
alena dan juga marzela sudah sampai di rumah , kedua nya langsung memasuki rumah besar milik Arkan Tampa ada basa basi seperti mertua dan menantu lain nya ...
tiba di ruang tamu marzela dan juga Alena sangat terkejut saat melihat Arkan sudah berada di sana begitupun dengan lisya ,,,
entah mengapa saat ini marzela sudah tidak menyukai keberadaan lisya lagi , apa lagi lisya begitu manja memeluk Arkan di depannya , membuat marzela tidak ingin melihat nya ..
sedari tadi Alena hanya menunduk di belakang marzela , hatinya terasa sakit saat melihat suaminya berpelukan dengan pacarnya itu , membuat Alena, juga tidak ingin melihat nya ....
* ibu ,,, ibu berbelanja di mall membawa Alena ,, apa aku tidak salah melihat nya ,, ibu tidak merasa malu membawa gadis kampungan seperti Alena ke mall itu , benarkah Bu ?
tanya lisya dan dengan kata kata nya yg terus mengejek Alena ...
Alena hanya bisa menunduk , ia menyadari ,jika dirinya adalah gadis desa ...
marzela mengerti apa yg di rasakan oleh Alena , namun ia tidak berbicara apa apa , saat ini ia hanya bisa menutupi kasih sayang nya itu , semenjak perlakuannya tidak baik kepada Alena, membuat marzela tidak enak hati saat di rumah nya , wanita paruh baya itu terus saja mengigat perbuatan jahat nya kepada menantunya itu , dan terus saja bimbang . tapi hari ini, marzela telah merasa lega , marzela telah menilai dengan baik, bahwa Alena adalah gadis baik dan juga penyayang ....
* bawakan barang barang itu ke dapur segera , dan segera membuat sarapan untuk kami ,
__ADS_1
ucap marzela pada Alena , sebenarnya marzela tidak tega menyuruh Alena memasak sendirian , tapi apa boleh buat , ini adalah cara satu satu menjalankan rencana ....
Alena langsung menuju ke dapur tanpa ada bantahan , ia segera pergi dari sana .....
sedari tadi marzela duduk di depan Arkan dan lisya , marzela hanya diam membisu , seperti sedang memikirkan sesuatu ...
* ibu ... apa ibu baik baik saja ?
tanya Arkan khawatir melihat ibu nya ....
* tidak ,, ibu tidak apa apa , ibu hanya kelelahan saja nak ... ibu tidak apa apa ...
* apa gadis itu telah menyusahkan ibu ,, katakan kalau itu benar ,, aku akan memberikan pelajaran kepada nya segera ...
ucap Arkan lagi ....
* tidak nak ...ibu tidak apa apa ...
__ADS_1
ucap marzela lagi ....
* Arkan ... apa kau selalu memberikan uang bulanan kepada Alena ?
tanya marzela ingin tau , Arkan dengan gampangnya menyahut tidak , ia sama sekali tidak peduli dengan wanita itu ,, jadi untuk apa ia harus memikirkan uang bulanan untuk nya ,
itu akan membuang buang uang nya saja ...
batin Arkan kesal ..
* jadi jika kau tidak memberikannya uang , gadis itu mau beli pakai apa ?
tanya marzela lagi ..
* tentu saja dia beli pakai uang , uang hasil jalang nya itu !!!
tegas Arkan menatap ibu nya pelan ....
__ADS_1
marzela hanya diam , pantas saja Alena terlihat sangat kurus ,, ternyata anaknya Arkan sama sekali tidak peduli dan menafkahi istri nya itu ... marzela timbul banyak pertanyaan , jika Arkan tidak memberikannya uang bulanan , lantas , Alena dapat uang dari mana untuk membeli kan keperluan nya ...
marzela juga berfikir , tidak mungkin Alena gadis seperti itu , karna sangat terlihat jika Alena adalah gadis baik baik , dan marzela sama sekali tidak percaya dengan kata kata Arkan , marzela akan mencari tau tentang ini semua , batin nya dalam ...