
“Kenapa? Ga apa-apa jujur aja.” Ucapku
“Karena aku suka banget sama pak Chandra. Aku ga bisa lupain wajahnya.” Jelas siswi itu jujur
“Nah.. Sekarang setelah tau klo pak Chandra udah punya istri dan istrinya seperti aku. Apa kamu masih berani suka sama pak Chandra dibelakang ku ?” ucapku sinis
“Aku.. Aku.. Aku ga berani bu. Maafin aku bu.” Ucapnya
“Ya udah klo begitu, mending sekarang kamu pulang aja.” Ucapku dan merekapun mengangguk lalu pulang
Dan disisi lain, pak Chandra, pak Rudi, dan mba Alya hanya bisa diam melihatku
“Haizz.. Kalian kenapa?” tanyaku
“Serem..” ucap pak Rudi
“Apanya yang serem kak?” tanyaku
“Kamu klo lagi marah serem. Kaya mau mangsa orang aja.” Ucap pak Rudi
“Masa’ sih?!” tanyaku dan pak Rudipun mengangguk
“Oh ya pak, aku kesini mau ngasih undangan ini buat kakak.” Ucapku sambil memberikan undangan dari Nara
“Undangan? Siapa yang nikah Ai?” tanya pak Rudi
“Nara kak.” Ucapku
“O ya udah nanti aku datang.” Ucap pak Rudi
“Eh tunggu dulu kak. Nara juga berpesan klo kakak datangnya harus bawa pasangan.” Ucapku
“Apa?” ucapnya terkejut
“Kenapa kak?” tanyaku bingung
“Kenapa harus bawa pasangan sih?” protesnya
“Emang kenapa? Bukannya ada mba Alya. Ajak aja mba Alya.” Ucapku sambil melihat mba Alya
“Ga mau.” Sahut mereka bebarengan
__ADS_1
“Ish.. Kompak. Ya udahlah kak. Sehari ini. Ga tiap hari. Klo sampe kakak ga datang, nanti Nara kecewa lho.” Ucapku
“Tapi..” Ucapan pak Rudi terpotong
“Ga ada tapi-tapian. Pokoknya harus.” Ucapku
“Ya udahlah.. Aku pulang dulu. Ayo kak. Aku udah lapar nih.” Ajakku ke pak Chandra
“Ayo.” Sahut pak Chandra meninggalkan mereka berduaan
“O ya, tolong kunci ya ruangan gue klo kalian pergi.” Teriak pak Chandra
***********************************
“Eh sayang kamu tau dari mana klo siswi tadi bohong?” tanya pak Chandra di perjalanan
“Ya tau lah. Waktu sebelum ketemu kakak, aku kan bertemu dia dulu. Dan kebetulan saat itu dia punya rencana pingin nembak kakak.” Jelasku
“oh ternyata begitu.” Ucap Pak Chandra
Setelah beberap saat, kamipun sampai di rumah. Dan akupun langsung ke dapur.
“Bi, bibi udah makan belum?” tanyaku
“Kita makan yuk. Aku laper banget nih.” Sahutku dan bibipun mengangguk
Setelah beberapa saat, kamipun makan.
Beberapa hari kemudian...
Hari ini adalah hari pernikahan Nara. Sebagai sahabat, aku di minta jadi saksi mereka berdua. Proses ijan Qabul pun berlangsung hikmat.
Setelah semua proses berjalan lancar, kini tiba saatnya untuk pesta pernikahan. Tapi aku datang terlambat karena harus menemani Nara
Di ruangan yang lain, pak Chandra sedang mengobrol-ngobrol dengan orang tua Nara.
Disaat yang bersamaan, datang pak Rudi dan juga pak Lutfi
“Hai Rud, Alya mana?” tanya pak Chandra
“Tadi katanya mau ketemu sama pengantin perempuannya dulu.” Jawab pak Rudi
__ADS_1
“Lha istri lo mana Chan?” tanya pak Rudi
“Istri gue juga sama, lagi diruangannya pengantin perempuan.” Jawab pak Chandra
“Oh..” ucap pak Rudi
“Lha lut, pasangan lo mana?” tanya pak Chandra yang sengaja nanya begitu
“Pasangan gue ga bisa ikut. Katanya dia sendiri lagi ada urusan katanya.” Jawab pak lutfi yang sebenarnya pak Chandra tau persis dengan apa yang dimaksud pak Lutfi
Tak selang berapa lama, aku, nara dan juga Mba Alya keluar.
“Hai Chan, istri lo makin cantik aja. Gue jadi makin cinta ma dia.” Ucap pak Rudi
‘pletak..’ kepala pak Rudi di pukul pak Chandra
“Awas lo ya klo berani-berani deketin istri gue.” Ucap pak Chandra sambil berjalan kearahku
“Istri? Yang lo maksud istrinya Chandra yang mana Rud?” tanya pak Lutfi curiga
“Itu.. Yang di sebelah kiri mempelai perempuan.” Jawab pak Rudi
“Lha itu kan Ai. Bukannya dia sepupunya Chandra?” tanya pak Lutfi ga percaya
“ Sepupu dari mananya sih? Dia itu istrinya. Mereka tuh udah nikah tiga tahun.” Jelas pak Rudi
“Apa...??” ucap pak Lutfi terkejut
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira gimana ya kelanjutan kisahnya?
Tunggu di next ya..
__ADS_1
Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