
Hari ini, sudah hampir satu bulan lamanya aku koma. Pak Chandrapun dengan setia selalu mendampingiku.
Namun disaat itu, pak Chandra sedang ingin ke toilet. Mau tidak mau dia meninggalkanku sendirian.
Dan pada saat itu, datang seseorang yang berpakaian seperti suster hendak menyuntikan suatu obat ke selang infusku yang bisa membuatku menjadi koma selamanya. Namun betapa beruntungnya aku, pada saat itu, datang pak Lutfi.
“Kamu, apa yang sedang kamu lakukan?” tanya pak Lutfi
“Itu, saya sedang membenarkan selang infus ibu Ai.” Jelasnya
“Oh begitu.” Jawab pak lutfi yang sedikit curiga
“Klo begitu, saya pamit dulu.” Ucapnya seperti sedang ketakutan dam langsung pergi
Tak selang berapa lama, pak Chandra datang.
“Chan, lo tungguin Ai. Jangan kemana-mana. Ok.” Ucap pak lutfi buru-buru keluar dan membuat pak Chandra bingung
Setelah mengikuti beberapa saat, akhirnya pak Lutfi mendengar suatu percakapan
“Bos, misi kali ini gagal. Aku tidak berhasil menyuntikkan obat itu ke dalam selang infus Ai.” Ucap suster itu yang ternyata telah direkam oleh pak Lutfi
“Bagaimana sih kamu ini? Kenapa bisa gagal hah?” ucap orang yang dipanggil bos itu di sebrang telpon
“Iya maaf bos. Lain kali saya tidak akan gagal lagi.” Ucap suster itu
“Ya udah, saya kasih kamu kesempatan satu kali lagi. Tapi kali ini jangan sampai gagal lagi.” Ucap bos itu.
__ADS_1
“Iya, saya usahakan, besok saya tidak akan gagal lagi.” Sahut suster itu
“Saya pegang omonganmu itu.” Ucap bos itu dan langsung menutup telpon itu
Setelah mendapat rekaman itu, pak Lutfipun langsung pergi menemui pak Chandra dan memberikan rekaman itu kepada pak Chandra
“Ternyata kecelakaan tempo hari itu bukanlah kecelakaan, melainkan ada yang ingin mencelakakan Ai.” Ucap pak Chandra
“Iya betul Chan. Dalam hal ini, gue sih curiga sama satu orang, yaitu lucy. Bukannya tempo hari dia juga sempat mencari masalah dengan Ai?!” ucap pak Lutfi
“Benar juga lut. Lalu sebaiknya kita harus bagaimana? Coba klo Ai sadar, mungkin dia bisa kasih saran untuk mengungkapkan ini semua.” Gumam pak Chandra
“Lebih baik kita bicarakan ini bersama yang lainnya. Siapa tau aja mereka punya ide.” Ucap pak Lutfi dan pak Chandrapun mengangguk
“Gue serahkan ke lo aja. Gue akan nungguin Ai disini.” Ucap pak Chandra
“Ai, siapa orang yang tega berbuat seperti ini padamu sayang?!” gumam pak Chandra sambil mengelus rambutku
Sementara itu, pak Lutfi sedang mengumpulkan teman-teman
Setelah menunggu beberapa saat, merakapun akhirnya berkumpul semua
“Ada apa lut lo ngumpulin kita semua disini?” tanya pak Rudi
“Begini semuanya, aku ngumpulin kalian di sini itu karena mau kalian mendengarkan ini.” Ucap pak Lutfi uang langsung memperdengarkan rekaman yang dia rekam tadi
Setelah beberapa saat mereka mendengarkan rekaman itu, akhirnya mereka tau klo kejadian tabrakan itu bukanlah kecelakaan melainkan ada yang menginginkan Ai celaka.
__ADS_1
“Kalo begitu, kita harus mencari tau siapa bos yang dia maksud.” Ucap pak Rudi
“Betul itu pak. Tapi bagaimana caranya?” tanya Nara
“Dengan jebakan. Ya aku ingat terakhir kali Ai menangkap basah si pembuat teror. waktu itu dia memakai cara jebakan.” Ucap pak Rudi
“Iya benar. Aku juga ingat kejadian waktu itu. Gimana klo kita jebak saja si suster itu?!” ucap Nara
“Tumben istri gue ini pinter.” Celetuk Gilang
“Ah lang, lo kok gitu begitu banget sama istri sendiri.” Ucap Nara sewot
“Sudah.. Sudah... Benar kata Nara. Kita harus buat siasat agar bisa menangkap basah suster itu dan mengancamnya agar memberitahu kita siapa bosnya.” Ucap Tika
“Tapi bagaimana caranya Tika?” Tanya pak Lutfi
“Serahkan semuanya ke aku. Kalian tinggal ikuti aja instruksi dari aku.” Ucap Tika dan kami semua mengangguk
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa comek dan lukanya ya. ..🙏