
" permisi dokter Ghani nya ada " ucap Aila sopan kepada asisten Ghani " dokter Ghani sedang pergi " ucap asistennya " terima kasih buk " ucap Aila tersenyum lalu pergi ke administrasi " ada yang bisa di bantu " ucap staf itu " kamar atas nama Aqeela Shin Satria di mana ya " ucap Aila " tunggu sebentar ya " ucap staf itu yang diikuti anggukan dari Aila " kamarnya , ruang VIP B2 ada di pojok kanan sebelah barat " ucap staf " terima kasih " ucap Aila tersenyum lalu pergi
" ini kan , ruang VIP B2 " ucap Alia berdiri di depan pintu " iya betul ini kamarnya " ucap Aila senang , lalu masuk " masih molor aja ni anak " ucap Aila , sambil meletakan rantang yang dia bawa , lalu mendekati Aqeela yang tertidur
" Qeel, Aqeela bangun " ucap Aila lembut sambil duduk di samping nya tapi tidak ada tanggapan dari Aqeela " Qeel " ucap Aila memegang tangan Aqeela tiba-tiba raut wajahnya berubah " Qeel, bangun, Aqeela " ucap Aila panik karena tangan Aqeela yang dingin " loh kenapa tanda pital nya aneh , Qeel, Aqeela bangun " panggil Aila berusaha menyadarkan Aqeela "ini tidak akan berhasil " ucap Aila panik berlari keluar
" buk, tolong hubungi dokter Ghani, saya mohon cepat " ucap Aila menangis " tenang sebenarnya apa yang terjadi " ucap asisten Ghani " tidak bisa, tolong cepat " bentak Alia panik asisten itu pun menelpon Ghani tapi tidak di angkat " maaf tapi dokter tidak aktif " ucap asisten Ghani mendengar itu Aila bergegas pergi sambil menangis
" suster , tolong " ucap Aila sambil menangis mendekati salah satu suster yang dia lihat " ada apa " ucap suster itu " tolong, teman saya butuh perawatan dia ada di ruangan VIP B2 , saya mohon tolong " ucap Aila cemas " ayo " ucap suster itu mereka pun bergegas pergi
" dok, tadi salah satu dari anak yang kemarin dengan anda , tadi mencari anda sambil menangis " ucap asistennya melihat Ghani yang sudah kembali " apa, ada apa memangnya " ucap dokter Ghani " saya tidak tahu, karena dia tidak memberitahu saya " ucap asistennya
__ADS_1
mendengar itu Ghani pun segera pergi ke ruangan Aqeela , saat sampai Ghani melihat suster yang berusaha memancing detak jantung Aqeela dengan alat medis
" ada apa ini " ucap Ghani yang membuat Aila yang menangis dan suster itu menoleh
" jantung pasien ini semakin lemah , tubuhnya sudah mulai mendingin " ucap suster itu cemas
" apa, cepat berikan " ucap Ghani segera bertindak yang diikuti oleh suster itu dengan memberikan alat pacu jantung itu kepada Ghani , setelah mencoba Aqeela masih tidak bereaksi " tambah " ucap Ghani panik , suster itu pun menambah sengatan nya , setelah mencoba beberapa kali akhirnya detak jantung Aqeela kembali normal " syukurlah " ucap Ghani lega " apa maksudnya , kenapa Aqeela masih belum bangun " ucap Aila cemas " sus kau boleh pergi " ucap dokter Ghani " Aila, duduk " ucap dokter Ghani duduk di sofa " tapi Aqeela " ucap Aila " duduk, akan om jelaskan " ucap dokter Ghani , Aila pun menurut " hapus air matanya " ucap dokter Ghani Aila pun menurut " jadi sebenarnya, Aqeela sakit apa " ucap Aila " dia tidak sakit, hanya saja dia membutuhkan istirahat total , jadi kau tidak perlu khawatir " ucap dokter Ghani " aku bukan anak kecil " ucap Aila " aku tahu " ucap dokter Ghani tersenyum " jadi katakan apa yang terjadi" ucap Aila " aku tidak berbohong dia hanya kelelahan dia sendiri yang mengatakan nya jadi aku memberikannya obat tidur " ucap dokter Ghani tersenyum " aku tahu kau berbohong tapi , aku tidak akan bertanya lagi aku percaya kau bisa menyembuhkannya " ucap Aila " terima kasih " ucap dokter Ghani tersenyum yang diikuti anggukan dari Aila
