Aku dicintai oleh guruku 2

Aku dicintai oleh guruku 2
pulang ke rumah


__ADS_3

“Ya sudah gue pulang aja. Dari pada disini jadi kaya’ patung Sinchan.” Ucap pak Rudi sewot


“Kenapa lo Rud? kok sewot begitu.” Ucap pak Chandra bingung


“Ga.. Gue ga kenapa-kenapa.” Ucap pak Rudi jawab pak Rudi makin sewot


“Ish sih kakak, sini...duduk sini.” Pintaku dan pak Rudipun menurut


“Ada apa Ai?” tanya pak Rudi bingung


“Kak, ada buku keluaran terbaru ga?” tanyaku


“Oh itu..” ucap pak Rudi


“Iya.. Ada ga kak?” tanyaku lagi dengan penuh harap


“Aku ga tahu Ai. Nanti deh aku mampir ke toko buku.” Ucap pak Rudi


“Beneran kak?!” tanyaku


“Iya, nanti kakak coba cari kesana. Siapa tahu ada keluaran buku terbaru.” Ucap pak Rudi


“Mskasih kakak.” Ucapku senyum


“Sama-sama Ai.” Ucap pak Rudi


***********************************


Beberapa hari kemudian, Dokter kembali memeriksaku. Dan seperti yang dikatakan dokter, aku sudah banyak perkembangan dan sudah di perbolehkan pulang, tapi dengan satu syarat, aku masih harus tetap rawat jalan sampai aku benar-benar sembuh


Mendengar hal itu, teman-temanku langsung datang menjemputku.


“Hai Ai, aku kangen banget sama kamu..” ucap Nara yang langsung memelukku


“Iya aku tahu kok.” Ucapku


“Kamu jahat. Kamu tidurnya lama banget.” Ucap mba Alya

__ADS_1


“Iya maaf mba.” Sahutku


“Mba Ai, selamat datang kembali..” ucap Tika


“Terimakasih Tika..” ucapku


“Oh Ai ku sayang... Akhirnya aku bisa memelukmu...” ucap pak Rudi yang mau memelukku


“Eits.. Lo mau ngapain hah?!” ucap mba Alya sambil menarik kerah baju pak Rudi


“Ah lo Al, gue mau peluk adik gue sendiri aja masa’ ga boleh? Lo kaya’ Chandra. Pelit.” Rajuk pak Rudi dan akupun tersenyum


“Oh kakak... Co cweet banget sih?!” ucapku yang langsung meluk pak Rudi


“Yess... Gue dipeluk ma Ai. Bwee...” ucap pak Rudi kegirangan yang membuat mba Alya naik darah


‘Pletak...’ kepala pak Rudi di jitak mba Alya


“Rasain lho.” Ucapnya kesal


Sesampainya dirumah, aku bahagia sekali


“Kak, aku kangen rumah ini. O ya kak, bi Ina mana?” tanyaku


“Bi Ina mungkin sedang ada di dapur seperti biasanya Ai.” Ucap pak Chandra


“Ya udah klo gitu aku ke dapur dulu ya.” Ucapku dan pak Chandra mengangguk


“Bi.. Bi Ina...!” panggilku


“Ai.. Akhirnya kamu sembuh sayang. Bibi khawatir banget sama kamu. Maaf bibi ga jagain kamu di rumah sakit, masalahnya tuan ga ngijinin.” Ucap bi Ina sedih


“Iya ga apa-apa bi. Aku ngerti kok.” Ucapku


“Oh ya, bibi mau masak apa?” tanyaku


“Oh bibi belum tahu Ai. Masalahnya kan bibi ga tahu klo hari ini kamu pulang kerumah. Emang Ai mau di masakin apa?” tanya bi Ina

__ADS_1


“Apa aja bi. Masakan bibi, semua aku suka.” Ucapku sambil senyum


“Oh ya udah klo gitu. Bibi masak dulu ya Ai. Kamu di luar aja dulu.” Pinta bibi


“O ya bi, masaknya agak banyakan ya. Masalahnya di luar ada teman-teman. Tadi mereka ikut mengantarku pulang.” Ucapku


“Beres sayang. Bibi akan masak yang banyak dan enak.” sahut bi Ina


“Terimakasih bi. Bibi emang yang terbaik.” Ucapku sambil tersenyum


Setelah mengatakan itu, aku kembali ke depan menemui teman-temanku


Namun disaat aku sedang menuju ke ruang tamu, tiba-tiba terdengar


‘Gubrak...’


“Apa itu tadi ya?” gumamku dan akupun mempercepat langkahku


Begitu aku sampai diluar aku terkejut sekali


“Ya ampun....” teriakku..


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apa itu yang dilihat Ai ya?!


Tunggu kelanjutannya di next...


Jangan lupa like dan coment ya...🙏

__ADS_1


__ADS_2