
“Tika, apa kamu sedang cemburu?” tanya pak Lutfi
“Ga.. Siapa juga yang cemburu?!” ucap Tika berusaha menutupi mukanya yang memerah
“Ah yang bener?!” goda pak Lutfi
“Huh..” ucap Tika membuang muka
“Tika, klo boleh aku jujur, aku dulu memang menyukai Ai. Tapi setelah aku sering bertemu denganmu waktu itu, akhirnya aku mencoba untuk membuka hatiku lagi untuk perempuan lain.” Jelas pak Lutfi
“Dan itu yang membuat bapak memutuskan untuk mencoba berhubungan denganku waktu itu.” Tebak Tika
“Iya. Maafin aku karena udah memanfaatkan kamu waktu itu. Tapi Tika.. Sekarang perasaanku sama kamu itu menjadi sungguhan.” Ucap pak Lutfi serius
“Maksud bapak apa?” tanya Tika
“Maksudku, aku benar-benar menjadi suka sama kamu.” Jawab pak Lutfi dengan wajah serius
“Aku.. Apa aku bisa menggantikan posisi mba Ai di hati bapak?” ucap Tika Ragu
“Bukan tidak bisa lagi, kamu memang sudah menggantikan posisinya di hatiku.” Jelas pak Lutfi serius sambil memegang tangan Tika.
Tika yang mendengar ucapan pak lutfipun hanya menunduk malu
“Jadi bagaimana Tika? Apa kamu mau melanjutkan hubungan ini?” tanya pak Lutfi dan Tikapun mengangguk
“Terimakasih sayang.” Ucap pak Lutfi sambil mengecup kening Tika
***********************************
Setelah satu bulan dari penangkapan lucy, kini tiba saatnya untuk mengetahui hasil keputusan pengadilan
__ADS_1
Kami semua datang ke sidang pengambilan keputusan pengadilan. Kecuali aku dan pak Chandra
Dalam sidang disebutkan bahwa Lucy akan dihukum kurungan penjara selama dua puluh lima tahun. (hukuman ini hanyalah versi author. Karena author bukanlah orang hukum)
Setelah mendengar keputusan sidang, kamipun bisa bernafas lega.
“Akhirnya semua kekacauan ini berakhir juga.” Ucap pak Rudi
“Iya.. Ternyata cinta itu bisa jadi sangat menyeramkan ya. Banyak orang melakukan banyak cara untuk mendapatkannya.” Ucap Alya dan semuanya pun mengangguk setuju
“Bu, Bu Alya ada hubungan ya sama pak Rudi?” tanya Tika polos dan seketika semua yang ada disana menengok ke arah mba Alya
“Apa benar itu Rud?” tanya pak Lutfi
“Iya Lut.” Jawab pak Rudi
“Jadi beneran?! Kapan?” tanya pak Lutfi
“Oh.. Kenapa lo ngerahasiain sih?” tanya pak Lutfi
“Gimana gue mau ngasih tahu lo pada. Lha Ai kan lagi kena musibah begini?” ucap pak Rudi
“Oh iya ya.. Bener juga.” Ucap pak Lutfi.
“Lha lo sendiri sama Tika kaya’nya sedang ada udang di balik lempeyek ya Lut?” goda pak Rudi
“Hehehe... Iya..” jawab pak Lutfi yang sekarang gantian malu-malu
“Kapan Tika?” tanya mba Alya
“Satu bulan yang lalu bu.” Jawab Tika
__ADS_1
“Oh begitu.. Tapi ingat ya Tika, jangan karena hubungan kamu dengan si Lutfi ini, nilai pelajaran kamu jadi menurun.” Ucap mba Alya memberi nasehat
“Itu tergantung sama pak Lutfi bu.” Ucap Tika sambil melirik kearah pak Lutfi
“Kok bisa begitu Tika?” tanya mba Alya bingung
“Lha iya bu. Pak Lutfi sukanya klo kemana-mana mintanya berdua.” Jelas Tika
“Cie.. Cie.. Cuit.. Cuit..” goda pak Rudi ke pak Lutfi
“Apa sih lo Rud.” Ucap pak Lutfi malu
“Ehm.. Ehm.. Iya iya...” sahut pak Rudi
Setelah ngobrol beberapa saat, mereka semua langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaanku
“Hai Chan, gimana keadaannya Ai? Ada perkembangan atau tidak?” tanya pak Rudi
“Belum ada Rud. Masih tetap saja seperti sebelum-sebelumnya..” ucap pak Chandra
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like dan comenntnya ya...🙏