
Beberapa hari kemudian, pak Lutfi datang menemuiku dan pak Chandra dirumah.
“Hai Chan..” ucap pak lutfi ketika pak Chandra membukakan pintu
“Eh lo lut, ayo masuk.” Ucap pak Chandra
“Ai mana?” tanya pak Lutfi
“Ai lagi ada dikamar dengan anak-anak. Ayo silahkan duduk.” Ucap pak Chandra
“Bi, tolong ambilkan minum buat Lutfi.” Ucap pak Chandra sedikit teriak kepada bi Ina
“Ga usah repot-repot chan. Gue kesini mau ngasih undangan ini. Lo ma Ai datang ya.” Ucap pak Lutfi
“O.. Lo nikah? Kok ga pernah cerita?” tanyak pak Chandra
“Sori Chan, ini juga dadakan. Masalahnya ini permintaan terakhir Tika.” Ucap pak Lutfi
“Maksudnya permintaan terakhir apa?” tanya pak Chandra bingung
“Iya Chan.. Ternyata selama ini Tika itu sakit.” Jelas pak Lutfi
“Itu yang nyebabin kita ga bisa datang berkunjung beberapa bulan belakangan ini. Masalahnya dia sekarang lagi dirawat di rumah sakit.” Tambahnya lagi
“Emang Tika sakit apa Lut? Kok lo ga cerita-cerita sih ke kita?” tanya pak Chandra
“Tika sakit luekomia stadium akhir. Dan sori bukan gue ga mau cerita ke kalian, tapi ini permintaan dari Tika nya sendiri. Karena dia ga pingin ngancurin moment bahagia kalian semua.” Jawab pak Lutfi
“Oh begitu. Lo yang kuat ya Lut.” Ucap pak Chandra
“Iya Chan. Makasih. Lo jangan lupa datang ya.” Ucap pak Lutfi
__ADS_1
“Iya Lut. Gue dan Ai pasti datang.” Ucap pak Chandra
***********************************
Kini tibalah saatnya acara pernikahan pak Chandra dan pak Lutfi.
“Selamat ya pak dan Tika.” Ucapku di ikuti oleh semua teman yang hadir
“Iya makasih Ai dan semuanya.” Sahut Tika yang saat itu tersenyum manis.
Senyuman manis Tika ini ternyata berbanding terbalik dengan pak Lutfi.
Ada segurat kesedihan yang tersirat di wajahnya
***********************************
Satu minggupun telah berlalu dari acara peenikahan pak Lutfi dan Tika
‘drrt.. drrt.. drrt..’ HP pak Chandra berbunyi
“Hallo lut.” Ucap pak Chandra
“Chan, Tika barusan saja pergi ninggalin gue sendirian.” Ucap pak Lutfi lirih
“Maksud lo apa Lut?” tanya pak Chandra bingung
“Tika udah meninggal Chan.” Ucap pak Lutfi sedih
“Apa? Kapan? Sekarang dimana?” tanya pak Chandra bertubi-tubi
“Meninggalnya barusan Chan. Sekarang masih di Rumah Sakit.” Ucap pak Lutfi
__ADS_1
“Ya Ampun lut. Gue turut berduka ya. Ya udah, gue kabarin yang lainnya dulu, setelah itu gue kesana.” Ucap pak Chandra
“Iya Chan. Makasih.” Ucap pak Lutfi lirih
Setelah itu, telpon pun di tutup. Dan pak Chandrapun langsung memberitahukan kesemuanya tentang kabar meninggalnya Tika.
Saat mereka mendengar kabar tersebut, mereka semua terkejut dan juga syok
***********************************
Saat ini adalah hari pemakaman Tika. Dimana hujan deras mengiringi langkah kami. Seolah langitpun ikut bersedih menyaksikan momen ini.
Sangat terlihat jelas, betapa sedihnya pak Lutfi karena ditinggal oleh istri yang sangat dia cintai.
“Pak... Bapak harus kuat ya demi Tika.” Ucapku
“Iya lut. Lo harus tabah dan jangan terlalu larut dalam kesedihan.” Ucap pak Rudi
“Lut. Gue tahu banget rasanya di tinggal oleh orang yang kita cintai karena gue sendiri pernah mau mengalaminya. Jadi gue ga tahu kata yang tepat buat ngehibur lo. Tapi klo boleh gue kasih saran, menangislah sepuas hati lo sekarang. Setelah lo lega, lo harus bisa berusaha move on. Ok.” Ucap pak Chandra
“Ya udah, kami pulang dulu ya lut.” Ucap pak Chandra berpamitan mewakili semuanya
Pak Lutfi hanya diam menatap batu nisan yang bertuliskan nama Tika. Disertai dengan baju yang basah kuyup karena hujan
“Tika sayang, tidur yang nyenyak ya. Kamu sekarang udah ga akan kesakitan lagi.” Gumam pak lutfi
Dan saat itu, ternyata ada seseorang yang memperhatkan pak lutfi dari tadi
“Lut, ayo sekarang kita pulang.” Ajak orang itu dengan memayungi pak Lutfi...
**************** END ************
__ADS_1