" Qeel, cepet sembuh ya gue bakalan jagain lo, selama tidak ada yang jagain lo" ucap Aila memegang tangan Aqeela " o iya, tadi mami masak makanan kesukaan lo, tapi berhubung Lo nggak bangun dan karena makanan kesukaan kita sama jadi bagian lo gue makan ya, lo dengarkan jadi di ikhlas sin ya " ucap Aila tersenyum sambil membuka bekal yang dia bawa
suara bel terdengar di rumah Aqeela " iya tunggu sebentar " ucap salah satu pelayan di sana sambil membuka pintu " BI " ucap Rey ramah " o Aden temennya non Aqeela kan " ucap pelayan itu ramah yang diikuti senyuman dari Rey " Aqeela nya ada " ucap Rey
__ADS_1
" BI, siapa " ucap mama Aqeela " ini temennya non Aqeela " ucap pembantunya " siapa " gumam mama Aqeela sambil berjalan ke arah pintu " loh Ala , tumben ada apa " ucap mama Aqeela ramah " Tante " ucap Rey menyapa
" o iya Tante lupa , ayo masuk , BI buatin minum" ucap mama Aqeela , pelayannya pun menurut " nggak usah BI, Tante Rey cuma mau ngembaliin ini " ucap Rey memperlihatkan mama Aqeela jepit rambut Alissa " kayak nya ini bukan punya Aqeela " ucap mamanya memperhatikan " tapi tidak apa-apa, mungkin Tante lupa, Qeel Aqeela _ " panggil mamanya
terpotong " nyonya, non Aqeela kan tidak ada " ucap pelayannya yang membuat mama Aqeela ingat " o iya aku lupa " ucap mama Aqeela " emang nya Aqeela kemana ya " ucap Rey kepo
" sebenarnya , tadi malam Aqeela berangkat ke Luar Negeri , katanya dia mau refreshing mumpung bebas, tapi Tante khawatir soalnya dia pergi sendiri disaat dia tidak terlalu baik walaupun dia di sana bersama temannya " ucap mama Aqeela " mm kalau boleh tahu dia pulang nya kapan " ucap Rey " Tante juga kurang tahu siapa dia cuma bilang beberapa hari tapi Tante nggak tahu kalau pastinya " ucap mama Aqeela " iya , udah kalau begitu Rey nitip jepitannya ya " ucap Rey " gimana kalau nanti kamu yang ngasih soalnya takutnya itu memang bukan punya Aqeela " ucap mama Aqeela " iya udah, Rey pegang dulu aja, ya udah Rey pamit ya " ucap Rey tersenyum yang diikuti anggukan dari mama Aqeela , Rey pun pergi
" o iya hari ini Qeela belum ngabarin " ucap mama Aqeela melihat handphone nya
" Aila " panggil Ghani kembali ke ruangan Aqeela " loh kok balik lagi " ucap Aila sambil makan " nggak ngajak nih " ucap Gani tersenyum " nggak soalnya udah abis , Aila cuci tangan dulu ya " ucap Aila tersenyum lalu pergi
__ADS_1
" kamu makan semua ini " ucap Ghani " iya " ucap Aila sambil mencuci tangannya " banyak juga makannya , ternyata fisik bisa nipu juga " ucap Ghani " jadi ada apa om kembali " ucap Aila kembali ke sofa " om cuma mau bilang , kalau sebelumnya Aqeela nyuruh om ngasih tahu kamu, tentang ponsel dan surat, itu ada di laci paling atas " ucap dokter Ghani " surat apa " ucap Aila heran " mana om tahu, kan om cuma bilang, udah ya om ke ruang lainnya " ucap Ghani yang diikuti anggukan dari Aila , dia pun pergi , sedangkan Aila membersihkan bekasnya makan lalu membuka laci yang dikatakan Ghani