Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
terciduk 1


__ADS_3

Setelah suster itu seorang diri duduk, pak Rudi menghampiri suster itu.


“Bagaimana? Mana rekamannya?” tanya pak Rudi


“Ini pak. Saya mohon, jangan laporkan saya kepolisi.” Ucap suster itu memohon


“Baik, asal kamu mau jadi saksi kami.” Ucap pak Rudi


“tapi pak, saya..” ucapannya terpotong


“Itu terserah padamu. Tapi yang pasti, dengan bukti ini, kami pun bisa menangkap orang itu.” Ucap pak Rudi


“Baik pak. Saya akan menjadi saksi dan uang ini juga akan saya serahkan kepada pihak polisi sebagai bukti.” Ucap suster itu


“Bagus. Saya mewakili teman-teman saya dan juga Ai, mengucapkan banyak terimakasih atas bantuanmu kepada kami.” Ucap pak Rudi


“Saya juga mengucapkan terimakasih pada kalian karena telah menggagalkan perbuatan saya itu. Jika tidak, saya akan benar-benar menjadi seorang pembunuh dan akan menanggung penyesalan seumur hidup saya.” Ucap suster itu


“Dan ini nomor telpon saya. Jika suatu saat nanti bapak membutuhkan saya sebagai saksi. Bapak bisa menghubungi saya.” Tambah suster itu


“Baiklah. Saya ucapkan terimakasih sekali lagi.” Ucap pak Rudi


Setelah mendapatkan bukti dan juga saksi, akhirnya pak Rudi berkumpul lagi dengan yang lainnya untuk menentukan langkah selanjutnya.


“Sekarang rencana kita selanjutnya apa?” tanya pak Rudi ketika semua sudah berkumpul


“Sekarang kita harus tau gerak gerik orang ini. Tapi yang jadi masalah orang itu siapa?” tanya Nara


“Dari alasan yang dia bilang, aku hanya kepikiran satu orang.” Ucap pak Lutfi

__ADS_1


“Ya, dia adalah Lucy. Aku yakin itu.” Ucap Tika


“Nah sekarang klo kita sudah yakin dengan siapa orang itu, kenapa ga kita langsung datangi aja rumahnya.” Ucap pak Rudi


“Jangan dulu. Nama yang tadi aku bilang, walo yakin, tapi masih sebatas dugaan. Kita ga boleh begitu saja sembarang menuduh orang tanpa bukti.” Ucap Tika


“Lalu sekarang harus bagaimana?” tanya Alya


“Mba Nar, diantara kita bertiga, perempuan yang ada disini, mba’ lah yang hampir mirip dengan Mba Ai, umurnya pun hampir sama dan kebiasaan mba Ai pun, mba pasti tau semua.” Ucap Tika


“Iya. Lalu kenapa dengan itu semua?” tanya Nara


“Berpura-puralah jadi mba Ai dan datanglah kerumah Lucy. Serta bawalah perekam suara di dalam tas. Jika dia ketakutan, berarti dialah dibalik ini semua. Gimana? Berani?” tanya Tika


“Hmm.. Baiklah. Demi Ai. Aku akan melakukannya.” Ucap Nara


“Baiklah. Aku percaya pada kalian.” Ucap Nara


Setelah mereka berdiskusi seperti itu, mereka pun akhirnya pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan kondisi badan.


Keesokan harinya, sesuai dengan rencana mereka, Nara akhirnya datang kerumah lucy dengan memakai pakaian Ai dan berdandan seperti Ai.


‘tok.. tok.. tok..’ Nara mengetuk rumah Lucy


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya yang punya rumahpun membukakan pintu


“Ai??” ucap orang itu terkejut yang tak lain adalah lucy


“Lucy, apa kabar?” tanya Ai alias Nara

__ADS_1


“Kamu.. Kamu masih hidup?” tanya Lucy panik


“Iya.. Kenapa juga aku harus mati?” ucap Ai alias Nara


“Tapi.. Tapi bagaimana mungkin?!” ucapnya ga percaya


“Apanya yang ga mungkin Lus?” tanya Ai alias Nara lagi


“Ga mungkin ini kamu. Bukannya kamu sudah mati?” ucap Lucy


“Apa maksud kamu lus?” ucap Ai alias Nara yang pura-pura ga tahu


“Bukannya kemarin suster itu udah buat kamu mati?” ucao Lucy panik


“Ish kamu ini. Gue ga ngerti deh dari tadi kamu itu ngomong apa?” ucap Ai alias Nara


“Ga.. Ga mungkin. Ga mungkin lo masih hidup.” Ucapnya kekeh


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like dan coment ya..🙏

__ADS_1


__ADS_2