jangan-jangan apa nanti ada yang marah?” tanya pak Lutfi


“Entahlah. Tidak jelas.” Jawabku


“Tidak jelas..? Tidak jelas gimana maksud kamu?” tanya pak Lutfi bingung


“Tidak jelas.. Ya.. tidak jelas. Gimana ya menjelaskannya?!” ucapku jadi bingung sendiri


“Sudah.. Sudah.. tidak usah dipusingin. Intinya gini.. Kamu sudah punya pacar belum?” tanya pak Lutfi


“Pacar? Aku sih tidak punya tapi..” ucapanku tiba-tiba terpotong oleh kedatangan seseorang


“Hai kalian..!! Asyik benar. Lagi ngobrolin apa? Ikutan donk.” Ucap Pak Chandra yang tiba-tiba datang dan duduk di antara kami berdua.


“Hai Chan, ngapain kamu bisa ada disini?” tanya pak Lutfi


“Lha memangnya aku tidak boleh datang ke sini ya?” ucap pak Chandra

__ADS_1


“Bukan tidak boleh, Chan. Tapi...” ucapan pak Lutfi terhenti


“Tapi apa?” tanya pak Chandra


“Tapi aku inginnya bicara berdua saja sama Ai.” Bisik pak Lutfi


“What..? Tidak boleh..!!” ucap pak Chandra tegas


“Ayo Ai, kita pulang sekarang.” Ucap pak Chandra sambil menarik tanganku dan meninggalkan pak Lutfi sendirian


Ketika sudah sampai di mobil, pak Chandra langsung menyuruhku masuk


“Mas.. mas tidak kenapa-kenapa kan?” tanyaku


“Ai, aku.. Aku ternyata tidak bisa lihat kamu berduaan saja sama cowo’ lain.” Ucap pak Chandra serius


“Mas cemburu?” tanyaku


“Iya Ai.” Jawab pak Chandra dan aku pun tersenyum


“Tadinya aku berusaha untuk memberikan kamu kebebasan selama kamu jujur. Tapi sekarang, ternyata aku tidak bisa biarkan kamu seperti itu.” Jelas pak Chandra


“Aku terlalu sayang dan juga cemburu sama kamu.” Lanjutnya lirih


“Mas, ya sudah. Jika mas tidak mau aku ketemu berdua saja sama pak Lutfi, gimana kalau pak Lutfi suruh main ke rumah kita saja? Jadi mas kan juga bisa ikutan ngobrol ma kita.” Ucapku


“Ya sudah kaya begitu saja. Pokoknya aku tidak mau lihat kamu berduaan saja sama si Lutfi itu.” Ucap pak Chandra emosi


“Iya.. Iya..” sahutku sambil mengelus-ngelus pundak pak Chandra


Setelah ngobrol seperti itu, kami langsung pulang ke rumah.


Sementara itu, pak Lutfi masih duduk di bangku taman dan memikirkan yang barusan saja terjadi.

__ADS_1


“Ai.. Ai.. Kenapa aku susah sekali sih ingin bicara sama kamu?!" Gumam pak Lutfi


Saat kami sampai di rumah, ternyata ada yang sudah menunggu kami. Dia adalah pak Rudi


“Hai Rud, sudah lama?” tanya pak Chandra


“Tidak kok. Barusan.” Jawab pak Rudi


“Oh..” sahut pak Chandra


“Kamu mau curhat sama Ai?” tanya pak Chandra


“Iya. Di ijinkan tidak?” tanya pak Rudi


“Ok. Tapi dengan satu syarat.” Ucap pak Chandra


“Apa itu, Chan?” tanya pak Rudi


“Kamu boleh curhat tapi jangan sampai Ai stres. Ok ?!” ucap pak Chandra


“Ok.. Siip..” jawab pak Rudi mantap


.


.


.


.


Bersambung..


Kira-kira gimana kelanjutan kisahnya ya?

__ADS_1


Di tunggu aja next..


Jangan lupa comen dan likenya..🙏


__ADS_2