Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
1. pura pura


__ADS_3

" Rasya , Lo lagi ngapain " ucap Aqeela senang sambil duduk disebelah Rasya " Lo buta ya " ucap Rasya dingin yang membuat Aqeela terdiam " mm dinner yuk " ucap Aqeela " gue, sibuk , sana pergi " ucap Rasya dingin " ini dinner keluarga " ucap Aqeela senang


" mm permisi kak " ucap seorang gadis yang membuat Rasya dan Aqeela menoleh " saya mau tanya yang namanya kak Rasya di mana ya" ucap gadis itu lembut " kenapa Lo cari Rasya " ucap Aqeela judes " gini kak saya di suruh minta tolong sama kak Rasya oleh Mrs. Laren " ucap gadis itu sedikit takut " ada apa " ucap Rasya sedangkan gadis itu sibuk berpikir


" aku Rasya " ucap Rasya dingin " o, iya kak begini saya harus ke ruang ketua OSIS tapi itu butuh persetujuan kak Rasya " ucap gadis itu sopan " au bisa pergi " ucap Rasya dingin


" kalau begitu saya permisi dulu " ucap gadis itu sopan dan tiba-tiba terjatuh " aduh " ucap gadis itu " kau tidak apa-apa " ucap Rasya bergegas membantu " ih Rasya, dia kan bisa bangun sendiri " ucap Aqeela kesal " kau tidak melihat dia kesakitan , apa kau setega itu " ucap Rasya kesal sambil memapah gadis itu " aau, aduh sakit " ucap gadis itu kesakitan " coba ku lihat " ucap Rasya setelah membantu gadis itu duduk


" aish " ucap Aqeela kesal lalu pergi , tiba tiba


" aaa, aduh kaki ku " ucap Aqeela kesakitan sambil memijat kakinya yang tergelincir


" jangan pura pura " ucap Rasya dingin " apa kau pikir aku berpura pura , kau pikir hanya demi perhatian mu aku rela menyakiti diri ku, ingat ini , aku mungkin menyukai mu namun itu saat ini , belum tentu hari berikutnya " ucap Aqeela kesal sambil berusaha berdiri dengan kaki nya yang keseleo , lalu pergi dengan dadanya yang sedikit sesak yang membuat Rasya terdiam " aau , kak sakit " ucap gadis itu sambil melihat Rasya yang terdiam


" o iya maaf, ayo kita ke UKS " ucap Rasya sambil memapah gadis itu lalu pergi

__ADS_1


" di mana obat ku " ucap Aqeela kesakitan sambil mengotak -ngatik tasnya " akhirnya" ucap Aqeela lega setelah meminum obat nya


" sebaiknya aku tidak membiarkan obat ku di tas " ucap Aqeela sambil memasukkan obatnya ke dalam saku nya , karena dia tidak ingin ada yang tahu tentang penyakitnya " kenapa aku bodoh sekali , kenapa aku bilang seperti itu tadi , aish sial ini mah namanya senjata makan tuan " ucap Aqeela membicarakan dirinya sambil mengacak acak rambutnya


" Qeel , Lo kenapa " ucap teman temannya yang baru masuk "hm nggak kok , nggak ada " ucap Aqeela mematung sambil memperbaiki rambutnya lalu duduk di kursi nya " oo iya Qeel tadi kami lihat kok Rasya sama cewek " ucap salah satu temannya " o itu tadi gue , habis ngasih dia pelajaran tapi malah jadi senjata makan tuan " ucap Aqeela santai " hahaha , makanya Lo itu harus lebih pinter dong " ucap teman temannya tertawa " aish sialan lu " ucap Aqeela kesal ' tapi gue heran kenapa tadi gue tiba-tiba jatuh ' ucap batin Aqeela heran


