Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
undangan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Aku selalu menghindar dari pak lutfi. Ketika aku hendak terburu-buru pulang, Nara memberiku sebuah kartu undangan


“Apa ini Nar?” tanyaku ketika mendapat sebuah kartu undangan


“Undangan..” Jawab Nara


“Iya gue tau klo ini tuh undangan. Yang jadi pertanyaan gue itu ini undangan siapa?” tanyaku yang malas membaca undangannya


“Gue. Itu undangan gue.” Jawab Nara


“Undangan punya lo. Ah masa’ sih?” ucapku ga percaya dan langsung membacanya sendiri


“Wow ini tuh ternyata beneran ?! Selamat ya Nar.” Ucapku dan langsung memeluk Nara


“Makasih Ai.” Sahutnya


“Kok kamu ga bilang-bilang sih klo mau ada rencana menikah?!” tanyaku


“Gue sendiri juga ga tau Ai.” Sahut Nara


“Lha kok bisa ga tau sih?!” tanyaku heran


“ya jelas ga tau lah. Masalahnya si Gilang tiba-tiba aja ngelamar gue ke orang tua gue saat gue lagi kuliah.” Jelasnya


“Dan orang tua lo setuju?” ucapku


“Iya. Secara mereka suka sekali sama si Gilang. Mangkanya proposalnya langsung di ACC orang tua gue.” Jelas Nara


“Trus lo bisa taunya kapan klo lo mau nikah?” tanyaku


“Saat aku ga sengaja ngelihat setumpuk kartu undangan sampe dirumah.” Jelasnya lagi


“Trus lo gimana perasaannya waktu lihat kartu undangan lo sendiri?” tanyaku

__ADS_1


“Ya antara bahagia dan juga marah.” Jawabnya


“Marah..?” tanyaku bingung


“Iya aku marah. Karena gue sebagai orang yang bersangkutan, tidak di ajak berunding masalah ini.” Jelasnya lagi


“Oo... Trus sekarang Gilangnya mana?” tanyaku


“Au ah. Ga urus gue.” Sahut Nara sewot


“Haizz.. Seminggu lagi mau nikah kok kaya’ gini sih?” gumamku tapi masih bisa didengar Nara


“Tau ah. Huh...” ucap Nara dan akupun geleng-geleng sambil senyum


“Oh ya Ai, gue nitip satu undangan ya buat pak Rudi. Disitu gue tambahin tulisan tangan klo dia harus bawa pasangan. Ga boleh ga. Pokoknya harus.” Ucap Nara sambil memberikan satu kartu undangan lagi.


“Ya udah. Ntar gue sampein deh.” Jawabku


***********************************


“Kak, ini dapat undangan dari Nara.” Ucapku sambil memberikan kartu undangan tadi


Setelah pak Chandra membacanya, pak Chandra menaruhnya di atas meja. Dan kembali menonton televisi


“Gimana kak?” tanyaku


“Apanya yang gimana?” tanya pak Chandra bingung


“Itu.. Undangan dari Nara?” ucapku sambil menunjuk kertas undangan yang ada di atas meja


“Oh itu. Ya udah ntar kita datang.” Ucap pak Chandra


“Tapi kak, gimana sama kartu undangan punya pak Rudi?” tanyaku

__ADS_1


“Besok kamu ada kuliah?” tanya pak Chandra dan akupun menggeleng


“Ya udah, besok kamu datang aja ke sekolahan. Nanti aku tungguin kamu di gerbang sekolah. Gimana?” ucap pak Chandra


“Emang besok kakak ngajarnya di mana?” tanyaku bingung dengan jadwal kerja pak Chandra


“Besok aku ada jam di sekolah. Lebih baik kamu besok datangnya pas jam mau pulang sekolah aja ya ?!” pinta pak Chandra


“Ya udah deh. Besok aku bakalan datang ke sana.” Ucapku


***********************************


Ke esokan harinya, pak Chandra pergi mengajar seperti biasa.


“Kak, jangan lupa tungguin aku di gerbang sekolah ya.” Ucapku mengingatkan


“Iya sayang. Nanti aku tungguin kamu disana.” Ucapnya lembut sambil mengecup keningku


Setelah mengecup keningku, pak Chandra langsung berangkat ke sekolah.


Sementara sambil menunggu waktu, aku lebih suka membantu bi Ina didapur.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment ya...🙏


__ADS_2