
sedari tadi Alena menyibukkan diri untuk bersih bersih di rumah itu , ia tidak ingin hatinya terus terluka saat menyaksikan Arkan dan lisya bermesraan di depan nya , lisya seperti nyonya di rumah itu , sedangkan Alena hanya lah di anggap wanita yg tidak penting sama sekali , sangat memprihatinkan bukan , namun Alena tidak tidak berhak untuk itu , Alena menyadari dirinya , ia hanyalah pembantu di rumah itu , dia bukanlah siapa siapa Arkan , batin Alena dan terus membersihkan rumah besar nya ....
sesekali Alena memikirkan bagaimana cara nya untuk meminta izin pada Arkan , yang bahwa pada hari ini Alena harus periksa kandungannya , Alena benar benar takut , Arkan pasti memarahinya , apalagi Arkan sama sekali tidak menginginkan anak yang ada di dalam kandungannya , apa yang harus ia lakukan , ia tidak ingin bayinya kenapa kenapa , batin Alena resah ....
tapi Alena harus berani , demi bayinya , ia rela menerima apa saja yg di perbuat suami nya tersebut , Alena menghampiri suaminya di ruang tamu , namun langkah kakinya berhenti , saat ia menyaksikan suaminya sedang bercumbu mesra dengan lisya kekasih nya , keduanya sama sama menyadari kehadiran Alena , namun , Arkan sama sekali tidak peduli , ia sama sekali tidak memikirkan Alena ,.....
kemudian Arkan melepaskan ciuman itu dan melihat ke arah Alena yg berdiri di depannya dengan mata yg berkaca kaca ...
* ada apa ? berani berani nya kau mengganggu kemesraan kami !!! katakan !!! kenapa kau berdiri disitu !!!??
tanya Arkan namun dengan suara yg keras ,
Alena menunduk ketakutan , sedangkan lisya hanya tersenyum senang di sana ...
__ADS_1
* apa kau bisu!!!!!
tanya Arkan lagi ...
Alena terkesiap , ia langsung berdiri tegak menatap Arkan ....
* tu..an.....sa....ya ...sa...ya ..ha .....nya....
ucap Alena terbata , saat ini Alena benar benar gugup , ia takut , Arkan pasti tidak mengizinkannya ....
maki Arkan semakin kesal ....
* saya ingin meminta izin tuan , untuk memeriksa kandungan di rumah sakit ,, apa saya boleh keluar sebentar .....
__ADS_1
pinta Alena sangat berharap Arkan mengizinkannya .....
* apa kau tidak capek terus terusan seperti itu ...sudah berapa kali aku katakan padamu , gugurkan kandungan itu , aku sama sekali tidak menginginkan anak dari mu , aku tidak ingin anakku ada di dalam rahimmu , dan di lahirkann oleh perempuan jalang dan kampungan seperti mu ... , dan itu bukanlah anak ku ...aku sama sekali tidak peduli ,
cepat pergi dari hadapanku , aku benar benarl muak sekali melihat mu .....
maki Arkan , Alena langsung pergi dari sana , ia tidak ingin terus terusan ada di situ , yg ada Alena akan di habisi oleh tangan Arkan ,
Alena menghapus air matanya , hatinya sangat hancur saat mendengar perkataan Arkan , Arkan sama sekali tidak menginginkan anak nya dan juga dirinya ,
Alena ingin meluap kesedihannya , namun ia tidak mampu , ia terus menghapus air mata nya ,
betapa sedihnya bayi yang ada di dalam kandungannya itu , bukankah itu bayi nya Arkan , bukankah itu darah daging nya , tapi kenapa Arkan berkata seperti itu , seolah olah itu bukanlah anak nya , tapi Alena bukan lah wanita jalang yg di maksud Arkan , dia bukanlah wanita yg seperti itu , ini adalah anaknya , tapi mengapa Arkan sama sekali tidak menganggap itu anak nya , Arkan benar benar benci padanya dan juga bayi nya ,
__ADS_1
Arkan benar benar tidak menginginkan darah daging nya sendiri ....
batin Alena terus dengan isakan tangis nya ...