Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
mulai ada...


__ADS_3

Setelah melihatku pergi, pak Lutfipun masih duduk terdiam dan berusaha mencerna kembali apa yang aku omongin


Namun, pak lutfipun masih tidak bisa menemukan caranya.


“Haizz... Ternyata perasaan ini lebih sulit dari pelajaran bahasa asing.” Gumam pak Lutfi


“Ya sudahlah... Lebih baik ke toko buku ajalah.” Gumamnya lagi


Sesampainya di toko buku, pak Lutfipun segera menuju ketempat buku-buku yang ia cari. Namun tiba-tiba...


‘Bruk..’ lagi-lagi pak lutfi bertabrakan dengan seorang gadis dan menyebabkan gadis itu terjatuh


“Maaf.. Maaf... Saya tidak sengaja.” Ucap pak lutfi sambil membantu gadis itu berdiri.


“kamu ga apa-apa?” tanya pak lutfi merasa bersalah


“Ga... Ga apa-apa.” Jawabnya sambil tertunduk merapikan bajunya


“Tika?!” ucap pak lutfi terkejut


“Pak Lutfi?” ucapan terkejut yang sama yang dikeluarkan oleh Tika


Akhirnya setelah mengatakan hal yang sama, merekapun sama-sama tertawa.


“Ternyata kita ini cukup berjodoh juga ya pak?!” ucap Tika yang tak sengaja telah mengingatkan kembali pak Lutfi denganku


Perubahan ekspresi itu ternyata dapat dilihat dengan Jelas oleh Tika.


“Pak, bapak kenapa? Apa saya tadi udah mengatakan hal yang menyinggung bapak?” tanya tika merasa bersalah


“Oh.. Ga apa-apa kok. Kamu ga salah ngomong kok.” Ucap pak Lutfi

__ADS_1


“Lalu kenapa bapak terlihat murung?” tanya Tika serius


Melihat gadis dihadapannya begitu serius khawatir padanya, akhirnya pak Lutfipun tersenyum


“Sudah.. Sudah.. Aku ga apa-apa. Cuma ada sedikit masalah aja.” Ucap pak Lutfi


“Oo...” sahut tika singkat


“Oh ya, kamu lagi cari buku apa?” tanya pak Lutfi kemudian


“Oh, ini pak. Saya lagi cari buku tentang kumpulan soal-soal ujian tahun sebelumnya. Kan sebentar lagi aku bakalan ngadepin soal ujian.” Jelasnya


“Hmm... Setelah lulus kamu bakalan nerusin kuliah ga?” tanya pak lutfi lagi


“Rencananya sih iya. Tapi aku masih belum putusin mau kuliah dimana?!” jawab Tika.


“Oh.. Aku boleh rekomendasiin ga ?” ucap pak Lutfi


“Boleh. Dimana?” tanya Tika


“Oh pak chandra ternyata dosen juga ya?” ucap Tika terkejut


“Iya. Dia disana juga dosen.” Jawab pak Lutfi


“Ya udah, nanti saya coba lihat dulu. Apa nilai saya bisa masuk sana atau ga.” Sahut Tika


“Ya baiklah..” ucap pak Lutfi


Disaat yang bersamaan, baru hari ke dua tidak bertemu Alya, pak Rudi merasa klo hari-harinya merasa ada yang kurang.


“Kenapa bisa galau begini sih?” gumam pak Rudi

__ADS_1


“Jangan-jangan yang dikatakan Ai waktu itu benar klo aku ternyata masih suka sama Alya?!” gumamnya lagi


“Ah.. Ga mungkin.. Ga mungkin..” sanggahnya dalam hati.


“Tapi aku kok ngerasain ini?” gerutunya lagi


‘Argh... Pusing..’ teriaknya


Ketika pak Rudi sedang teriak seperti itu, pak Chandra lewat.


“Lo kenapa Rud?” tanya pak Chandra tiba-tiba.


“Eh lo Chan, gue lagi bingung nih. Gue kok merasa ada yang hilang ya semenjak gue ga pernah digangguin ma Alya lagi?!” tanyanya bingung sendiri


“Hehehe.... Berhasil juga si Ai buat lo jadi tahu perasaan lo sendiri.” Ucap Pak Chandra


“Ah apa emang begitu Chan?” ucap pak Rudi masih ga percaya


“Iya. Emang begitu. Masa’ lo masih ga mau ngakuin juga. Selamat ya bro.” Ucap Pak Chandra sambil tersenyum dan pergi ninggalin pak Rudi yang masih bengong


“Masa’ Iya?!” gumamnya dalam hati sambil membereskan meja kerjanya


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan Coment ya...🙏


__ADS_2