
" semua murid di mohon untuk berkumpul di aula " pengumuman
" ayo kita pergi " ucap Aqeela " kau bisa berjalan" ucap Rey khawatir " kau pikir aku lumpuh , tadi saja aku berjalan sendirian ke sini" ucap Aqeela " tetap saja " ucap Ray " tenang , kenapa terkadang kekhawatiran mu itu berlebihan " ucap Aqeela heran " aku sudah bilang , aku hanya terlalu baik, jadi jika kau mau pergi aku akan menggendong mu , apa kau akan berjalan tanpa alas kaki kau tahu itu hanya akan membuat lukanya terinfeksi , dan aku tidak menerima penolakan " ucap Rey langsung menggendong Aqeela tanpa izin
" aku mengizinkan mu membantu ku tapi jangan begini kau kan bisa memapah ku " ucap Aqeela kesal , Rey pun mendudukkan Aqeela kembali , lalu memakaikan Aqeela sepatunya
" hei apa yang kau lakukan " ucap Aqeela
" aku bisa membantu mu kan jadi diam dan ikuti saja " ucap Rey sambil fokus memakaikan Aqeela sepatunya , lalu memapah Aqeela pergi
" apa kaki mu tidak apa-apa " ucap Aqeela khawatir " kau tidak perlu mengkhawatirkan ku" ucap Rey tenang sambil memapah Aqeela
" bagaimana mungkin kau saja menghawatirkan ku kenapa aku tidak " ucap Aqeela kesal " sepertinya jiwa mu sudah kembali " ucap Rey tersenyum " maksud mu " ucap Aqeela heran tapi tidak di hiraukan oleh Rey
" duduk di sini " ucap Rey mendudukkan Aqeela di kursi " kau juga duduk " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari Rey dia pun duduk di lantai sambil menahan perih kaki nya " ini mah bukan nolong namanya, tapi nyiksa diri " ucap Aqeela ikut duduk di lantai " duduk di atas " ucap Rey " kau mendoakan ku mati " kesal Aqeela " tidak , maksud ku di kursi " ucap Rey menahan perih kaki nya yang membuat Aqeela tidak enak dan akhirnya memangku kaki Rey dan membersihkan nya yang membuat beberapa murid memandang mereka " hei apa yang kau lakukan " ucap Rey " diam, aku tidak akan membunuhmu " ucap Aqeela sambil membersihkan kaki Rey " bukan begitu tapi, nanti kau di kira modus " ucap Rey sambil melihat murid yang melihat mereka yang membuat Aqeela terdiam " itu akan lebih baik " ucap Aqeela melepaskan kaki Rey dan kembali duduk di kursi setelah melepaskan sepatu Rey
__ADS_1
" Qeel lo kenapa " ucap Alin tiba tiba datang
" tidak ada " ucap Aqeela " apa yang tidak " ucap Alin khawatir " apa gue bisa minjem sepatu cadangan Lo, soalnya sepatu gue ada di tenda " ucap Aqeela " iya, tunggu sebentar gue ambil di loker dulu " ucap Alin bergegas pergi yang diikuti anggukan dari Aqeela " apa kau baik-baik saja " ucap Rey memandang Aqeela " iya, terima kasih " ucap Aqeela tanpa melihat Rey
" kau bisa menggunakan sepatu ku " ucap Rey
" tidak, terima kasih sebaiknya aku tidak selalu merepotkan mu " ucap Aqeela melihat Alin yang mendekat " ini , apa kaki Lo nggak apa-apa" ucap Alin " iya , tenang aja " ucap Aqeela sambil memakai sepatu dengan hati hati " Aqeela _" ucap Rey berdiri sambil menahan perih kakinya " Lin Rasya di mana " ucap Aqeela langsung " ada kok, lo mau gue anter " ucap Alin yang diikuti anggukan dari Aqeela , mereka pun pergi tanpa mempedulikan Rey ' maaf sepertinya tanpa sadar aku merasa senang dengan mu, maaf merepotkan mu ' ucap batin Aqeela " Lo nggak bikin gue repot tapi, aku malah ingin kau tahu kalau aku ingin ada di dekat mu seperti kau yang selalu ada untuk ku " ucap Rey memandang nanar Aqeela
" Lin lo ke toilet gaib ya, lama banget " kesal Dion " enak aja lo pikir gue kuntilanak apa " ucap Alin kesal " nyadar juga " ucap Dion
" lo " ucap Alin " jadi dari mana " ucap Dion
" idih geer banget, tu liat piring kotor nya numpuk " ucap Dion sambil melihat beberapa piring kotor " enak aja gue di sini buat belajar bukan jadi pembantu kayak Lo " ucap Lin " enak aja lo tu " ucap Dion " ya kan Ra_" ucap Dion menoleh terdiam " loh si Rasya mana " ucap Dion heran " mana gue tahu " ucap Alin juga heran
" ni " ucap Rasya menyodorkan sapu tangan karena mengira Aqeela sedang menangis yang membuat Aqeela menoleh " buat " ucap Aqeela heran " buat makan, ya usap air mata mu lah " ucap Rasya duduk di samping Aqeela " o " ucap Aqeela mengambil sapu tangan itu " kenapa kau menangis " ucap Rasya datar " aku tidak menangis tapi kelilipan mungkin ada sesuatu yang masuk ke mata ku " ucap Aqeela " tapi aku heran kenapa saat aku tidak membutuhkan mu kau datang dan sebaliknya " ucap Aqeela heran
__ADS_1
" karena aku berharap kau tidak pernah membutuhkan ku , dengan begitu aku tidak perlu berpura pura seperti sekarang ini " ucap Rasya dingin " bagaimana kalau aku selalu membutuhkan mu " ucap Aqeela " jangan beri tahu aku tapi beri tahu orang yang bersedia membantu mu karena aku tidak akan pernah dengan suka rela membantu mu " ucap Rasya dingin berjalan pergi meninggalkan Aqeela
" tapi saat ini aku membutuhkan mu " gumam Aqeela
pengumuman " anak anak karena besok adalah puncak acara jadi seperti biasa salah satu dari kalian akan menjadi perhatian dalam acara , jadi siapkan diri kalian dan semoga berhasil "
ucap guru itu dengan semangat yang diikuti sorak sorai dari semua murid
" besok hari terakhir, apa aku harus melakukan ini " ucap Aqeela sedih
" lihat saja nanti aku akan menjadi perhatian " ucap Alin semangat " ya pusat perhatian, karena kau seperti badut 🤡 " ucap Dion mengejek " lihat saja aku akan membuat mu terpukau " tantang Alin " tentu aku terpukau dengan wajah tomat mu " ejek Dion tertawa
pengumuman " seperti biasa jangan lupa topeng kalian " ucap guru mereka semangat
" ma, papa mana " ucap Aqeela " masih di perusahaan " ucap mamanya " ya udah Qeela keluar sebentar ya " ucap Aqeela " kemana " ucap mamanya " ke butik , buat dress festival besok " ucap Aqeela senang " mama ikut ya, mama juga mau beli sesuatu " ucap namanya
__ADS_1
yang di ikuti anggukan dari Aqeela " tunggu sebentar mama mau ambil tas dulu " ucap ibunya bergegas pergi " au, sakit " ucap Aqeela kesakitan karena dari pulang sekolah dia sudah menahan lukanya " untung aku sudah mengganti perbannya
" yuk " ucap mamanya " ayo " ucap Aqeela tersenyum seperti tidak ada apapun yang di ikuti anggukan dari mamanya