Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
terciduk 2


__ADS_3

“Lus, lo dari tadi itu ngomong apa sih? Gue bener-bener ga ngerti.” Ucap Ai alias Nara


“Ok.. Klo emang bener lo belum mati. Berarti lo hari ini harus mati ditangan gue.” Ucap Lucy yang seketika mengambil sebilah pisau dan hendak menusukkannya ke tubuh Nara. Lalu tiba-tiba..


‘Dor..’ bunyi suara pistol yang ditembakkan ke arah tangan lucy yanh membuat pisau yang tadi dipegangnya jatuh.


“Angkat tangan..!! Jangan bergerak..!!” ucap seorang polisi


“Anda kami tangkap atas percobaan pembunuhan.” Ucap polisi itu


“Tidak pak, saya tidak bersalah.” Ucap lucy


“Lebih baik saudara jelaskan nanti di kantor polisi.” Ucap polisi itu sambil membawa pergi lucy


Setelah polisi membawa lucy pergi, Nara langsung..


‘bruk..’ lemas dan terduduk dilantai


“Hampir saja.” Gumamnya


“Kamu ga apa-apa Nara?” tanya Gilang


“Iya aku ga apa-apa. Tadi itu hampir saja.” Ucap Nara


“Iya.. Iya.. Ya udah kita pulang. Lebih baik kamu menenangkan diri kamu dirumah.” Ucap gilang dan Narapun mengangguk


Sementara Nara sedang ngobrol dengan suaminya, yang lainnya sibuk ingin menengokku.


“Gilang, kamu ikut ke rumah sakit ga?” tanya pak Rudi


“Ga pak. Aku mau temenin Nara dulu.” Ucap Gilang


“Salam aja buat pak Chandra.” Tambahnya lagi

__ADS_1


“O ya udah klo begitu. Kita pisah di sini aja ya.” Ucap pak Rudi


“Iya pak.” Ucap Gilang


Beberapa saat kemudian, merekapun sampai dirumah sakit dan bertemu dengan pak Chandra


“Gimana keadaan Ai sekarang, chan?” tanya mba Alya


“Masih sama Al. Belum berubah.” Ucap pak Chandra


“Oh iya.. Gimana hasilnya? Apa sudah tertangkap dalangnya?” tanya pak Chandra


“Iya. Sudah Chan.” Jawab pak Rudi


“Siapa Rud?” tanya pak Chandra penasaran


“Lucy Chan. Dia ternyata ga terima klo Ai itu istri lo.” Jelas pak Rudi


“Chan, lebih baik lo ga usah terlalu menyalahkan diri atas apa yang sudah terjadi.” Ucap mba Alya


“Ini sudahlah takdir.” Lanjut mba Alya


“Iya terimakasih Al.” Ucap pak Chandra


“O ya, trus gimana sekarang si Lucy?” tanya pak Rudi penasaran


“Lucy sekarang sudah di tangkap dan dibawa ke kantor polisi.” Jawab pak Rudi


“Oh syukurlah. Semuanya sudah kembali seperti semula.” Ucap Pak Chandra


“Sekarang tinggal memantau perkembangan Ai saja. Mudah-mudahan dia cepat bisa sadar.” Ucap pak Chandra lagi


“Amiiin.” Sahut pak Rudi

__ADS_1


“Eh ya Chan, lo mendingan sekarang pulang dan istirahat. Biar Ai disini gue dan Cantika yang nungguin.” Ucap pak Lutfi


“Iya baiklah. Gue titip Ai ya Lut.” Ucap pak Chandra


“Iya. Lo tenang aja. Ntar klo ada apa-apa gue bakalan hubungi lo kok.” Ucap pak Lutfi dan pak Chandrapun mengangguk


Setelah pak Chandra pergi, tinggalah pak Lutfi dan juga Tika berdua yang menungguiku.


“Pak, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Tika


“Boleh. Apa itu?” tanya pak Lutfi


“Bapak sebenarnya dari awal suka kan sama mba Ai?” tanya Tika


“Kenapa kamu bisa ngomong begitu Tika?” tanya Pak Lutfi


“Karena Aku perhatiin klo bapak juga sangat sedih melihat keadaan mba Ai yang seperti ini.” Sahutnya


“Tika, dengar ya. Siapapun pasti akan sedih jika ada orang yang dia kenal sedang diposisi Ai. Kamu ga usah terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak tika.” Ucap Pak Lutfi


“Oh begitu. Masuk akal juga ya?!” gumam tika tapi masih bisa terdengar oleh pak Lutfi dan pak Lutfipun tersenyum


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏

__ADS_1


__ADS_2