
setelah kepergian Arkan Alena menghapus air mata nya pelan , hati nya benar benar sakit sekali , apa lagi dengan perbuatan suami nya itu, membuat Alena terasa tidak di hargai sama sekali ..
Alena melihat makanan yg dia buat itu barusan , air matanya langsung mengalir ...
* apakah aku seburuk itu ... sampai sampai suamiku merasa jijik dengan ku ,, apa sebenarnya salah ku , aku juga korban dari ini semua ,, tuhan ... aku benar benar tidak sanggup , hiks hiks ...
tangis Alena pecah ....
Alena benar benar tidak sanggup jika menahan sakit hatinya itu , ia begitu kecewa dengan tingkah suami nya , selama ini , dia selalu mengagumi Arkan dalam diam nya , tapi perbuatan Arkan membuat nya sangat kecewa ....
Alena mengelus perut datarnya lembut , ia tidak mungkin terus begini , ia harus tegar demi anak nya , iya tidak boleh lemah , ia harus kuat ...
* sayang ... ibu akan menjagamu dengan baik , ibu sangat menyayangimu nak ,, walaupun ayah mu tidak mengiginkan kehadiran mu , tapi ibu yakin , ayahmu tidak sekejam itu ...
ibu akan bersabar dengan tingkah ayah mu itu, semoga saja, ayah mu bisa menerima ibu di dalam hidup nya ...
__ADS_1
bicara Alena terus mengelus perut datar nya itu ....
tiba tiba Tampa di sadari nya suara ketukan pintu terdengar di kedua telinga nya , Alena langsung bangkit dan segera mendekati pintu itu berniat membuka nya ...
Alena terkejut saat melihat kedua wanita itu di depan nya , hati nya juga merasa sedih saat melihat wanita cantik di samping mertua nyan, dan wanita itu tidak lain adalah lisya pacar suami nya , benar saja , lisya adalah wanita yang sangat cantik , modis dan juga anggun , beda sekali dengan dirinya yang berpakaian oblong biasa , bahkan ia memakai baju yang tidak layak lagi di pakai , memang tidak bisa di pungkiri lagi , Alena menyadari kalau dia bukan lah wanita yg terlahir dari keluarga sempurna , dan iya menyadari itu ...
* apa begini sikap istri Arkan , kedatangan tamu tapi tidak di persilahkan masuk ? istri macam apa ini ....
kata mertuanya bertubi tubi , Alena terkejut dari lamunan nya , dengan cepat alena segera menyuruh ibu mertuanya dan lisya masuk ....
ucap Alena lembut dan juga menunduk ...
* apa ? kau memanggilku dengan sebutan ibu ? aku ini bukan lah ibu mu , dan kau bukan lah menantu yang aku ingin kan , kau hanyalah wanita yg tidak tau diri yang memasuki kehidupan anak ku dengan cara curang mu itu ,, benar yg di katakan Arkan , kau itu hanyalah wanita jalang , yang menginginkan uang nya saja ....
ucap mertuanya kejam ...
__ADS_1
* ibu ... apa maksud mu mengataiku jalang ...
jangan berkata seperti itu ibu ... aku ini menantu mu ...
ucap Alena entah keberanian dari mana iya mampu mengeluarkan kata kata itu ,,
kemudian marzela menarik rambut Alena kasar , hari ini benar benar membuat hati Alena terluka , tadi pagi suaminya yg memperlakukan Alena seperti ini , dan sekarang mertuanya ,
lisya hanya bisa tersenyum saja saat melihat Alena di siksa seperti itu ...
* sudah ku bilang ! jangan memanggil ku ibu !! aku bukan lah ibu mu ! mulai hari ini kau harus memanggil ku nyonya ! kau paham!!!!
tegas marzela kesal ....
Alena hanya bisa menangis , ia merasakan sakit di hatinya , Alena sempat berfikir , kenapa mertuanya sekejam itu , Alena benar benar tidak mengerti ......
__ADS_1