
sejak dari tadi Alena terus saja mengelus lembut perut datar nya ,
Alena terus mengingat perbuatan Arkan kepada dirinya , yang sama sekali tidak menginginkan kehadirannya itu,
Alena tidak bisa membenci suami nya , diam diam Alena selalu memandang suaminya saat tertidur , Alena tidak bisa melupakan Priya itu , dulu ,ia mengagumi suaminya diam diam dari jarak jauh , dan sekarang ini, walaupun suami nya tidak mencintainya selayaknya ia sudah bisa memandang wajah Priya itu dari dekat walaupun tidak berani menyentuh nya ...
Alena bahagia ... walaupun Arkan membencinya dan juga menyiksa nya terus menerus Alena tidak peduli , ia merasa nyaman di sana walaupun Arkan terus saja menyakitinya ....
Alena selalu membayangkan hal hal yang membuat nya tidak menangis , seperti saat ini ,, ia sedang melamun tentang Arkan , dalam lamunannya Arkan memeluknya hangat membuat bibir Alena terukir senyuman yang indah dan tersadar dari lamunan nya itu ...
Alena tersenyum saat memikirkan itu dan kembali mengelus perut datar nya lagi ...
__ADS_1
* ibu tidak mengerti dengan perasaan ini nak .. semakin ayah menyiksa ibu , semakin pula ibu mencintai ayah mu ...apakah suatu saat ayah mu akan mencintai ibu juga , ibu sangat berharap jika ayah mu kelak akan membalas cinta ibu ,, tapi ibu terlalu berharap , ayahmu terlalu membenci ibu ,
dan itu tidak akan terjadi , ayah mu sama sekali tidak akan membalas cinta ibu ...
bicara Alena di dalam hayalan nya
* tapi ibu tidak sepatut nya menyerah , ibu akan berusaha untuk mendapatkan cinta dari ayah mu ...ibu akan berusaha ....
* apa pekerjaan mu di rumah ini hanya bersantai santai saja ?
sebenarnya marzela mengatakan itu hanya untuk memecahkan pembicaraannya saja , ia tidak berniat berkata seperti itu , karna ia melihat seisi rumah itu sangat bersih dan juga sudah rapi semua ...
__ADS_1
dan itu pasti Alena yg melakukan nya pikir marzela ...
* nyo ..nyonya ... maafkan saya ..sa.saya hanya beristirahat sebentar saja ...saya tidak ada maksud untuk bersantai santai ... maafkan saya nyonya ....
ucap Alena terbata ...
marzela sudah mengetahui itu , marzela langsung menyuruh Alena untuk segera membuat minuman untuk nya ..
sebenarnya marzela tidak tega melihat Alena membuat minuman untuk nya ..
marzela bisa melihat jika saat ini Alena terlihat sangat pucat dan terlihat sangat lelah ..
__ADS_1
marzela terus berpikir yg tidak tidak ,, apa selama ini Arkan tidak memberikan makan untuk gadis itu , apa Arkan selalu menyiksa nya juga , karna sangat terlihat jika gadis itu sekarang sangat kekurusan , melihat Alena membuat marzela merasa memprihatinkan kepadanya ...
benar saja ... Arkan sama sekali tidak memperdulikan Alena sudah makan atau tidak , karna selama ini Alena tidak lagi memasak untuk nya ,di karenakan keinginan Arkan sendiri yang tidak mau memakan buatan wanita menjijikan seperti nya , bahkan uang bulanan saja Arkan sama sekali tidak memberikannya , karena Arkan juga tau, iya tidak makan di rumah dan pastinya uang bulanan itu tidak perlu di kasih kepada wanita itu. tapi setidak nya Arkan menafkahinya, bukankah Alena saat ini sedang mengandung anak nya , tapi apa peduli nya , Arkan sama sekali tidak peduli dan juga tidak ingin tau sama sekali .. Alena hanya bisa makan sekedarnya saja , dan itu pun hasil dia bekerja seharian di warung pak Dadang , selama ini Alena membagikan waktunya separuh , separuh untuk pekerjaan rumah dan seperuh nya lagi ia bekerja di warung pak Dadang yg berada tidak jauh dari rumah nya itu ...