Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
dosen bahasa Inggris


__ADS_3

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya dosen inggrisnya pun masuk dan tiba-tiba...


‘Tak..’ pulpenku jatuh saat melihat siapa yang akan jadi dosen bahasa inggrisku


Pak Chandra yang melihatku seperti itu pun tersenyum.


“Eh Ai, aku tidak salah lihat orang kan?” tanya Nara lirih


“Tidak tahu, Nar. Aku sendiri juga tidak yakin.” Bisikku


Di saat yang bersamaan, pak Chandra memperkenalkan dirinya..


“Perhatian semuanya.. Nama saya Chandra. Mulai sekarang, saya yang akan mengajar mata kuliah bahasa Inggris di kelas ini. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan bertanya. Dan jika tidak, maka kita lanjutkan pelajaran kita.” Ucap pak Chandra


“Pak, saya.. Saya mau tanya..” ucap salah seorang mahasiswi


“Ya, mau tanya apa ya?” ucap pak Chandra


“Saya mau tanya, Apa Bapak sudah punya pacar atau istri?” tanyanya


“Memangnya kenapa?” tanya pak Chandra


“Dia katanya mau daftar pak.” Celetuk mahasiswa yang lainnya dan yang dimaksud pun hanya tersenyum malu


“Sudah pak, jangan dengarkan omongan mereka, saya bertanya begini cuma mewakiIi semua mahasiswi yang ada di sini saja.” Jelas mahasiswi itu


“Huuu.....” sontak seluruh mahasiswa menyorakinya


“Sudah.. Sudah.. Jangan berisik. Begini, saya tadinya saya punya pacar, tapi pacar saya sekarang sudah jadi mantan saya dan mantan saya ini yang sekarang jadi istri saya.” Jelas pak Chandra dan tersenyum ke arahku


“Jadi intinya.. Bapak sudah punya istri?” tanya mahasiswi yang lainnya dan pak Chandra mengangguk


“Rasakan lho. Memang enak. Mangkanya jangan sok kecentilan deh?!” celetuk mahasiswa yang lainnya

__ADS_1


“Sudah-sudah.. Jangan ribut lagi. Kalau sudah tidak ada yang ingin ditanyakan lagi, kita lanjutkan pelajaran kita.” Ucap pak Chandra


Aku yang percaya tidak percaya dengan apa yang ada di hadapanku ini, akhirnya berusaha secuek mungkin menutupi perasaanku yang kacau


Setelah beberapa saat, mata kuliah pun selesai. Hari ini memang hanya ada mata kuliah bahasa Inggris jadi aku memutuskan untuk segera pulang


Saat aku hendak meninggalkan gedung kampus, aku dipanggil oleh suara yang sangat begitu akrab sekali didengar


“Ai... !!” panggil orang itu yang tak lain adalah suamiku sendiri


“What..?” ucapku kesal


“Hadih segitunya... Bukannya semalam kamu bilang kalau kamu lebih suka kalau aku yang jadi dosen inggrisnya?” goda pak Chandra


“Siapa yang bilang begitu?!” ucapku salah tingkah


“Ish.. Ish.. So sweet banget sih istriku ini. Aku makin cinta deh sama kamu.” Ucap pak Chandra


“Gombal..” ucapku


“Hai, Chan..!” panggil pak Lutfi


“Mas kenal dengan pak Lutfi?” tanyaku dan pak Chandra mengangguk


“Oh...” jawabku singkat


“Hai...” ucapnya begitu dia mendekat


“Eh ada Ai juga?!” ucapnya dan aku pun hanya tersenyum


“Ada apa, Lut?” tanya pak Chandra


“Kamu bilang katanya mau mengenalkan istrimu ke aku. Sekarang dia ada jam tidak?” tanya pak Lutfi

__ADS_1


“Segitunya kamu ingin tahu siapa istriku. Kamu mau apa memangnya?” tanya pak Chandra curiga


“Haiz.. Segitunya kamu, Chan. Aku kan cuma mau kenal saja. Masa’ tidak boleh.” Jawab pak Lutfi


“Oh begitu. Itu tergantung dianya mau apa tidak kenalan sama kamu.” Ucap pak Chandra


“Segitunya kamu, Chan.” Ucap Pak Lutfi


“Bukan begitu, masalahnya dia itu cuek. Aku khawatir dia tidak mau kenalan sama kamu dan kamu nya nanti yang tersinggung.” Jelas pak Chandra sambil melirikku


“Whatever... Aku pergi dulu. Mau pulang. Cape’ plus lapar.” Celetukku sambil pergi meninggalkan mereka berdua


“Hai Ai.. Tungguin kenapa?” teriak pak Chandra


“Tidak mau. Ketemu di rumah saja...!!” seruku dan pak Chandra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


Di saat aku sudah pergi dan tak terlihat lagi, pak Lutfi mendekati pak Chandra yang selalu melihat ke arahku


“Eh Chan, aku tidak salah dengarkan?! Ketemu di rumah? Apa maksudnya?” tanya pak Lutfi penasaran


“Itu..” ucap pak Chandra


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apa jawaban pak Chandra apa ya? Kira-kira dia jujur apa tidak ya?

__ADS_1


Lanjut..👇


__ADS_2