
“Ada apa kak?” tanyaku
“Oh.. Tidak apa-apa. Memang dia mau apa, Ai?” tanya pak Rudi
“Dia bilang besok pulang kuliah ingin mengobrol denganku.” Jelasku
“Oo..” ucap pak Rudi singkat
Tak selang berapa lama, pak Chandra datang.
“Rud, kamu sudah selesai curhatnya?” tanya pak Chandra
“Tidak jadi. Besok saja. Sekarang aku punya urusan yang lebih serius daripada masalahku itu.” Sahut pak Rudi serius
“Sini dulu Chan, aku mau bicara denganmu.” Ucap pak Rudi sambil menarik tangan pak Chandra
“Sebentar ya, Ai.” Ucap pak Rudi dan aku pun mengangguk
“Ada apa sih, Rud?” tanya pak Chandra
“Eh Chan, kamu dengar ya. Sepertinya si Lutfi suka sama Ai deh.” Ucap pak Rudi
“Ah yang benar, Rud.” Ucap pak Chandra tidak percaya
“Beneran. Tadi barusan dia telepon istrimu. Katanya besok si Lutfi ingin mengajak Ai untuk bertemu deh.” Ucap pak Rudi
“Terus kata Ai apa?” tanya pak Chandra
“Lha kamu seperti tidak tahu Ai saja. Dia kan cuek banget. Otaknya juga lempeng. Jadi dia tidak tahu deh kalau si Lutfi suka sama dia.” Jelas pak Rudi
“Jadi intinya, istriku itu setuju buat bertemu dengan si Lutfi?” ucap pak Chandra agak emosi
“Ya tidak begitu juga, Chan. Tadi dia bilang kalau tidak janji bisa datang. Ya kamu nanti lihat saja. Apa Ai bakalan minta ijin dulu sama kamu apa tidak?” ucap pak Rudi
“Oh ya sudah deh.” Ucap pak Chandra
“Ya sudahlah.. Aku balik dulu. Besok saja aku curhatnya sama Ai.” Ucap pak Rudi
__ADS_1
“Memang kamu mau curhat apaan sih?” tanya pak Chandra heran
“Aku mau curhat masalah Alya. Tapi besok sajalah. Kamu selesaikan dulu masalah kamu ini. Ok?!” ucap pak Rudi
“Ai, mas pulang dulu ya. Besok saja mas ceritanya ke kamu.” Teriak pak Rudi
“Oh ya sudah deh.” Ucapku
Setelah beberapa saat, kini tinggallah aku berdua dengan pak Chandra
“Mas, mas kok tahu kalau aku ada di parkiran?” tanyaku
“Ya tahulah. Tidak mungkin kan kamu tinggalkan suamimu sendirian?!” ucap pak Chandra PD.
“Huh..” ucapku sambil buang muka
“Ayo masuk. Tadi katanya sudah lapar?!” ucapnya dan aku pun langsung masuk ke dalam mobil, tapi ternyata eing..ing..eng.. Ada yang melihatku dan pak Chandra masuk ke dalam mobil yang sama
Di dalam mobil, pak Chandra memulai pembicaraan
“Marah kenapa?” tanyaku
“Ya marah gara-gara aku tidak memberitahumu kalau ternyata aku dosen bahasa inggris kamu.” Ucapnya
“Hmm.. Tidak marah sih. Cuma terkejut.” Jawabku dengan pasang wajah imut
“Beneran tidak marah?” tanya pak Chandra
“Tidak.. Malahan tahu tidak?! Tadi aku tuh sekuat jiwa dan raga menahan keinginan untuk memeluk mas..” ucapku sambil senyum-senyum
Setelah mendengar perkataanku, tiba-tiba pak Chandra mengerem mobilnya
“Aduh..” teriakku
“Kalau kamu memang mau peluk mas, peluk saja sekarang.” Ucap pak Chandra serius
“Ish.. Ish.. Tapi sekarang aku sudah tidak ingin lagi tuh.” Ucapku
__ADS_1
“Haiz.. Ni anak ya?!” ucap pak Chandra sambil geleng-geleng dan mulai menjalankan mobilnya lagi
“Ai..” ucap pak Chandra
“Hmm..” jawabku
“Tadi kamu kenapa langsung pergi begitu saja waktu pak Lutfi ingin kenal sama kamu sebagai istriku.” Tanya pak Chandra
“Oh itu. Memang penting ya?” tanyaku
“Ya pentinglah. Aku takut kalau dia tidak tahu identitasmu, dia bakalan jadi suka sama kamu. Terus kalau seperti itu bagaimana?” ucap Pak Chandra serius
“Ah mas ini bisa saja. Aku mah tidak tertarik mas dengan cowok manapun selain mas.” Sahutku serius
“Masa’ sih?!” ucap pak Chandra
“Iya.” Jawabku
“Oh iya mas. Aku jadi ingat, tadi pak Lutfi telepon aku. Terus dia besok ingin ketemu sama aku dan ingin mengobrol sama aku. Enaknya bagaimana ya mas? Secara dia kan teman baiknya mas. Tidak sopan kan kalau aku tolak.” Ucapku
“Ai, itu terserah kamu. Mau terima ajakannya atau tidak. Tapi ingat Ai, jangan PHP ya?!” ucap pak Chandra
“Hmm...” sahutku
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira apa ya keputusannya Ai? Lalu, tadi siapa yang pergoki Ai masuk mobil yang sama dengan pak Chandra? Terus kira-kira apa ada akibatnya ya buat hubungan mereka?
Lanjut👇
__ADS_1