
beberapa jam kemudian Nadia sampai di Bandung . dan tidak lupa memberi kabar pujaan hatinya.
"halo sayang kamu udah sampai ?"
"iya mas ini aku lagi sampai , langsung kabarin kamu .."
"sayang kamu disana berapa hari ? aq udah rindu...kamu cepet balik kesini yah sayang." unjar bra'iyan mengeluarkan kata-kata mengombal
" bisa aja gombal nya..haha"
"jadi kamu disana berapa hari ?"
"tergantung mas urusan ku di sini "
"yaudah hati hatiya jaga kesehatan , jangan lupa kalo ada apa apa kabarin mas ."
"iya mas udah dulu ya ...,bay sayang"
__ADS_1
* / * / * / * / * / * / * /
selama beberapa Minggu Nadia tidak ada kabar , membuat hati bra'iyan , campur aduk dan cemas menjadi satu .. bra'iyan selalu berusaha menghubungi Nadia pagi ,siang ,sore , malam tapi Nomor Nadia tidak aktif ,dan terakir aktif seminggu setelah keberangkatan nya dari Jakarta. itu semakin membuat hati bra'iyan kacau.
beberapa hari kemudian.
bra'iyan Inging keluar untuk makan siang .dan dia melihat sosok yang dirindukan selama ini di lobby kantor nya.
"sayang ...kamu sudah kembali ." mendekat dan Langsung memeluk Nadia tanpa memperdulikan orang orang di sekitar mereka .
"iya pak.. saya kembali ,ada yang saya ingin bicarakan bisa bapak meluangkan waktu bapak sebentar" kata kata sweet dan romantis sudah tidak ada lagi pada Nadia semua berubah menjadi formal layaknya atasan dan kariyawan.
"sayang kamu mau makan apa ?"
"tidak usah pak saya hanya ingin bicara dengan bapak."
"sayang kamu ini kenapa ,kamu dari tadi hanya diam aja ,terus kenapa kata kata kamu jadi formal gitu sih sayang ,kamu kenapa ada masalah , cerita ya sayang .? " rasa penasaran ,rindu, dan sedikit kecewa memenuhi dada bra'iyan.
__ADS_1
"tidak apa apa pak ,saya sudah mengundurkan diri dari kantor bapak " jawab nadia menenudukan kepalanya tidak berani menatap bra'iyan karena dari hati nya yang terdalam Nadia tidak mau menyakiti hati orang yang paling dia sayang.
"hah " ekpresi wajah bra'iyan berubah menjadi terkejut atas apa yang di bicarakan nadia."kamu jangan bercanda deh sayang , apa kita Minggu depan nikah aja ya ,jadi walaupun kita gak jadi rekan kerja kita jadi pasang suami istri kan.?" jawab bra'iyan dengan antusias. dan Nadia hanya menggeleng kan kepala .
"enggak pak saya ingin menyudahi hubungan kita smpai disini , saya tidak pantas untuk bapak .dan semoga bapak bisa mendapatkan yang lebih baik dari saya " secara refleks bra'iyan langsung mencengkram bahu Nadia dan menggoyang goyangkan nya,
"sayang kamu boleh ngeprak aku sesuka kamu tapi gak kayak gini."
Nadia berusaha melepaskan tangan bra'iyan di bahu nya dan menggenggamnya dan berkata "saya serius pak semoga bapak mendapatkan yang lebih baik dari saya "
bra'iyan terlihat bingung dan syok ,tanpa ada yang berkata kata lagi Nadia langsung meninggalkan bra'iyan yang terlihat bingung
bra'iyan hanya bisa memanggil manggil Nadia ,tapi Nadia tidak menggubris nya.
sesampainya di apartemen Nadia langsung memeluk ibu dan ayahnya sambil bercucuran air mata.
"sudahlah nak ,jangan nangis ibu percaya ini keputusan yang tepat untuk kamu dan dia ,karna kamu gak mau ngerepotin dia dan membuat dia semakin sakit hati kan nanti nya " ibu Nadia berusaha menenangkan Nadia
__ADS_1
"iya Bu , Nadia ke kamar dulu ya ."
"iya sayang , istirahat ya biar kamu gak drop ,mely temenin kakak kamu ya " unjar mama Nadia pada Nadia dan adiknya .