
selesai memeriksa kandungan nya , Alena dan Arkan segera kembali ke mobil , Arkan langsung memasuki mobilnya , sedangkan Alena juga memasuki mobil Arkan , namun iya duduk di paling belakang , iya tak mau Arkan kembali marah seperti dulu , krna dulu , Alena sempat duduk di depan samping nya , dan membuat Arkan murka padanya ....
* mulai sekarang duduk di depan , di sampingku ..!
ucap Arkan dalam , dan penuh penekanan ...
sedangkan Alena tidak menyahut , iya benar benar tidak mendengar suara Arkan , apa lagi suara riuh orang2 membuat Alena susah mendegar suara Arkan , yg sedikit di perkecil suaranya ....
* apa kau tuli !?
bicara Arkan dengan nada sedikit tinggi , sebenar nya Arkan tidak berniat meninggikan suaranya , namun itu guna untuk Alena , agar Alena mampu mendengar nya ....
__ADS_1
* ada apa tu..tuan ... ada yg bisa saya bantu ?
tanya Alena sedikit hati hati ....
* saya menyuruh mu duduk di depan , bukan di belakang , apa kau benar benar tuli ?
ucap Arkan lagi , mendengar itu membuat Alena sedikit bingung , bukankah Arkan dulu tidak ingin jika dirinya duduk di depan tepat di samping nya , dan kenapa Arkan hari ini sudah berubah , apa jangan jangan Arkan salah minum obat , atau bagaimana ? , Alena benar benar bingung sekali , satu sisi iya takut duduk di depan , satu sisi nya lagi Arkan menyuruh nya , .....
* ayo cepat duduk ! aku sedang tidak ingin banyak bicara ...!? ....
* tu..tuan .... bukankah kau tidak mengizinkan saya untuk duduk di sana , itu adalah tempat duduk nyonya Lisya , bukankah saya tidak boleh menyentuh nya tuan? maaf .....
__ADS_1
ucap Alena menunduk , ia juga tidak berniat mengatakan hal seperti itu , namun mulut nya saat ini benar benar tidak bersahabat ...
* saya takut tuan marah seperti dulu saat saya menyentuh dan menduduki kursi itu , dan saya tidak mau tuan kembali marah lagi kepada saya , apa lagi tuan akan menglampiaskan amarah tuan kepada bayi saya , saya benar benar tidak bermaksud untuk membuat tuan marah , saya hanya melindungi diri dan juga Bayi saya dari kemarahan tuan ,,, maafkan saya tuan ....saya sedikit lancang ...
ucap Alena lembut dan sambil menunduk takut,
yah , selama ini perlakuan Arkan terhadap Alena benar benar sangat buruk , Arkan sadar , bahwa perempuan yg berstatus istrinya ini , sangat trauma terhadap nya , Arkan sangat menyesali itu , Arkan sangat merasa bersalah kepada Alena bahkan terhadap calon bayi nya yg berada di dalam kandungan Alena , Arkan bahkan menyadari bahwa dirinya bukankan seorang ayah yang baik , Arkan benar benar sangat menyesali itu ....
kemudian Priya itu turun dari mobil nya , iya membuka pintu mobil yg berada di Sabelah kiri Alena , kemudian iya mengangkat tubuh Alena pelan , dan langsung mendudukinya di depan , pas di samping ia mengemudi ....
Alena menatap Arkan lekad, begitupun dengan Arkan kedua nya sambil bertatapan , baru pertama kali ini Arkan melihat kelopak mata yg begitu indah , lentik dan juga sayu , namun bisa di lihat bahwa perempuan yg memiliki mata indah itu , sedang menyimpan beban yang teramat banyak ...
__ADS_1
Alena sangat terkejut , ia tidak menyangka Arkan bisa berbuat seperti ini , dan ini sangat mustahil Arkan melakukannya padanya , Alena benar benar tidak bisa focus dengan keadaan nya saat ini , ini bukan Arkan ...namu jika bukan diri nya siapa lagi ... Alena benar benar bingung ........
selamat membaca semuanya , maaf telat aplod nya , jangan lupa selalu mendukung novel ini , agar author bisa lebih sungguh sungguh membuat nya ,, salam cantikkk😘