
Setelah kami mendekat, ternyata siswi itu sedang...
“Wow...” Teriak mba Alya ga percaya
“Ststtst..” ucapku sambil menutup mulut mba Alya dan bersembunyi lagi
“Sori.. Sori...” ucapnya
“Trus tadi tuh bocah ngapain pegang-pegang tangan suamimu. Sambil nangis segala lagi.” Ucap Mba Alya emosi
“Ststtst.. Dia lagi nembak kakak.” Ucapku
“Apa?” ucapnya ga percaya
“Ststtst.. Mba..!!” ucapku
“Ups.. Sori.. Sori...” ucapnya sambil menutup mulutnya sendiri
“Trus kenapa kita disini? Kenapa kita ga menangkap basah mereka aja.” Ucap mba Alya
“Nanti kita akan lakukan disaat yang tepat. Tapi nanti saat kita masuk, lebih baik kita pura-pura ga tau. Ok mba.” Pintaku
“Siip..!” ucap mba Alya dan kamipun kembali mendengarkan apa yang sedang mereka katakan
Di saat yang bersamaan, Siswi tersebut memohon cintanya pak Chandra sampe pake acara ngancam segala lagi.
“Pak, pokoknya klo sampe bapak ga ngakuin anak ini, saya akan melaporkan bapak ke pihak sekolah.” Ancam siswi itu
“Terserah kamu. Saya ga takut.” Ucap pak Chandra
__ADS_1
# Flash back
Di dalam ruangan pak Chandra, ternyata pak Chandra bukannya lupa dengan janjinya menjemputku. namun di saat dia hendak menjemputku, ternyata dia dimintai tolong untuk menggantikan mengajar di kelas yang gurunya tidak masuk
Saat bel berbunyi, dia bergegas menuju gerbang. Namun aku tidak ada. Lalu dia putuskan untuk menelponku. Tapi karena kesal, hp aku matikan.
Setelah mengetahui bahwa aku tidak bisa dihubungi, diapun bergegas keruangannya untuk beres-beres dan pulang. Namun saat sedang buru-buru, seorang siswi masuk ke ruangannya begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Begitu dia masuk dia langsung menangis dan pak Chandrapun bingung.
“Kamu siapa? Kamu dari kelas mana? Dan kenapa kamu menangis?” tanya pak Chandra bingung
“Pak, pokoknya bapak harus bertanggung jawab atas anak dalam kandunganku dan juga diriku. Karena bapak sudah menghancurkan masa depanku.” Ucap Siswi itu
“Saya ga ngerti maksud kamu? Anak? Anak apa? Dan apa maksud kamu menghancurkan masa depan kamu?” tanya pak Chandra bingung
“Pak, bapak tega melakukan itu pada saya. Sekarang saya sedang hamil anak bapak.” Jelasnya sambil memegang tangan pak Chandra
“Wow...” teriak mba Alya saat itu.
“Apa? Ga mungkin. Saya aja baru tau kamu tuh sekarang. Gimana kamu bisa bilang klo kamu hamil anak saya?!” ucap pak Chandra agak emosi
“Pak, pokoknya klo sampe bapak ga ngakuin anak ini, saya akan melaporkan bapak ke pihak sekolah.” Ancam siswi itu
“Terserah kamu. Saya ga takut.” Ucap pak Chandra
# Flasback off
Disaat sedang adu mulut seperti itu, kamipun masuk. Dan tentunya pura-pura ga tahu.
“Ada apa Chan?” tanya mba Alya dan aku hanya menatap pak Chandra dengan tatapan tajam
__ADS_1
“Oh ini Al, tadi dia bilang klo dia ini sedang hamil anakku.” Jelas pak Chandra
“Benarkah itu?” tanya mba Alya ke siswi itu
“Be.. Benar.. Tentu saja benar.” Jawab siswi itu agak terbatah-batah
“Oh begitu ya?! Kamu masih ingat sama aku. Tadi kita sempat bertemu bukan di koridor sekolah? Dan aku menanyakan ruangannya bu Alya.” Ucapku.
“Mba? Mba yang tadi itu ya?” tanyanya
“Iya. Baguslah klo kamu ingat. O ya, tadi pak Chandra bilang klo kamu hamil anaknya pak Chandra. Apa betul itu?” tanyaku
“Iya.” Jawabnya
“Baiklah, kebetulan aku tadi kesini bawa test pack ini. Bisa kita cek sekarang?” Ucapku datar
“Itu...” ucap siswi itu terputus.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
Kira-kira kanjutannya gimana ya?
Jangan lupa like dan comen nya..🙏