" akhirnya pulang juga " ucap salah satu teman Aqeela " Qeel pulang bareng yuk " ucap salah satu temannya " hari gue ada urusan " ucap Aqeela sambil merapikan bukunya " iya urusan Rasya kan " ucap temannya yang membuat Aqeela menoleh " tahu aja " ucap Aqeela sambil tersenyum " dasar Lo bucin nya selangit " ucap temannya " Lo tau kan bucin, budak cinta jadi gue kan budak ya harus sama tuan gue lah " ucap Aqeela senang " dasar , bisa aja lu " ucap temannya " gue kan pinter " ucap Aqeela senang " iya pinter ngebucin " ucap temannya


" kalian jangan lupa dia kan salah satu murid terpandai " ucap salah satu temannya yang diikuti anggukan dari Aqeela " iya, tapi tidak sepintar si Sandrina " ucap salah satu temannya " iya tu anak pinter si pinter tapi , cuek banget , gue nggak suka " ucap salah satu temannya " hus kalian ini suka banget ngegosip" ucap Aqeela " masih mending kita nah lu gara gara lo murid di sini pada kena mental sampe sampe mereka pengen pindah sekolah " ucap temannya " ah udah gue duluan, bye " ucap Aqeela lalu pergi


" jujur sebenarnya gue nggak suka sama si Aqeela " ucap salah satu temannya " jujur gue juga, tapi dia aja yang beruntung lahir dari keluarga kaya " ucap yang lain " iya, gue juga terpaksa karena mami gue maksa deketin si Aqeela biar dia cerita kalau keluarga gue itu baik dan bokap nya mau kerja sama , dia kan anak kesayangan " ucap yang lain " satu lagi karena dia kita bisa dapat nilai yang lumayan " ucap yang lain senang


" Rasya tumben si Aqeela nggak ke sini " ucap temannya " nggak apa nya tu " ucap yang lain sambil melihat Aqeela yang sedang berlari


" wah saking nggak mau nya buat Rasya nunggu , dia sampe lari , dia memang keren " ucap temannya kagum " keren apa nya, dia selalu buat gue nggak nyaman " ucap Rasya dingin " hai semua " ucap Aqeela senang

__ADS_1


" Qeel lo keren " ucap salah satu teman Rasya


tapi tidak di hiraukan oleh Aqeela " hari ini gue pulang dengan kalian " ucap Rasya dingin sambil melihat teman teman nya " iya, tidak apa-apa , kalau gitu gue duluan jemputan gue udah dateng " ucap Aqeela senang lalu pergi


" Sya si Aqeela kenapa, tumben biasanya dia selalu buat alasan " ucap temannya heran


" mana gue tahu " ucap Rasya dingin sambil melihat mobil Aqeela yang semakin jauh


' maaf Rasya , gue nggak mau lo sedih, walaupun gue tahu lo nggak akan sedih ngeliat gue yang rapuh sekalipun , gue cuma mau ngisi waktu gue buat deket sama lo , makasih lo udah tahan di dekat gue yang jahat dan penyakitan ini ' ucap batin Aqeela sambil menangis menutup matanya


" non, nona kenapa " ucap sopirnya sopan


" o nggak kok , aku cuma kelilipan aja tadi , tapi perih nya masih sampai sini " ucap Aqeela mengelak sambil menghapus air matanya


" mama papa " ucap Aqeela senang sambil memeluk orang tuanya yang sedang duduk bersebelahan " gimana sekolahnya " ucap mama Aqeela senang " baik, hari ini aku makan siang dengan Rasya " ucap Aqeela berbohong

__ADS_1


" Qeela senang " ucap papanya " iya dong " ucap Aqeela " bagus, tapi ingat harus jaga batas , kalian itu masih dalam masa perkenalan, bukan tunangan apalagi suami istri, o iya papa liat kayaknya kaki mu pincang " ucap Ayahnya " nggak aku ok , papa ku sayang" ucap Aqeela senang, ' maaf ' ucap batin Aqeela sedih


sebenarnya Aqeela dan Rasya dijodohkan sejak kecil


__ADS_2