
tiba tiba Alena terbangun dari tidurnya , ia sangat terkejut , saat mendapati Arkan yg sedang mengelus ujung matanya dengan lembut , begitu juga dengan Arkan , Arkan merasa malu , saat ia terciduk seperti itu ,
Dengan itu , Arkan langsung mundur dari Alena , dan menyuruh Alena segera turun dari mabil nya , guna untuk menutupi malu nya itu ...
* tu...tuan .... mengapa anda membawa saya ke rumah sakit ....?
tanya Alena ingin tau , ia juga heran mengapa ia sudah berada di sana ....
* cepat turun !!! saya tidak ingin mendengar pembicaraan dari mulut jorok mu itu.....
ucap Arkan dengan sangat egoisnya ...
* tu...tuan .... tuan tidak berniat jahat kan terhadap bayi saya ....
bicara Alena dengan air mata yg sebentar lagi akan menetes ,. melihat itu membuat Arkan merasa sedih , ia tidak tega melihat gadis itu bersikap seperti itu pada nya...
* apa aku terlihat ingin membunuh bayi mu ...
katakan !!!!
ucap Arkan dan juga sedikit bertanya ...
__ADS_1
Alena semakin takut , ia tidak dapat berbicara lagi , ia bukan menuduh , tetapi dia hanya takut saja , karna Arkan sangat membenci bayi itu ....
* kenapa kau diam !!! apa aku terlihat seperti seorang pembunuh !!!!
* saya.....saya...takut...tuan .....
hiks ..hiks ....hiks ......
Alena benar benar terlihat ketakutan , saat ini Alena menangis sejadinya ,
kemudian Arkan merasa kasihan , laki laki itu kemudian menenangkan Alena dengan lembut , tidak biasa nya Arkan bersikap seperti itu , Arkan benar benar sangat bersalah .......
* tenanglah ....aku tidak akan menyakiti bayi mu ...ayo , bukankah kau ingin memeriksa keadaan bayi mu , ....
* ayo ,, .....
ucap Arkan mengejutkan Alena ,,
kemudian Alena pun menghapus air matanya pelan , dan mengangguk kecil ......
______________________________________________
__ADS_1
usai di periksa , kemudian Alena dan juga Arkan duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter tersebut ....
* nyonya , mohon maaf sekali , apa nyonya belakangan ini kelelahan ? seharusnya jika sedang hamil muda seperti nyonya , seharusnya nyonya harus memperbanyak istirahat , saat ini bayi nyonya lemah sekali , bahkan dia kekurangan gizi di dalam , saya tidak bisa berbuat apa apa nyonya , jika nyonya terus melakukan pekerjaan berat , saya tidak bisa menjamin jika bayi nyonya akan selamat , , bayi nyonya benar benar lemah sekali ......
ucap dokter itu sedikit menekankan Alena , mendengar itu Arkan kecewa pada dirinya , Arkan sama sekali tidak memperdulikan darah dagingnya , yang saat ini sedang lemah , Arkan merasa bersalah , bahkan melindunginya saja ia tidak mampu, Arkan benar benar laki laki tidak bertanggung jawab sama sekali , karnanya , bayi nya lemah seperti itu ....
begitu juga dengan Alena , saat ini Alena sangat khawatir dengan keadaan bayi nya , ini bukan pertama kalinya dokter mengatakan hal seperti itu , namun Alena tidak bisa berkata apa apa , ia sama sekali tidak mampu , dan Alena hanya bisa memikirkan , apa yang harus dia lakukan , Alena benar benar sedih sekali .....
* tuan ,,, apa tuan ayah dari bayi itu ?
tanya dokter sedikit ingin tau ....
Alena terkejut saat mendengar pertanyaan dokter itu , Arkan sebenar nya ingin mengangguk , namun Alena tiba tiba saja ....
* Bu...Bu...bukan dok ...dia bukan ayah dari bayi ini .... tuan ..tuan ini ...tuan ini majikan saya dok .....
ucap Alena getir , ia tidak mungkin mengatakan ia , ia sempat berfikir , jika ia mengatakan bahwa Arkan ayah dari bayi nya , Arkan pasti akan memarahinya , dan juga memperlakukannya seperti dulu , saat ia mengakui nya di kantor Arkan .,..
Alena tidak ingin itu terjadi , alena benar benar takut sekali ....
mendengar itu membuat Arkan merasa bersalah , sebenci itu kah Alena terhadap nya ....Arkan benar benar sangat bersalah......
__ADS_1
jangan lupa like nya dan juga komentar nya ya🤗