
Keesokan harinya, seperti biasa, pak Chandra selalu menungguku di pinggir tempat tidur.
Aku yang sedang terbaring lemah tak sadarkan diri, membuat pak Chandra tak henti-hentinya berdoa agar aku bisa sembuh.
Begitu pula dengan teman-temanku. Mereka juga hampir setiap hari mengunjungiku. Bahkan, tak jarang dari mereka juga bergantian menjagaku menggantikan pak Chandra untuk pulang istirahat
“Gue titip Ai ya Rud. Ntar klo ada apa-apa, lo hubungi gue. Ok?!” ucap pak Chandra
“Beres bos.” Ucap pak Rudi
Setelah menitipkan aku ke pak Rudi, pak Chandrapun pulang. Sementara aku ditunggu sama pak Rudi dan mba Alya
Namun disaat sedang ditunggu oleh pak Rudi dan juga mba Alya, ada salah satu suster yang entah mengapa bolak balik ke tempat aku dirawat.
“Sus, ada apa ya? Saya perhatiin dari tadi kok sepertinya suster ini bolak balik keruangan ini.” Ucap mba Alya yang memang tidak tahu siapa suster yang waktu itu hendak mencelakakan aku.
“Oh maaf bu, saya disuruh dokter untuk terus memantau perkembangan dari bu Ai.” Ucap suster itu beralasan
“Oh jadi seperti itu. Ya sudah. Masalahnya aku kira tadi suster ini mau menyampaikan sesuatu tapi bingung.” Ucap mba Alya
“Ga kok bu. Semuanya baik-baik saja.” Ucap suster itu
“Oh ya sudah klo begitu.” Ucap mba Alya
Setelah ditegur seperti itu, suster itupun pergi.
“Sial.. Susah sekali sih cari kesempatan buat nyuntikin nih obat.” Gumam suster itu dan ternyata didengar oleh pak Rudi
__ADS_1
“Jadi rupanya suster itu yang dimaksud lutfi. Baiklah klo begitu. Kita lihat saja nanti.” Ucap pak Rudi lirih
Setelah mengetahui bahwa ada yang berniat jelek padaku, akhirnya pak Rudi memberitahukan pada semuanya agar hari itu juga menjalankan rencana penjebakannya.
“Baiklah, kami sudah siap untuk menjalankan rencananya.” Ucap pak Lutfi
“Bagus. Kita mulai sekarang. Tapi ingat, jangan sampai yang bersangkutan menjadi curiga.” Ucap Tika
Setelah berunding beberapa saat, rencanapun mulai dijalankan. Dan pada saat itu pak Chandra datang dan diberitahukan sekilas tentang situasi saat itu.
“Baiklah, aku mengerti.” Ucap pak Chandra
Dan akhirnya mereka siap di posisinya masing-masing
Tidak menunggu sampai lama, akhirnya sang target pun datang. Dia masuk keruanganku dan melihat kesekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang menjagaku.
Pada saat dia sedang menyuntikkan obat itu, dia dipergoki oleh pak Rudi.
“Hei, kamu sedang apa?” tanya pak Rudi tiba-tiba.
“Saya.. Saya.. Saya sedang memberikan obat kepada bu Ai. Karena memang sudah waktunya untuk diberikan obat lagi.” Jelasnya gugup
“Benarkah?!” ucap pak Rudi
“Sayang, bangunlah. Segera berikan obat yang sudah dia suntikkan tadi ke laboratorium.” Ucap pak Rudi ke mba Alya yang menggantikanku tidur ditempat tidur itu.
“Iya.. Baiklah...” ucap mba Alya yang langsung bangun dan pergi
__ADS_1
“Apa? Dia bukan Ai? Ga mungkin.” Ucap suster itu sesaat setelah mba Alya meninggalkan ruang perawatanku
“Kenapa? Kamu sekarang takut?” ucap pak Rudi
“Ga.. Ngapain aku takut?! Aku kan ga salah.” Ucapnya berdalih
“Salah atau ga, kita akan tahu setelah hasil dari lab itu keluar.” Ucap pak Rudi
Si suster itu gemetaran ketakutan. Dan ini bisa dilihat jelas oleh pak Rudi. Sementara keberadaanku aman bersama pak Chandra.
Tak selang berapa lama, hasil lab pun keluar dan isinya menyatakan bahwa ada zat-zat yang sangat berbahaya di kandungan obat itu.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira zat berbahaya apakah itu? Dan apa efeknya buat tubuh?
Tunggu kelanjutannya di next..
__ADS_1
Jangan lupa comen dan likenya ya...🙏