
" tunggu tinggal sebentar lagi , aku akan membalas mereka " ucap Sandrina dengan tatapan dendam sambil melihat foto yang terpasang di dinding , tiba tiba " non " ucap pelayannya memanggil , Sandrina pun pergi dan membuka pintu kamarnya " ada apa BI " ucap Sandrina " non mau makan apa malam ini" ucap pelayan nya sambil tersenyum " BI kita dinner di luar yuk " ucap Sandrina tersenyum
" tumben, non lagi seneng ya " ucap pelayannya tersenyum yang diikuti anggukan dan senyuman dari Sandrina " ya udah , ayo " ucap pelayannya , Sandrina pun langsung memeluk lengan pelayannya dan berjalan pergi beriringan
" Qeel ayo bangun , kita harus pulang " ucap Aila senang sambil membangun kan Aqeela dengan menggerak gerakan tubuh Aqeela dengan keras " is ya ok ok sabar dong " ucap Aqeela kesal langsung bangun " nggak bisa katanya mau nemenin aku liat festival " ucap Aila " emang hari ini " ucap Aqeela " ya iya , kan dari kemarin aku udah bilang, ih dasar pikun " ucap Aila " enak aja " ucap Aqeela tidak terima
" iya udah makanya cepet " ucap Aila tidak sabar " iya tunggu sebentar aku mau merapikan isi koper ku " ucap Aqeela turun dari ranjang
" tidak perlu sudah di mobil " ucap Aila dengan cepat " ya udah mau minta izin ke dokter Ghani dulu " ucap Aqeela hendak pergi " aku juga sudah melakukannya , dia memberi ku vitamin, sudah ku taruh di koper mu , jadi sekarang kita bisa pergi " ucap Aila dengan cepat " ya sudah, ayo nanti aku mandi di rumah, tapi tunggu sebentar aku mau mencuci wajahku dulu " ucap Aqeela hendak pergi ke kamar mandi tapi lagi-lagi Aila menjawab
" iya sudah ayo " ucap Aqeela tersenyum
" bagus ayo " ucap Aila senang lalu menggandeng tangan Aqeela dan mereka pun pergi
saat mereka akan masuk rumah tiba-tiba mereka terkejut dengan suara terompet yang ternyata di bunyikan oleh pelayan Aila
__ADS_1
" welcome home honey " ucap ibu Aila tiba-tiba muncul dan teriak kegirangan yang membuat Aqeela dan Aila serta pelayan yang ada di sekitarnya memundurkan wajahnya
" iiiih mam " teriak Aila , ibunya pun melihat nya
" berisik tahu " ucap Aila kesal " ih biarin aja, Aqeela kan nggak begitu , ya kan " ucap ibu Aila beralih melihat Aqeela " berisik sih mi " ucap Aqeela tersenyum " heh makan tu malu " ucap Aila mengejek
" hm iya udah , hari ini ada festival gimana kalau kita pergi sama sama " ucap ibunya girang " kok firasat ku nggak enak ya " gumam Aila ragu " apa " ucap Aqeela yang samar samar mendengar " apa nggak ada kok " ucap Aila dengan cepat " ayo " ucap ibu Aila , Aqeela pun berjalan masuk sedangkan Aila berbalik hendak pergi namun ibu nya langsung menarik bajunya " mau kemana " ucap ibunya , Aila pun berbalik " masuk lewat belakang " ucap Aila sambil tersenyum, ibunya pun ikut tersenyum
" masuk " ucap ibunya yang membuat Aila kaget karena suara ibunya kembali cempreng
Aila pun dengan kesal sedangkan ibunya tersenyum melihat Aila
" bagus kok " ucap Aqeela tersenyum " kalau di kamu mah cocok , lah aku yang tomboi tomboi gini, pakaiannya malah kayak gini , aneh tahu mana warnanya pink gini pink-nya nyala lagi kayak lampu " ucap Aila mengomentari dirinya " nggak aneh cuma unik aja " ucap Aqeela tersenyum menahan tawa " ini makanya , aku kan udah bilang aku punya firasat buruk " ucap Aila " kayak film aja " ucap Aqeela " aku serius tahu " kesal Aila yang seperti menikmati penderitaan nya " kalo nggak gini kapan lagi liat yang gini " gumam Aqeela sambil tersenyum
" apa , tuh kan kamu seneng " ucap Aila yang ternyata mendengar ucapan Aqeela " ya iya lah seneng emang kamu mati apa " ucap Aqeela tersenyum " iya nggak mati tapi, nanggung malunya bisa sampai ubun-ubun tahu " ucap Aila kesal ingin menangis , tapi Aqeela malah terus tersenyum , tiba tiba ibu Aila masuk
__ADS_1
" wah beautiful , tuh kan mami nggak pernah salah pilih " ucap ibu Aila senang sambil melihat Aila " hehehe mi, nggak cocok tahu " ucap Aila sedih " cocok kok ya kan Qeel " ucap ibu Aila , Aqeela pun mengangguk " hehehe mi, ganti ya, mami , mami mami " ucap Aila seperti anak kecil sambil menarik lengan baju ibunya
" iya udah sekarang kita berangkat yuk " ucap ibu Aila tidak peduli dengan rengekan Aila
saat hendak berjalan ibu Aila teringat " eit sebentar " ucap ibu Aila berbalik " kenapa " ucap Aqeela " mami kayak princess kan " ucap ibu Aila meminta pendapat lalu berputar dengan anggun yang membuat Aqeela hanya bisa tersenyum " pas mi " ucap Aqeela memberi jempolnya " thanks , ayo nanti festival nya duluan selesai " ucap ibu Aila berjalan pergi yang diikuti Aqeela " miii mamiii " rengek Aila dengan keras tidak ingin keluar dari kamar nya
" semua pasilitas nya di cabut yaaa " ucap ibu Aila teriak yang membuat Aqeela yang ada di belakang nya berhenti , mendengar itu Aila dengan terpaksa berjalan keluar , saat melihat Aila para pelayan nya ingin tertawa namun, mereka hanya bisa menahan karena bagaimanapun Aila merupakan tuan mereka , Aila yang menyadari gerak gerik pelayan nya pun merasa malu dan kesal , Aila pun mempercepat jalannya menghampiri ibunya dan Aqeela
" wah nona cantik sekali " ucap sopirnya " mi tuh kan dia mengejek ku " ucap Aila merengek
" nggak kok, kamu kan emang cantik anak siapa dulu Queen Selin " ucap ibu Aila percaya diri
" Queen dari mana coba " gumam Aqeela heran
Aila yang ada di samping Aqeela pun hanya bisa menahan senyumnya karena dia tidak ingin di anggap kalah oleh ibunya , Aila pun hanya bisa memaksa dirinya menunjukkan ekspresi kesal nya
__ADS_1
" udah ayo, katanya nanti keburu selesai " kesal Aila yang sudah di dalam mobil , Aqeela pun naik , dan ibu Aila pun duduk di depan
" mi mampir ke mal dulu " ucap Aila " kenapa " ucap Aqeela " mau beli kostum , mendingan pake kostum yang nutupin muka ku juga , kalau gini coba pikirin betapa malunya coba aku " ucap Aila menjelaskan " OOO gitu , nggak boleh" ucap ibu Aila sambil tersenyum " mi " rengek Aila dengan kesal namun, ibunya hanya tersenyum sedangkan Aqeela terus mengelus punggung nya sambil tersenyum