
Begitulah kami saat ini. Ga kebayang gimana terkejutnya kami.
“Eh Chan, emang murid lo ada yang udah punya usaha sendiri kaya gini?” tanya pak Lutfi yang masih syok berbisik
“Gue ga tahu lut. Gue bukan bagian penerimaan siswa waktu itu.” Jawab pak Chandra berbisik juga
“Kenapa? Lo ga percaya juga klo gue ini pemilik kampus disini?” tanya Tika cetus ke Lucy
Lucy pun terdiam tidak bisa bicara apa-apa. Tapi dalam hatinya, dia ingin sekali membalas dendam pada kami. Karena tidak terima diperlakukan seperti ini.
“Awas kalian..!!” gumamnya dalam hati
“Ya udah bu, bawa mahasiswa ini untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya.” Perintah Tika
“Baik Non.” Ucap perwakilan pihak kampus itu.
Setelah itu, cantika memperhatikan kearah kami
“Hai Bapak-bapak guruku yang ganteng, lebih baik kita keluar dulu.” Ucap Tika
“Tapi inikan giliran kelasku.” Ucap pak Chandra bingung
“Oh untuk masalah itu, ya udah, bapak lanjutin mengajarnya, biar mba Ai sama saya dan juga pak Lutfi gimana?” ucap Tika
“Oo.. Begitu. Ya udah. Titip Ai ya.” Ucap pak Chandra
“Iya tenang aja pak.” Ucap Tika
“Ya sudah kalo begitu, aku ngajar dulu.” Ucap pak Chandra
“Sayang, kamu sama mereka dulu ya.” Ucap pak Chandra ke aku dan akupun mengangguk
“Ayo mba.” Ajak Tika
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, kami bertiga pergi ke taman, sementara pak Chandra melanjutkan mengajarnya
Sesampainya di taman, pak Lutfi memberiku minuman di botol
“Ini Ai. Minumlah. Supaya kamu bisa lebih tenang.” Ucap pak Lutfi
“Terimakasih pak.” Ucapku sambil mengambil minumannya
“Mba, gimana perasaan mba sekarang? Udah jauh lebih baik?” tanya Tika setelah melihatku minum
“Sudah merasa baikan. Terimakasih Tika.” Ucapku
“Oh syukurlah.” Ucap Tika
“Oh ya, ngomong-ngomong gimana ceritanya kalian bisa kumpul disaat yang bersamaan?” tanyaku bingung
“Oh.. Untuk masalah itu, tadi ada yang memberikan laporan kepada kami keruang dosen, bahwa kamu sedang di bully.” Jelas pak Lutfi
“Oh.. Begitu. Lalu Tika, gimana ceritanya kamu bisa-bisa muncul. Memangnya kamu ga sekolah?” tanyaku lagi
“Oh jadi begitu. Terimakasih untuk kalian berdua karena sudah membelaku tadi.” Ucapku
“Oh ya, aku ada dua partanyaan lagi. Boleh ga aku tanya?” ucapku
“Boleh mba. Mba mau tanya apa?” ucap Tika
“Aku mau tanya, kamu ini apa beneran yang punya kampus ini?” tanyaku
“Iya mba. Ini dari orang tuaku. Aku disuruh mengelola kampus ini.” Jelas Tika
“Oh begitu, lalu untuk masalah waktu kamu bilang kamu ini tunangan pak Lutfi, apa itu benar?” tanyaku lagi
“Oh untuk masalah itu, sebelumnya aku harus minta maaf sama pak Lutfi karena aku sudah seenaknya mengaku-ngaku sebagai tunangan bapak.” Ucap Tika
__ADS_1
“Iya ga apa-apa Tika. Aku mengerti kok posisi kamu saat itu.” Ucap pak Lutfi
“Tapi maaf Tika, boleh aku kasih saran ga?” ucapku
“Saran apa mba?” tanya Tika
“Kamu saat mengaku-ngaku tadi, ada banyak orang yang dengar lho. Dan gosip itu lebih bahaya dari apapun juga. Kenapa kalian ga jadian beneran aja?” ucapku serius
Mendengar omonganku, pak Lutfi dan Tika diam dan saling bertatapan. Aku yang melihat mereka seperti itu hanya geleng-geleng.
“Ya sudah. Itu terserah kalian aja. Tapi aku Cuma sekedar mengingatkan klo yang tadi Tika katakan, banyak orang yang menganggapnya sungguhan.” Ucapku serius
“Aku juga minta maaf klo omonganku ini udah nyinggung kalian.” Ucapku lagi
Mereka masih terdiam lalu tiba-tiba...
“Tika... Ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kamu.” Ucap pak Lutfi yang mengerti maksud perkataanku
“Ada apa pak?” tanya Tika
“Aku..” ucap pak lutfi terputus karena ragu-ragu
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment ya.🙏