Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
22. Bangun dari tidur panjang


__ADS_3

" hm " ucap Aqeela tersadar sambil memperhatikan sekelilingnya dan melihat Aila yang sedang berbaring di sofa karena dokter Ghani menyuruh agar Aila bermalam di sini menemani Aqeela karena bisa saja Aqeela sadar karena efek obatnya yang tinggal sedikit akan hilang " Aila, Aila " panggil Aqeela lemah tapi Aila tidak dengar , karena merasa haus Aqeela pun berusaha mengambil gelas yang berisi air yang ada di samping tapi karena dia sudah lama tidak beraktivitas kekuatan nya masih lemah yang membuat nya tidak sengaja menjatuhkan gelas air itu yang membuat Aila terkejut " astaga , aduh " ucap Aila kaget terjatuh dari sofa , lalu bangun " duh , siapa sih yang bikin aku gini " ucap Aila kesal melihat sekeliling , lalu melihat Aqeela yang sudah sadar " Qeel , kau sudah bangun " ucap Aila mendekat dengan senang " aku nggak mimpi kan " ucap Aila senang berdiri di samping Aqeela, Aqeela pun mencubit nya " aduh, kau bener bangun " ucap Aila senang


" akhirnya , ya tuhan aku tidak akan menambah dosa lagi " ucap Aila senang " nanti saja senangnya, bantu aku membuka ini " ucap Aqeela berusaha melepaskan alat pernapasan nya , melihat itu Aila pun segera membantu , lalu mengatur tempat tidur Aqeela agar Aqeela bisa duduk , Aila pun duduk di pinggir ranjang Aqeela " apa kau merasa lebih baik " ucap Aila tidak percaya " iya, tapi aku haus " ucap Aqeela tersenyum " tunggu sebentar " ucap Aila dengan senang mengambil botol air minumnya karena gelas air sudah dipecahkan oleh Aqeela


" ini " ucap Aila membantu Aqeela minum


" terima kasih " ucap Aqeela " apa kau lapar , aku punya cemilan atau mau ku pesan kan bubur di bawah " ucap Aila " tidak aku tidak lapar " ucap Aqeela , Aila tiba-tiba teringat pesan dokter Ghani lalu segera mengambil obat yang diberikan dokter Ghani di laci dengan hati hati karena ada pecahan gelas


" ini, minum langsung habiskan sekali minum " ucap Aila memberikan Aqeela botol obat kecil itu " apa ini , apa tidak apa-apa sebelum makan" ucap Aqeela " obat katanya tidak masalah kau hanya perlu minum saat baru sadar jadi kau harus menghabiskan nya sekarang juga , cepat" ucap Aila memberi tahu " di mana sendoknya " ucap Aqeela " untuk apa , apa kau tidak melihat betapa kecilnya botol obat itu kau langsung minum dari botol nya bukan dengan sendok kau mengerti sekarang cepat " ucap Aila , Aqeela pun membuka segel obat itu dan langsung menghabiskan nya " ih pahit banget" ucap Aqeela berusaha agar dia tidak memuntahkan nya , sedangkan Aila langsung menyuruh nya minum " apa lebih baik " ucap Aila yang diikuti anggukan dari Aqeela


" Ai, aku mau bertanya, apa ada orang yang datang menjenguk ku selain dirimu dan para perawat dan dokter " ucap Aqeela ragu

__ADS_1


" kayak nya sih nggak ada , emang kenapa " ucap Aila * apa aku salah dengar tapi, kenapa rasanya tidak begitu * ucap batin Aqeela ragu


" hei, kau melamun apa " ucap Aila " ha, tidak aku hanya terlalu senang " ucap Aqeela tersenyum " apa kau mau jalan jalan " ucap Aila senang " jalan jalan , malam malam begini , jangan deh besok pagi aja " ucap Aqeela


" memang kenapa tidak ada yang larang juga " ucap Aila " bukan begitu , aku hanya merasa sebaiknya aku istirahat agar besok pagi aku bisa semangat dan bertenaga " ucap Aqeela


" baiklah, kau juga harus pergi bersama ku " ucap Aila senang " kemana " ucap Aqeela


