
sekarang Arkan dan juga Alena telah berada di mobil , keduanya sama sama diam , Tampa ada satupun yg berbicara , sedangkan Arkan terus saja menyetir mobil nya , dan Alena iya hanya diam disana ......
Alena merasa dingin sekali , dengan pelan, ia memeluk dirinya sendiri , ia tidak ingin jika ia masuk angin nantinya , dan juga itu akan buruk pada kondisi janinnya , Alena terus memeluk dirinya sendiri ,,
sedari tadi Arkan terus melihat Alena lewat kaca spions di depan nya , ia sedikit merasa kasihan , entah kenapa , saat melihat Alena seperti itu , Arkan benar benar merasa sangat kasihan , apa lagi dengan keadaan Alena yg sedang hamil itu ....
Arkan tidak peduli , kemudian Priya itu menepis jauh jauh rasa kasian itu , iya tidak boleh jatuh begitu saja , bukankah ia sangat benci dengan wanita itu , batin Arkan lagi....
sudah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah Arkan yg besar itu , Arkan memarkirkan mobilnya di samping rumah nya , Arkan hendak menyuruh Alena untuk segera turun dari mobil nya itu , dan Alena ternyata sudah lama tertidur di sana ...
saat ini , saat melihat ke arah Alena , Arkan merasa kasihan kembali , ia bisa melihat , jika Alena sangat lah kurus , bahkan saat Arkan melihat mata yang terpejam itu Arkan merasa kasihan sekali , disana Arkan bisa menilai jika Alena memiliki beban yg cukup banyak , membuat Arkan kembali merasa kasihan ...
tiba tiba Tampa di sadari nya , Alena terbangun , Arkan terkejut, karna saat itu Arkan sedang memandang manik mata Alena yg terpejam ...
Alena mengucek matanya pelan , ..
__ADS_1
* tu..tuan .... maafkan saya ... saya .. saya tidak sengaja tertidur disini ... maafkan saya ...
ucap Alena menunduk ketakutan ..
* cepat turun ,, !!!
ucap Arkan cuek dan juga sedikit tegas , membuat Alena langsung menuruni mobil mewah itu ...
di kamar , Arkan terus memainkan laptop nya , ia harus menyelesaikan tugasnya malam ini , dan besok ia akan menginformasikan kepada pegawai pegawainya untuk segera membangun cabang perusahaannya di luar negri , membuat arkan sedikit merasa sibuk ..
sedangkan Alena , ia sudah lama tertidur di lantai itu , sepertinya tidurnya sangat nyenyak , ia benar benar kecapean setiap pagi harus mengurus rumah itu Tampa ada pembantu , membuat Alena harus banyak memberikan energi kepada tubuh nya , apa lagi dengan keadaan nya yg sedang hamil ...
Arkan terus menatap ke arah gadis kecil itu ...
* tidurnya sangat nyenyak ,, apa dia terlalu lelah hari ini ? tapi yasudah lah , buat apa juga aku memikirkan gadis busuk itu , yg ada akan membuang waktuku saja ...
__ADS_1
ucap Arkan membatin ,,
tiba tiba Arkan mendengar sesuatu , sepertinya Alena mengigau...
* ibu ....ayah ....ibu .,...ayah.....bawa Alena pergi dari sini .....Alena ingin bersama kalian...
bawa Alena pergi ibu ..,..
Alena terus saja mengigau , Arkan semakin penasaran, kemudian laki laki itu mendekati Alena , dan membangunkan wanita itu dengan cepat ...
* bangun !!! cepat bangun !!!
panggil Arkan membuat Alena sekejap bangun , kemudian Alena bangkit dari tidur nya ia juga mengucek matanya pelan ....
* kalau tidurmu mengigau seperti itu mendingan kau tidur di luar saja ! mengganggu saja!!!!
__ADS_1
ketus Arkan pada Alena , Alena hanya bisa menunduk , dan juga meminta maaf ,,
tapi alena juga merasa sedih , Arkan sama sekali tidak peduli padanya , apa lagi saat ini Alena benar benar terpuruk sekali , batin Alena ......