
hari ini Alena sedang membersihkan halaman rumah besar itu , Alena terus menyapu hingga bersih , ia juga lelah harus melakukan itu setiap hari , apa lagi taman rumah itu luas sekali , membuat tubuh Alena terasa pegal , tapi apa boleh buat , ini adalah kemauan suami nya , Arkan sama sekali tidak membiarkan Alena untuk istirahat , Arkan benar benar laki laki kejam , ia tega membiarkan gadis yang sedang hamil muda melakukan hal yang melelahkan seperti ini ...
Alena terus menyapu halaman nya , tiba tiba ia mendengar suara Arkan dari arah jauh , seperti nya ada hal penting yang ingin di bicarakan nya , Alena pun langsung pergi dari sana , dan menghampiri Arkan suami nya ..
* dasar gadis lambat !!! kau benar benar wanita yang tidak berguna sama sekali !!!!
ucap Arkan agak keras ....
Alena hanya bisa menerima makian seperti itu setiap pagi , namun ia tidak bisa berbicara apa apa , dengan hatinya yang hancur , ia berusaha menerima itu semua ...
sedari tadi wanita seperuh baya itu terus menyaksikan sepasang kekasih tersebut , ia heran , sebenarnya mereka suami istri apa bukan , karna ia merasa Arkan sama sekali tidak memperdulikan istrinya itu , yah ..wanita itu adalah bik Inah pembantu rumah besar keluarga Pratama , mulai hari ini , bik Inah menjadi pelayan di rumah Arkan , dan itu marzela yang mengaturnya , marzela menyuruh Erwin untuk mengatakan itu pada Arkan , agar Arkan tidak membantah , marzela sengaja melakukan itu , ia tidak ingin melihat Alena terus menerus seperti pembantu di rumah anaknya , apalagi Alena sedang hamil muda , dan itu membuat marzela tidak tega ..
__ADS_1
bik Inah terus menyaksikan Arkan yang sedari tadi meneriaki Alena , ini benar benar aneh , batin bik Inah dalam ...
* maafkan saya tuan .... sebenarnya apa yg ingin tuan sampaikan kepada saya ?
tanya Alena hati hati , bik Inah terkesiap mendengar nya "tuan" beralti ada yg tidak beres di dalam rumah tangga ini , batin bi Inah lagi ....
* mulai sekarang bi Inah akan bekerja di rumah ini , dan ini adalah kemauan ayah ku , jadi , kau tidak perlu berbangga hati , kau tidak perlu duduk santai di rumahku ini , karna kau juga pembantu di rumah ini kau paham ....
jelas Arkan tegas....
ucap Arkan dan segera pergi dari sana menuju mobil nya ....
__ADS_1
Alena menghapus air matanya pelan , sebenarnya ia juga tidak ingin memperlihatkan kesedihannya pada bik Inah , dengan cepat Alena menghapus air mata nya .
Alena menyuruh bik Inah masuk kedalam rumahnya dengan ramah ,
* bik , apa perlu Alena membuatkan minumannya dulu , tunggu sebentar , Alena akan membuat minuman dulu untuk bibik ..
ucap Alena sedikit parau...
* nyonya , tidak perlu , saya bisa membuatnya sendiri , saya tau , nyonya pasti kelelahan sejak dari tadi ....
* bik , tidak apa apa , biarkan Alena membuat minumannya dulu , dan ya , panggil saja saya Alena bik , karna Alena bukan nyonya di rumah ini , jika bibik memanggil itu di depan tuan Arkan , tuan Arkan pasti akan memarahi bibik , panggil saya Alena saja ...
__ADS_1
* baiklah nak ,, kau tidak perlu melakukan itu , bibik akan membuat nya sendiri nanti ...
ucap ibu separuh baya itu lembut ....