
" sekarang semuanya lebih mudah, tapi kenapa aku merasa sedih , tadinya aku mau pergi dengan bahagia tapi sekarang gara gara aku tidak bisa mengendalikan diri semuanya jadi begini " ucap Aqeela sedih sambil berjalan menahan perih kakinya ke arah UKS dengan barang nya
" Mia, katakan siapa yang memulai pertengkaran itu " ucap guru kelas nya sedangkan di balik jendela ada Alissa yang sedang mengancam yang membuat Mia takut ,
" Mia, jawab kalau kamu tidak bicara salah satu dari mereka akan mendapatkan ketidak adilan " ucap gurunya " mm saya tidak tahu, saat saya sampai di sana saya hanya melihat kalau kak Aqeela sedang menarik rambut Alissa dan membuat nya berlutut kesakitan " ucap Mia gugup berbohong yang membuat Alissa tersenyum " apa kau tidak berbohong " ucap gurunya yang diikuti anggukan dari Mia
" halo Bu Linda " ucap guru Alissa " ya Bu " ucap Bu Linda " Bu saya sudah mencari tahu dari murid saya , sebaiknya Aqeela tidak di berikan hukuman yang berat karena kita tidak tahu kejadian yang sebenarnya dan saya juga akan memberikan hukuman untuk Alissa yang bertengkar dengan Aqeela tadi " ucap guru itu
" baiklah , kalau begitu saya matikan " ucap Bu Linda lalu mematikan handphone nya
" baiklah Mia pergi dan suruh Alissa ke sini, mengerti " ucap gurunya yang diikuti anggukan dari Mia
" Sya " ucap Aqeela saat berpapasan dengan Rasya yang menuju arah sebaliknya tapi tidak di hiraukan oleh Rasya
" sekarang apa yang harus aku lakukan , di satu sisi aku senang tapi di sisi lain aku sangat sedih " ucap Aqeela sedih
" kerja bagus " ucap Alissa senang berbisik di telinga Mia yang membuat Mia merasa bersalah
" sekarang bagaimana aku kembali menjadi aku yang sebelumnya " ucap Aqeela menangis diam memejamkan matanya duduk di pinggir ranjang di ruang UKS
" kalo sedih jangan di tahan " ucap Rey tiba tiba datang yang dari tadi memperhatikan Aqeela , sambil membalut luka Aqeela yang membuat Aqeela menoleh " aku bisa melakukannya sendiri " ucap Aqeela menarik kakinya " aku tahu, hanya saja aku ingin membantu mu " ucap Rey " kalau begitu pergi, itu akan membuat mu membantu ku " ucap Aqeela datar yang membuat Rey berdiri menatapnya setelah membalut lukanya
" aku tidak bisa " ucap Rey " apa kau mengasihani ku " ucap Aqeela menatap Rey
namun, Rey tidak menjawabnya
__ADS_1
" kau tidak perlu melakukan itu , aku tidak membutuhkan nya " ucap Aqeela tersenyum, dan berjalan pergi
" tentu saja kau membutuhkan, bukan hanya kau tapi semua membutuhkan nya , kalau tidak siapa yang akan menghibur , mendukung dan menemanimu di saat kau sendiri membutuhkannya " ucap Rey yang membuat Aqeela berhenti dan menoleh
" memang kau tahu apa yang membuat ku membutuhkan kasihan mu " ucap Aqeela
" aku tahu kau tidak bersalah " ucap Rey
" apa kau memiliki bukti " ucap Aqeela
" aku memang tidak memiliki bukti , tapi tidak ada orang yang terus menyatakan dirinya bersalah , selain itu aku akan mendapatkan buktinya " ucap Rey " jangan terlalu cepat percaya kepada orang lain yang baru kau kenal karena kau tidak tahu bagaimana dia sebenarnya " ucap Aqeela " tapi bagiku kau bukan orang asing " ucap Rey " kau , mulai melantur " ucap Aqeela tersenyum dan hendak pergi
" aku sudah sering membantu mu " ucap Rey yang membuat Aqeela berbalik " kau harus membalas ku , karena kau aku tidak bisa merasakan suasana pesta sekolah pertama ku di sini " ucap Rey " aku harus apa " ucap Aqeela
" apa aku bisa menolak " ucap Aqeela " entahlah, mungkin saja kau akan lebih dulu melupakan nya " ucap Rey " seperti katamu, aku tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi " ucap Aqeela sambil menaruh barang nya
" ayo kenapa kau diam " ucap Aqeela berdiri di depan Rey " mm iya " ucap Rey , lalu memutar melodi dari handphone nya dan mulai berdansa
