Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
Ai


__ADS_3

“Itu maksudnya...” ucapan pak Chandra terpotong


“Ah aku tahu, dia adik sepupu kamu, ya?” tebak pak Lutfi


“Itu..” lagi-lagi ucapan pak Chandra terpotong


“Hai Chan..” teriak pak Rudi yang tiba-tiba muncul entah darimana


“Hmm...” ucap Pak Chandra singkat


“Kamu kenapa, Chan? Masih marah masalah kemarin?” tanya pak Rudi


“Tidak tuh. Untuk apa juga aku harus marah sama kamu.” Ucap pak Chandra


“Terus kalau kamu tidak marah, kenapa kamu kaya’nya jutex begitu?” tanya pak Rudi heran


“Biasa saja kali. Aku tidak jutex. Perasaanmu saja itu.” Ucap pak Chandra


“Oo.. Oh ya Chan, kamu tahu tidak dimana Ai?” tanya pak Rudi


“Buat apa kamu cari dia?” tanya pak Chandra sewot


“Biasa.. Nih.. Aku bawakan kesukaannya. Edisi terbaru.” Jawab pak Rudi sambil mengunjukkan seplastik buku komik.


“Oh, dia barusan saja keluar. Memang kamu tidak ketemu dia tadi?” tanya pak Lutfi


“Tidak tuh. Masa’ sih barusan dia keluar? Aku susul ah.” Ucap pak Rudi sambil berbalik badan hendak menyusulku


“Eit.. Eit.. Kamu mau kemana?” ucap pak Chandra


“Aku mau menyusul, Ai. Memang kenapa?” tanya pak Rudi


“Sini bukunya, biar aku yang kasih ke Ai.” Ucap pak Chandra


“Tidak mau. Masalahnya aku juga mau curhat sama dia.” Sahut pak Rudi sambil melarikan diri dari pak Chandra


“Woi, Rud..!!” teriak pak Chandra

__ADS_1


“Haizz.. Lihat saja nanti kamu ya.” Gumam pak Chandra


“Eh Chan, kamu kenapa?” tanya pak Lutfi bingung


“Ah, eh, iya.. Iya.. Aku tidak apa-apa.” Sahut pak Chandra


“Lha terus tadi si Rudi juga kenal dengan Ai?” tanya pak Lutfi bingung


“Iya.” Jawab pak Chandra singkat


“Eh, ya sudah ya, Lut. Aku mau langsung pulang saja. Tadi sepertinya Istriku sedang mengambek.” Ucap pak Chandra lagi yang tiba-tiba teringat kalau aku tadi sedang marah


“Lha kapan kamu mau kenalkan aku ke istrimu?” tanya pak Lutfi sambil teriak


“Nanti saja. Dia sepertinya masih belum siap.” Sahut pak Chandra yang juga teriak


“Eit..eit.. tunggu dulu..!!” Teriak pak Lutfi tapi pak Chandra tetap saja pergi menjauh


“Lha aku ditinggalin sendiri. Tapi tadi sepertinya dia bilang kalau istrinya lagi mengambek. Lha dia tahu darimana kalau istrinya lagi ngambek?” gumam pak Lutfi bingung


“Ah ya sudahlah.. Aku mau telepon Ai sajalah.” Ucap pak Lutfi


“Nih Ai, buku kesukaan kamu. Edisi terbaru lho.” Ucap pak Rudi sambil menunjukkan sekantong buku


“Wah komik. Terimakasih, mas.” Ucapku sumringah setelah melihat isi kantong itu


“Eh Ai..” ucapan pak Rudi terpotong karena hp Ai berbunyi


“Tunggu sebentar, mas.” Ucapku dan pak Rudi pun mengangguk


“Ya Halo, pak.” Ucapku saat mengangkat telepon


“Halo Ai. Kamu dimana?” tanya pak Lutfi


“Aku lagi di jalan.” Jawabku singkat


“Ada apa, pak?” tanyaku

__ADS_1


“Kamu besok ada kelas tidak?” tanya pak Lutfi


“Besok ya?! Hmm sepertinya ada deh. Memang kenapa, pak?” tanyaku


“Besok, pulang kuliah, bisa tidak kita mengobrol lagi?” tanya pak Lutfi


“Wah aku tidak janji, pak. Lihat besok saja deh.” Ucapku


“Oh ya sudah deh. Kalau begitu, bisa atau tidaknya kamu, aku tetap menunggumu di taman yang waktu itu ya.” Ucap Pak Lutfi


“Oh baiklah kalau begitu, pak.” Ucapku


Setelah menjawab seperti itu, telepon pun kututup.


“Siapa, Ai?” tanya pak Rudi


“Dosenku, mas. Pak Lutfi.” Jawabku


“Apa?” ucap pak Rudi spontan terkejut


“Ada apa mas? Mas kenal sama pak Lutfi?” tanyaku bingung


“Itu...” ucapan pak Rudi terpotong karena bingung harus bilang apa


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira gimana ya kelanjutannya..

__ADS_1


Lanjut👇


__ADS_2