Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
keadaan Ai


__ADS_3

Setelah pak Chandra sampai di Rumah sakit, pak Chandra langsung menghampiri pak Lutfi


“Gimana Lut, udah dapet kabar dari dokter tentang keadaan Ai?” tanya pak Chandra khawatir


“Belum Chan. Dokter masih ada di dalam.” Sahut pak Lutfi


Setelah menunggu beberapa saat, Dokterpun keluar.


“Dok, bagaimana keadaan istri saya?” tanya pak Chandra langsung


“Oh.. Anda ini suaminya?” tanya Dokter


“Iya Dok, saya suaminya.” Jawab pak Chandra


“Begini pak, bapak harus menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.” Ucap Dokter tersebut


“Akibat kecelakaan yang terjadi barusan, luka lama istri anda terbuka kembali. Akibatnya terjadi pendarahan kembali. Tadi sudah kami usahakan untuk menghentikan pendarahan. Namun untuk berhasil selamat atau tidaknya, hanya keajaiban yang bisa menolongnya. Bapak harus bersabar ya.” Jelas dokter itu.


“Klo begitu saya permisi dulu.” Pamit dokter itu.


“Iya dok.” Jawab pak Lutfi


Pak Chandra yang mendengar kabar inipun langsung syok dan hanya bisa terdiam


“Chan, lo ga apa-apa?” tanya pak Lutfi


“Lut, ini untuk yang kedua kalinya gue merasa akan kehilangan Ai.” Ucap pak Chandra lirih


“Hus.. Jangan ngomong seperti itu.” Ucap pak Lutfi


“Lo harus percaya klo Ai bakalan baik-baik saja.” Ucap pak Lutfi dan pak Chandrapun hanya menunduk

__ADS_1


Tak selang berapa lama, aku dipindahkan keruang perawatan namun masih dalam keadaan koma


Pak Chandra selalu terus menemaniku. Teman-temanku yang diberi kabar tentang keadaanku pun datang.


“Chan, gimana keadaan adik gue?” tanya pak Rudi ketika menjengukku dirumah sakit


“Keadaannya masih sama Rud. Belum ada perkembangan sama sekali.” Ucap pak Chandra


“Ya ampun Ai, kenapa lo harus ngerasain ini semua lagi sih?” ucap pak Rudi yang terlihat sangat sedih


Disaat pak Rudi dan pak Chandra sedang membahas tentang keadaanku, tiba-tiba saja keadaanku menurun dan ini terlihat oleh pak Chandra


“Rud, tolong cepat panggil Dokter kesini.” Pinta pak Chandra


“Iya.. Iya... Chan.” Sahut pak Rudi yang langsung memanggil dokter


Beberapa saat kemudian, Dokterpun datang dan langsung melihat keadaanku


Mendengar ucapan suster, pak Chandra dan pak Rudipun akhirnya keluar dan menunggu


Rasa khawatir dan gelisah menyelimuti hati mereka berdua.


“Rud, gimana keadaan Ai?” tanya pak Lutfi yang baru saja datang


“Keadaannya drop, lut. Gue... Gue bener-bener khawatir.” Ucap pak Chandra


“Lo yang sabar ya chan. Gue yakin klo Ai bakalan baik-baik aja.” Ucap pak Lutfi yang mencoba menenangkan hati pak Chandra


Beberapa saat kemudian, dokterpun keluar dari ruanganku


“Gimana dok keadaan istri saya?” tanya pak Chandra

__ADS_1


“Keadaannya sudah kembali stabil.” Ucap Dokter itu


“Kapan kira-kira dia akan sadar?” tanya pak Lutfi


“Untuk masalah itu, kita lihat saja perkembangannya ya.” Ucap dokter itu


“klo begitu saya pamit dulu.” Ucp dokter itu


“Baiklah dok. Terimakasih.” Ucap pak Lutfi


Setelah dokter pergi, pak Chandra langsung masuk ke dalam ruang perawatanku dan melihatku


“Ai... Kamu cepet sadar ya. Aku kangen banget sama kamu.” Ucap pak Chandra sambil memegang tanganku


Pak Rudi dan pak lutfi yang melihat pak Chandra seperti itupun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pada dasarnya merekapun merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan pak Chandra


“Ai.. Bukan hanya suamimu yang merindukanmu. Kami semua juga sangat merindukanmu, adikku.” Ucap pak Rudi


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa comen dan like nya ya..🙏

__ADS_1


__ADS_2