
Setelah mendapatkan donor darah dari bi Ina, akupun akhirnya selamat. Dan anak-anakku sehat.
Namun ternyata, sehari sebelum aku melahirkan, mba Alya sudah melahirkan terlebih dahulu.
Mendengar aku melahirkan, Nara yang usia kandungannya memasuki 4 bulan lebih ini langsung datang menengokku.
“Ai, selamat ya. Kamu mempunyai anak-anak yang cantik dan juga tampan.” Ucap Nara
“Terimakasih Nar.” Ucapku lirih karena masih terasa sakit dan susah bergerak
“Ai, gimana keadaan kamu sekarang? Apa udah bisa bergerak miring ke kanan dan juga ke kiri?” tanya Gilang
“Masih susah lang. Masih berat dan juga sakit.” Ucapku
“Ga apa-apa Ai. Latihan sedikit-sedikit. Jangan buru-buru.” Ucap Gilang
“Iya lang. Makasih.” Ucapku
“O ya sayang, Alya kemarin juga sudah melahirkan lho.” Ucap pak Chandra memberitahu
“Benarkah kak?” tanyaku
“Iya.” Sahut pak Chandra singkat
Dan tak selang berapa lama, yang sedang dibicarakanpun datang.
“Hai Sayangku, Ai. Selamat ya sayang.” Ucap mba Alya
“Makasih mba. Mba juga selamat ya.” Ucapku yang juga memberikan selamat
“Anak-anakmu tampan dan juga cantik Ai.” Ucap pak Rudi
“Makasih kak. Anak kakak juga tampan.” Ucapku
Lalu kamipun bersenda gurau tanpa beban
***********************************
__ADS_1
Lima bulan kemudian...
Kini tiba giliran Nara yang melahirkan. Ternyata anak Nara berjenis kelamin perempuan. Anak ini dilahirkan secara normal oleh Nara
“Hai Nar, selamat ya atas kelahiran putri kecilnya.” Ucapku
“Terimakasih Ai.” Ucap Nara
“Putrimu cantik Nar.” Ucap mba Alya
“Trimakasih mba.” Ucap Nara
“Oh ya Ai, mba Alya, pak Chandra dan pak Rudi, kalian udah pada tau belum klo pak Lutfi sebentar lagi bakalan nikah?!” Tanya Nara
“Apa?” ucap kami berempat bebarengan
“Kok si lutfi ga pernah bilang ke kita ya Rud?!” ucap pak Chandra
“Tau tuh. Gue sendiri ga tahu.” Sahut pak Rudi kesal
“Itu sih gosipnya. Maka dari itu, aku tanya ke kalian, apa kalian tau klo pak Lutfi mau nikah?! Masalahnya mahasiswa dikampus ada yang mergokin pak Lutfi lagi pesen kartu undangan.” Jelas Nara
“Iya kan lang?” lanjut Nara fan gilangpun mengangguk
“Ya udah, besok klo aku ketemu dia dikampus, aku bakalan tanya deh.” Ucap pak Chandra
***********************************
Ke esokan harinya, pak Chandra bertemu dengan pak Lutfi
“Hai Lut, lo ngapain buru-buru begini?” tanya pak Chandra heran
“Sori Chan, gue ga bisa jelasin sekarang. Gue ada urusan. Gue jalan duluan ya.” Ucap pak lutfi yang langsung aja pergi ninggalin pak Chandra
“Ya.. Gue malah ditinggal pergi?! Belum juga ngomong.” Gumam pak Chandra
“Ya udahlah.. Klo gitu aku pulang aja deh.” Lanjutnya bergumam
__ADS_1
Sesampainya dirumah, pak Chandra disambut dengan kehebohan anak-anaknya dan juga aku
“Hadeuh... Apa begini ya rasanya punya anak. Suasana rumah selalu aja ramai?!” gumam pak Chandra
“Eh ayah udah pulang...” ucapku yang sedang mendorong dua kereta bayi
“Eh anak-anakku... Sini ayah pingin lihat kalian.” Ucapnya memanggil anak-anaknya dan akupun mendekatkan anak-anaknya ke pak Chandra
“Hallo Alvaro dan Diandra. Tampan dan juga cantik sekali sih kalian.” Ucap pak Chandra
“Ya jelas dong yah. Kami ini tampan dan juga cantik. Siapa dulu ayah dan bundanya?!” ucapku mewakili anak-anak dan pak Chandrapun tersenyum
“Eh ya kak, aku lupa nih nama anaknya mba Alya dan juga Nara. Kakak masih ingat ga?” tanyaku
“Oh.. Klo ga salah sih nama anaknya Nara dan Gilang itu, Silvia. Sedangkan nama anaknya Alya dan Rudi itu, Azka.” Ucap pak Chandra yang mencoba mengingat-ngingat kembali.
“Oh.. Terus tadi kakak ketemu pak Lutfi?” tanyaku lagi
“Ketemu, tapi dianya buru-buru pergi. Aku ga tahu tuh ada apa sama orang itu.” Ucap pak Chandra
“Ya udahlah kak, ga usah dipikirin. Nanti klo emang beneran nikah kan juga bakalan kasih kartu undangan.” Ucapku
“iya. Ya udah, aku ganti baju dulu ya. Dagh anak-anak. Ayah ganti baju dulu ya. Setelah itu kita main bareng-bareng.” pamit pak Chandra
“Iya ayah.” Sahutku mewakili anak-anak
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan comen nya ya..🙏
__ADS_1