
Sudah beberapa hari aku koma dan masih belum juga ada perkembangan
Pak Chandra sangat terlihat putus asa melihat aku seperti ini. Begitupun teman-teman.
Mereka bergantian menjengukku di rumah sakit.
“Chan, lebih baik lo istirahat dulu di rumah. Biar gue ma Alya yang nungguin Ai di sini.” Ucap pak Rudi
“Gue ga bisa dan gue ga mau Rud. Gue kepikiran dia terus.” Ucap pak Chandra
“Tapi badan lo ini juga butuh istirahat Chan. Klo lo sakit gimana? Lo ga mau kan waktu Ai sadar nanti, dia lihat lo sakit dan badan lo juga jadi kurus?!” Ucap pak Rudi
“Tapi Rud..” ucap pak Chandra
“Ga ada tapi-tapian lagi Chan. Mending lo sekarang istirahat di rumah. Masalah Ai, biar kami yang tungguin dia di sini.” Ucap pak Rudi
“Udah sana pulang istirahat.” Paksa pak Rudi
“Ya udah... Gue pulang ya Rud. Titip Ai. Ntar klo ada apa-apa, jangan lupa hubungi gue.” Ucap pak Chandra pasrah
“Iya Chan. Lo tenang aja.” Ucap pak Rudi
Setelah mendengar ucapan pak Rudi, pak Chandrapun akhirnya pulang untuk istirahat
Sesampainya dirumah, pak Chandra hanya termenung dipinggir tempat tidur yang biasa kami tiduri.
“Ai.. Kapan kamu akan kembali ke rumah ini sayang? Aku sangat merindukanmu.” Gumam pak Chandra sambil melihat fotoku.
__ADS_1
Tak selang berapa lama, pak Chandrapun tertidur. Disaat dia sedang tidur, dia memimpikan aku
“Kak, bangun kak.” Ucapku dalam mimpi pak Chandra
Mendengar suaraku. Pak Chandra seperti terbangun dari tidur, padahal tidak
“Ai..?? Kamu sudah sembuh sayang?” tanya pak Chandra yang memegangi tanganku di dalam mimpinya
“Belum kak. Aku masih sakit. Tapi aku berusaha datang kesini untuk menemui kakak agar supaya kakak menjadi lebih tenang lagi.” Ucapku yang masih dalam mimpi pak Chandra
“Ai, gimana aku bisa tenang klo kamu masih sakit?” ucap pak Chandra lirih
“Kak, wlopun aku masih sakit, aku kan sekarang berusaha datang menemui kakak. Klo kakak seperti ini, aku jadi sedih lho kak. Nanti yang ada aku malah ga sembuh-sembuh karena melihat kakak seperti ini.” Ucapku
“Tapi sayang..” ucapan pak Chandra kupotong
“Ya udah. Tapi kamu harus janji. Kamu harus cepat sembuh.” Ucap pak Chandra dan akupun mengangguk
Setelah mengatakan begitu, pak Chandra benar-benar bangun dari tidurnya
“Rupanya aku tadi hanya bermimpi. Tapi mimpi itu seperti nyata. Apa benar itu yang diinginkan Ai dari aku?!” guman pak Chandra.
Setelah bermimpi seperti itu, pak Chandra langsung bergegas kembali ke rumah sakit untuk melihatku
Ketika sampai di rumah sakit, ternyata sudah ada Nara dan juga Gilang yang menungguiku.
“Kalian sudah lama disini?” tanya pak Chandra tiba-tiba
__ADS_1
“Barusan pak. Tadi pak Rudi baru saja pulang.” Jawab gilang
“Oh begitu.” Jawab pak Chandra singkat
“Pak, bapak yang tabah ya. Aku percaya, suatu saat nanti Ai bakalan bangun.” Ucap Nara
“Iya terimakasih Nar.” Ucap pak Chandra
“Iya sama-sama pak. Kita sebagai orang yang dekat dengan Ai, sudah sepatutnya saling menguatkan.” Ucap Gilang
“Tadi waktu aku pulang kerumah, aku ketiduran dan aku bermimpi tentang dia. Dia bilang buat aku semangat dan ga boleh sedih. Karena suatu saat nanti dia akan bangun.” Ucap pak Chandra menceritakan mimpinya
“Oh jadi Ai mendatangi mimpi bapak?! Itu berarti dia sangat memikirkan bapak juga. Oleh karena itu, bapak harus kuat ya.” Ucap Nara dan pak Chandrapun mengangguk
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jamgan lupa comen dan likenya..
__ADS_1
🙏