" kenapa kau berkeringat " ucap Aqeela sambil berdansa " aku hanya kepanasan " ucap Rey " aneh padahal AC nya nyala kok " Aqeela heran " ya, itu karena aku terbiasa menyetel suhunya di bawah suhu ini " ucap Rey berbohong
" hm apa kau grogi " ucap Aqeela tersenyum
" tidak " ucap Rey
" hm kau lumayan juga " ucap Aqeela tersenyum yang membuat Rey merona " dansa nya, bukan tampang nya " ucap Aqeela tersenyum yang membuat Rey juga tersenyum kecut
__ADS_1
" hm baiklah sekarang sudah selesai kan " ucap Aqeela senang yang diikuti anggukan dari Rey
" apa luka kaki mu yang sebelumnya sudah lebih baik " ucap Rey " ya, aku sudah mengoleskan obat, lukanya sih masih hanya saja sakit nya sudah tidak terasa , judul luka lama menghilang di ganti dengan luka yang baru , bagus kan " ucap Aqeela senang yang diikuti senyuman dari Rey " aku juga memiliki judul, sahabat masa kecil yang ku sayangi melupakan ku " ucap Rey tersenyum " sabar " ucap Aqeela tersenyum " kalau begitu aku duluan ya, terima kasih " ucap Aqeela yang diikuti senyuman dari Rey
" Alissa, begini karena kami tidak tahu siapa yang salah dan benar, ibu memutuskan kamu diskors selama dua Minggu, ibu harap kamu mengerti " ucap gurunya
" iya Bu saya terima " ucap Alissa memasang raut wajah seperti dialah korban " kalau begitu ibu akan menghubungi ayah mu " ucap gurunya yang membuat Alissa seketika berubah
" jangan Bu " ucap Alissa yang membuat gurunya heran " maksud saya begini Bu, orang tua saya sangat tegas dan emosian saya takut jika mereka tahu mereka akan melakukan hal yang tidak bisa saya bayangkan , jadi saya mohon bantuannya , ibu tenang saja saya yang akan mengurus nya " ucap Alissa memasang wajah sedih
" hebat juga , aib keluarga sendiri diumbar " ucap Sandrina tersenyum di balik jendela tanpa ada yang menyadari
" Aqeela kamu yakin dengan keputusan mu, ibu hanya memberi dua Minggu loh " ucap Bu Linda " iya Bu saya yakin dengan keputusan saya " ucap Aqeela " ibu sudah menghubungi ayah mu apa " ucap Bu Linda " terima kasih, dan tolong maafin saya Bu " ucap Aqeela
" ibu merasa kamu tidak bersalah tapi karena tidak ada nya bukti ibu tidak bisa melakukan apa pun , karena ini juga menyangkut reputasi sekolah " ucap Bu Linda " terima kasih Bu " ucap Aqeela " loh Qeela kaki mu kenapa " ucap Bu Linda menyadari kaki Aqeela yang dibalut
" tadi saya tidak sengaja jatuh dan tergores " ucap Aqeela berbohong " maaf, ibu tidak menyadari nya tadi " ucap Bu Linda merasa bersalah " tidak apa-apa Bu , tadi saya kan udah pake obat " ucap Aqeela
" permisi Bu " ucap ayah Aqeela " silahkan pak" ucap Bu Linda " Qeela " ucap ayahnya melihat Aqeela " begini pak tadi telah terjadi pertengkaran di sini dan itu melibatkan Aqeela , kami tidak tahu siapa yang duluan , dan kami tidak memiliki bukti , kami sudah mengecek cctv yang memantau daerah sana tapi , semuanya buram jadi kami hanya bisa menskors Aqeela bersama yang terlibat lainnya karena hal ini bisa saja bocor dan membuat reputasi sekolah buruk jadi kami mohon agar bapak mengerti " ucap Bu Linda
" saya mengerti, tapi berapa lama hukuman nya" ucap ayah Aqeela " sebulan " ucap Bu Linda " maaf Bu, tapi bukan nya itu terlalu lama"
ucap ayah Aqeela " pa, Qeela yang minta , tadinya hanya dua Minggu tapi Qeela minta sebulan, Qeela mau bener bener instrospeksi diri, tapi Qeela janji tidak akan ketinggalan pelajaran " ucap Aqeela berdiri di dekat ayahnya " tapi _" ucap ayahnya " pa Qeela mohon kali ini aja " bujuk Aqeela yang diikuti anggukan dari ayahnya " maaf pak, dan terima kasih atas pengertiannya" ucap Bu Linda " ya, sudah kalau begitu kami permisi dulu " ucap ayah Aqeela berdiri yang diikuti anggukan dari Bu Linda
" Qeela ayo " ucap ayahnya menggandeng Aqeela sambil memegangi tas barang Aqeela yang diikuti senyuman dari Aqeela
__ADS_1