
di kamar ..
Alena membereskan isi lemari baju Arkan ...
mengingat besok pagi banyak sekali pekerjaan, membuat Alena harus menyelesaikan tugas nya sedikit dikit , hanya untuk meringankan pekerjaan besok , lagi pula , Alena malam ini tidak bisa tidur , yah , usia kandungan nya saat ini sudah membuat Alena sedikit lelah , pasalnya , bulan ini, Alena sangat susah tidur , dan itulah alasan Alena untuk membersihkan semua pekerjaan nya malam ini ...
Arkan terus mengetik laptop nya , sesekali iya memandang ke arah Alena , Arkan baru sadar sekarang , jika Alena sangat lah cantik, bahkan gadis itu terlihat manis dan juga imut , entah mengapa , saat memandang wajah Alena , Arkan semakin semangat bekerja , membuat Arkan semakin frustasi ......
Arkan juga heran , kenapa jam segini Alena belum tidur , bahkan Arkan merasa ada hal yang aneh , beberapa bulan ini Alena selalu bergadang , membuat Arkan semakin heran ....
* kenapa kau tidak tidur terus ...
bukankah besok pagi banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan ...? !!!
tanya Arkan sedikit cuek , namun Priya itu sama sekali tidak melihat ke arah Alena , Arkan fokus pada laptop nya ,
__ADS_1
Alena menjadi heran , sejak kapan Arkan peduli , selama ini Arkan sama sekali tidak menyuruhnya untuk tidur , bahkan sama sekali tidak peduli , mau dia tidur kek , atau apa , Arkan sama sekali tidak pernah peduli padanya , tapi , Alena heran malam ini , Arkan seakan akan menyuruhnya tidur , dan itu artinya Arkan sudah mulai memperhatikan nya , batin Alena , Alena sangat senang , semoga saja itu benar terjadi , bahkan Alena sangat rindu dengan perhatian kecil Arkan , batin Arkan ....
* apa kau sekarang sudah menjadi gadis tuli ?
besok kau harus mengerjakan pekerjaan rumah , apa kau tidak capek , jika tidak , aku akan memberikan pekerjaan yang lebih berat lagi besok , supaya kau semakin tersiksa di rumahku ....
ucap Arkan sedikit menegas, entah mengapa , disaat Arkan mengeluarkan kata kata itu , membuat Arkan merasa bersalah , ia merasa bahwa dirinya benar benar Priya yang paling jahat , namun ia tidak peduli , Arkan hanya ingin Alena tau , jika dirinya masih membenci Alena ....
mendengar hal itu Alena merasa sedih , sebegitu tega kah Arkan kepada nya , bahkan Priya itu tidak melihat Alena yang sedang hamil besar , Alena benar benar tidak habis pikir ....
saya akan melakukan sesuai dengan perintah tuan ....
ucap Alena lembut , dan kembali melipat baju Arkan yang berserakan di dalam lemari itu ....
mendengar itu membuat Arkan merasa iba , sebenarnya gadis seperti apa Alena itu , batin Arkan ....
__ADS_1
* kau tenang saja , besok pagi aku akan menyuruhmu bekerja keras , aku akan menyuruh bibik untuk duduk saja , dan kau harus bekerja dari pagi sampai sore , aku sama sekali tidak akan memberimu izin untuk beristirahat , sama sekali tidak ......!!!!
ucap Arkan penuh tekanan .....
Alena hanya menjawab iya saja , dan Alena terus membersihkan lemari itu ....
sekarang sudah menunjuki jam 12 malam , Arkan sudah mulai menguap , Priya itu merasa kantuk sekali, Arkan pun menutup laptop nya , dan segera menuju ranjangnya berniat ingin tidur , namun Priya itu melihat ke arah Alena , gadis itu masih saja merapikan lemari nya , bahkan sama sekali tidak tidur , bukankah besok ia akan mengerjakan pekerjaan berat yang di berikan Arkan padanya , gadis itu benar benar keras kepala ....
* kenapa kau masih disini , besok kau bekerja keras , seharusnya jam segini kau sudah tidur ,,,
suruh Arkan lagi , kemudian Alena tersenyum ke arah nya , wanita itu terlihat manis sekali ....
* maafkan saya tuan , saya tidak bisa menuruti apa yang tuan perintahkan , dalam bulan ini saya benar benar susah sekali tidur , dan ini di pengaruhi hormon kehamilan saya , saya minta maaf , jika saya mengganggu anda ...
ucap Alena lembut , kemudian gadis itu pun pergi dari sana, ia tidak ingin jika kehadirannya hanya membuat Arkan terganggu ....
__ADS_1
mendengar itu membuat Arkan tiba tiba merasa bersalah , selama ini Alena menyimpan kelelahan yang amat menyiksa nya , arkan merasa bahwa diri nya benar benar Priya yang jahat , bahkan Arkan sempat memberikan pekerjaan lebih berat lagi untuk Alena , hanya demi Alena tersiksa , Priya macam apa aku ini ,,,,batin Arkan menyesal dengan dirinya ,....