
Alena sudah selesai menyiapkan sarapan untuk ibu mertua nya dan juga suaminya termasuk dengan lisya pacar suami nya ..
ya walaupun suaminya tidak ingin memakan sarapan buatannya, itu tidak masalah lagi bagi nya , karna ia sudah berusaha sebisa mungkin menjadi istri yg baik , tapi suaminya sama sekali tidak menghargai itu ...
Alena segera memberitahukan kepada mertuanya bahwa sarapan sudah siap ia hidangkan ....
* nyonya ... sarapan nya sudah siap ...
ucap Alena lembut dan mempersilahkan mertuanya denga ramah ...
* baiklah , aku akan segera makan ...
ayo Arkan , lisya ..Alena sudah menyiapkan sarapan nya ..
ajak marzela namun arkan sama sekali tidak mau , membayangkannya saja ia sudah mau muntah apa lagi memakan nya , Arkan sama sekali tidak akan Sudi memakan masakan wanita itu ,
* ibu makan saja masakan wanita itu , aku tidak Sudi , mendengarkan nya saja aku ingin muntah , apa lagi aku memakan nya , aku akan makan di luar saja dengan lisya , jika ibu mau ikut , ayo kita pergi sama sama ke lestoran di luar ...
ucap Arkan meyakinkan ibunya ...
__ADS_1
kasus mata Alena berkaca kaca , Arkan terus saja membencinya , sampai sampai masakannya saja tidak ingin dilihatnya , apa sebegitu bencikah Arkan kepada nya , apa sebegitu jijik kah dia kepada nya . ..
Alena menghapus air mata nya pelan , iya tidak boleh cengeng di depan mereka ,, iya harus kuat ,, batin Alena dalam ....
* ibu akan makan di sini saja ,, lagi pula ibu lelah sekali jika harus pergi lagi kesana ...
jelas marzela sedikit menolak , karena iya ingin mencicipi masakan menantunya dan juga ingin merasakan bagaimana rasanya ...
* apa ibu tidak takut pada gadis itu ?
jika gadis itu mencampurkan racun kedalam makanan itu bagaimana ? ayo Bu .. kita makan di luar saja ....
* tidak ,, ibu sama sekali tidak takut itu , sekarang ibu benar benar tidak tahan lagi , sedari tadi ibu lapar sekali , dan jika dia memberikan racun itu kedalam makanan ibu , dia juga akan mendekam di penjara ..
jelas marzela singkat ,, ia sengaja berkata seperti itu agar Arkan dan juga lisya percaya kepada nya , ia tidak mau terus menerus berbicara yg tidak ada guna nya ...
saat ini marzela sedang menikmati masakan Alena , marzela sangat terkesima saat mencoba memakan masakan itu , ini benar benar terasa enak di lidah nya ...
ternyata menantunya ini sangat pandai memasak ,, membuat marzela terus memuji menantunya di dalam hati ....
__ADS_1
* kenapa kau tidak makan ?
tanya marzela heran ....
Alena seketika terkesiap , ia segera menetralkan dirinya kembali ,, sebenar nya ia juga sudah sangat lapar , tapi ia merasa tidak pantas harus satu meja dengan nyonya nya ,pikir Alena ..
* makan lah , apa kau ingin anakmu kelaparan ..bukankah kau juga belum makan kan ...ayo makan lah ...
ucap marzela menyuruh Alena untuk segera makan ....
alena pun dengan pelan menaruh nasinya di piring , kemudian ia juga memakan makanan yg telah ia buat itu untuk mertua nya ...
* bagaimana dengan kandungan mu ,, apa kau sudah memeriksanya ?
tanya marzela , Alena menggeleng kepalanya pelan , bukan maksudnya iya tidak peduli dengan kandungannya , tapi masalahnya dia tidak mempunyai uang , uang hasil kerja nya hanya cukup membeli makan saja , bahkan susu hamil pun Alena tidak sanggup membeli nya , karna Arkan sama sekali tidak memikirkan itu ...
* Minggu depan kita akan cek aup ke dokter , aku akan membawa mu kesana ...
ucap marzela dan melanjutkan makan nya lagi ...
__ADS_1
Alena bahagia sekali , teryanta mertuanya juga peduli padanya , walaupun masih acur sedikit .....