" bagaimana kau tahu " ucap Aila langsung terduduk " hanya menebak " ucap Aqeela


" tapi tebakan mu betul loh " ucap Aila " o iya " ucap Aqeela memastikan yang diikuti anggukan dari Aila " ya, udah sekarang tidur aku juga mau tidur " ucap Aqeela berbaring seperti duduk karena ranjangnya tidak dikembalikan seperti semula , Aila pun juga kembali tidur membelakangi Aqeela , sedangkan Aqeela terus menatap ke arah jendela * kalau tadi ucapan ku benar berarti itu nyata , karena ini juga ku dengar saat tidak bangun , apa berarti Rey pernah ke sini tapi kata Aila tidak ada yang menjenguk ku * ucap batin Aqeela yakin , setelah beberapa waktu berpikir Aqeela pun terlelap

__ADS_1


" kau pikir aku akan melepaskan mu , jangan harap aku tidak akan pernah melepaskan mu aku akan terus membuat mu menyesal sampai kau ingin membunuh dirimu sendiri " ucap Sandrina duduk di kursi goyang nya sambil tersenyum seringai , melihat foto keluarga Aqeela


" Aila " ucap Rey membangun kan Aila yang membuat Aqeela juga bangun dan melihatnya tanpa dia sadari " duh kak , aku masih ngantuk " ucap Aila kesal tidak mau bangun " ya udah makanannya aku habisin ya " ucap Rey duduk di sofa yang membelakangi Aqeela yang membuat Aila langsung bangun dan duduk


" kenapa bangun katanya masih ngantuk " ucap Rey mengejek sedangkan Aila hanya tersenyum " sana cuci wajah mu yang penuh dengan air liur itu dulu " ucap Rey " enak aja aku nggak ileran tahu " ucap Aila kesal berjalan pergi ke toilet


saat keluar kamar mandi Aila melihat Aqeela yang sudah bangun " kau sudah bangun " ucap Aila tersenyum mendekat yang membuat Rey melihat tempat yang akan di tuju Aila yang membuatnya terdiam sejenak " selamat pagi Ai, Rey " ucap Aqeela tidak nyaman " loh kamu kenal Rey " ucap Aila yang diikuti anggukan dari Aqeela " iya dia _" ucap Rey berdiri tapi di potong " iya, dia sahabat ku " ucap Aqeela melihat Rey yang membuat Rey menatap nya dengan kaget " apa, kau bilang kau cuma punya satu sahabat namanya Rasya tapi, sekarang kenapa tiba-tiba " ucap Aila penasaran " aku juga tidak tahu " ucap Aqeela terus menatap Rey begitu pun Rey " baiklah kita bicarakan ini nanti lagi , sekarang kita makan aku sudah lapar ok " ucap Aila yang diikuti anggukan dari Aqeela " kau mau di tempat tidur atau di sofa " ucap Aila " di sofa, aku bosan di tempat tidur terus " ucap Aqeela " hati hati " ucap Aila khawatir melihat Aqeela yang turun dari tempat tidur " tenang saja aku hanya lemah bukan cacat " ucap Aqeela menenangkan Aila sambil berjalan pelan-pelan sedangkan Aila berdiri di sampingnya berjaga , sedangkan Rey merapikan tempat yang akan mereka tempati


saat Rey membuka semua makanan Aila merasa curiga " kak sepertinya ini bukan makanan beli ya , soalnya aku merasa familiar dengan bau nya " ucap Aila menatap makanannya " ya iya lah familiar ini kan masakan mami mu tadi aku ketemu sopir mu di luar katanya mau mengantar makanan ya karena aku sekalian mau kesini jadi aku sekalian bawa aja " ucap Rey menjelaskan


" bilang dong dari tadi , kalau gini kan aku nggak begitu tertarik setiap hari rasanya seperti biasa, dan aku juga nggak akan berharap yang baru begini " ucap Aila kesal yang membuat Aqeela dan Rey tersenyum tapi, seperti biasa karena Aila penggila makanan ya walaupun dia bilang tidak tertarik tapi nyatanya dia yang paling lahap

__ADS_1


__ADS_2