
setelah membuat minuman untuk mertuanya dan juga lisya, Alena langsung kembali ke dapur , ia tidak ingin terus di sana , yg ada , mertuanya semakin marah kepada nya ..
Alena kembali mengerjakan kegiatan nya , ia kembali menyapu dan juga mengepel rumah besar itu , ia tidak ingin suami nya pulang melihat nya hanya duduk santai saja ..
walaupun ia saat ini sedang lemah namun ia sama sekali tidak peduli , ia tidak ingin kejadian tadi pagi terulang , suaminya akan menyiksa nya seperti tadi pagi , itu benar benar membuat nya takut , ia takut kepada suami yg dia cintai itu , apa lagi Priya itu jika sedang marah terlihat seperti harimau ganas ,
Alena terus mengepel lantai itu hati hati , tiba tiba lisya menghampirinya dan tersenyum sinis ke arah nya ....
* bagaimana , apa kau senang hidup di rumah besar ini ,, aku tau , kau pasti sangat menderita , bukankan Arkan terus saja menyiksa mu ,,, benarkah ?
tanya lisya dengan sinis dan juga mengejek ..
Alena tidak memperdulikan wanita itu ,, iya terus mengepel lantai tersebut , Tampa memperdulikan wanita seperti lisya ...
* apa kau tuli ? aku sedang berbicara denganmu , !!
__ADS_1
teriak lisya , lisya sangat geram melihat tingkah Alena , kemudian gadis itu mendekati Alena dan mencoba mencelakai Alena , namun usaha nya gagal , saat iya melangkahkan kaki nya lantai itu terasa licin , dan membuat lisya jatuh terhempas di sana ....
* auuuuu... kaki ku ...kaki ku sakit sekali ....
teriak lisya kesakitan ,, Alena terkejut melihat nya , Alena pun mendekati lisya berniat membantu wanita itu ,,,
* lepaskan !!!! aku tidak Sudi kau memegang kaki ku !!!!
teriak lisya marah ,, tiba tiba Arkan dan juga marzela ibu nya mendengar keributan di dapur , yah , Arkan sudah pulang dari kantornya , hari ini Priya itu hanya mengikuti meeting nya saja dan setelah itu langsung pulang ,, tiba di pintu rumah nya , Arkan mendengar seorang wanita berteriak , dan suara itu tidak asing lagi di telinga nya ,
Arkan pun langsung menuju ke dapur beserta ibu nya .....
Arkan pun mengangkat tubuh lisya segera
dan membawa ke sofa ruang tamu ....
__ADS_1
* auuuu ...kaki ku sakit sekali ,,,ibu ... Alena yang telah membuat kaki seperti ini ...hiks ..hiks ..hiks ...
tangis lisya sandiwara ....
mendengar itu Arkan semakin emosi , kemudian laki laki itu beranjak dari sana , dan mendekati Alena yg sedari tadi menyaksikan sandiwar itu ...
Arkan menarik paksa rambut Alena , iya benar benar sangat marah , gara gara wanita itu , gadis yang di cintai nya jadi seperti ini ...
Arkan menampar Alena kuat dan juga memenghantam kan wajah Alena di dinding ruang tamu itu dengan kuat , membuat Alena menjerit kesakitan...
* apa kau tuli !!!! sudah aku katakan padamu jangan sekali kali menyakiti kekasih ku ! dan ini akibat perbuatan mu itu !!!!
Arkan terus menyakiti Alena dengan tangan nya , Alena benar benar tidak bisa bertahan ,
kini wajah nya menjadi babak belur akibat suami nya ,, menjelaskan juga percuma , Arkan sama sekali tidak membiarkan Alena ikut berbicara ...
__ADS_1
lisya tersenyum bahagia di dalam hati nya , ternyata rencana nya berhasil ...
beda dengan marzela , saat ia melihat Alena di siksa seperti itu membuat marzela merasa kasihan , apa lagi saat melihat wanita polos itu mengeluarkan darah segar , membuat marzela, ibu nya Arkan merasa tidak sanggup melihat nya ....