
" loh salad, siapa yang ngasih " ucap Aqeela bingung sambil memegang salad buah yang di meja nya " Lin punya Lo " ucap Aqeela " nggak itu emang di atas meja lo dari tadi " ucap Alin
" tapi dari siapa " ucap Aqeela bingung
" apa dari fans " ucap Aqeela senang " ngaco aja lo, Lo punya fans yang bener aja dong " ucap Alin mengejek " kalo gitu dari siapa dong" ucap Aqeela bingung " nggak ada yang berani ngasih Lo hadiah kecuali satu orang " ucap Alin curiga yang membuat Aqeela berpikir " o iya " ucap Aqeela meninggalkan Alin
" Rasya " ucap Aqeela senang duduk di depan Rasya tapi seperti biasa Rasya tidak menanggapi " terima kasih " ucap Aqeela senang " untuk apa " ucap Rasya menoleh " untuk hadiah juga saladnya " senang sambil menunjuk salad yang dia pegang " aku tahu aku lupa kalau kemarin hari ultah mu, tapi jika kau mau hadiah kau tidak perlu bertele-tele seperti ini , dan satu lagi aku tidak berniat memberikan mu apa pun kau kan bisa membeli apa pun yang kau mau " dingin " iya, aku juga tidak membutuhkan nya " berubah dingin " baguslah" senang " apa yang harus ku lakukan agar kau menyukai ku " serius " jangan menggangguku" dingin " apa kau akan senang " serius " sangat " dingin " baiklah, tapi saat anniversary sekolah kau harus berdansa dengan ku " serius " apa kau tidak akan menggangu ku lagi " melihat Aqeela " aku berjanji " ucap Aqeela serius
" deal " senang yang diikuti anggukan dari Aqeela lalu pergi
" Sya , emang si Aqeela bakal nepatin janjinya" ucap Dion tidak percaya " lihat saja nanti " dingin
" loh Qeel kenapa lo buang salad nya " ucap Alin bingung " Gue nggak nafsu " ucap Aqeela datar
" kenapa lo buang kalo Lo kasih gue mau kok " meyakinkan tapi tidak di hiraukan oleh Aqeela dan duduk diam di bangkunya
__ADS_1
" Aqeela jawab " ucap gurunya
" Qeel bangun Lo di suruh tu sama Bu guru " ucap Alin sambil menggerak gerakan tubuh Aqeela " Qeel, Aqeela bangun " ucap Alin menggerak gerakan tubuh Aqeela
" Alin , Aqeela tidur " ucap gurunya yang diikuti anggukan dari Alin
" Aqeela bangun " ucap gurunya sambil menggerak gerakan tubuh Aqeela
" Qeela, Aqeela , bangun " ucap gurunya cemas
Rey pun menggendong Aqeela ke UKS
" dok , dokter " panggil Rey cemas, ingin pergi mencari tapi di hentikan oleh Aqeela " ja jangan" ucap Aqeela lemah sambil memegang tangan Rey " apa, kau baik-baik saja " ucap Rey cemas " bantu aku duduk "ucap Aqeela lemah Rey pun membantunya , Aqeela pun mengeluarkan obatnya " apa itu " ucap Rey khawatir " kau tidak perlu tahu, tapi aku mohon jangan sampai ada yang tahu " ucap Aqeela lemah " tapi _" ucap Rey ragu " ku mohon kali ini saja " ucap Aqeela lemah " baiklah tapi apa kau tidak mengenal ku " ucap Rey " aku mengenali mu " ucap Aqeela sedikit lega " ja jadi kau mengenali ku " ucap Rey senang yang membuat Aqeela mengangguk " kau teman sekelas ku kan " ucap Aqeela lembut sambil yang membuat Rey terdiam " hey kenapa kau diam " ucap Aqeela lemah " tidak tidak ada , apa kau mau istirahat di sini atau kembali ke kelas" ucap Rey lembut " apa kau baik-baik saja " ucap Aqeela sambil melihat Rey yang seperti melamun " ya aku baik baik saja " ucap Rey pura pura baik baik saja " aku ingin istirahat sebentar " ucap Aqeela lemah " apa aku boleh menemanimu " ucap Rey " kita tidak terlalu dekat untuk kau bisa menemaniku " ucap Aqeela " kau memang tidak berubah " ucap Rey tersenyum " aku tahu aku tega dan perkataan ku pahit tapi terimalah itu kenyataan nya " ucap Aqeela tersenyum " tapi menurut ku kita cukup dekat " ucap Rey tidak mau kalah " itu hanya menurut dan perasaan mu bukan kenyataan nya " balas Aqeela " lidah mu sudah cukup pedas ku rasa kau memang sudah sembuh " balas Rey tersenyum " apa kau mengejek ku " kesal Aqeela " entah tapi aku suka melihat mu" ucap Rey tersenyum " apa kau menyukai ku " ucap Aqeela serius " kalau iya bagaimana " ucap Rey serius " maka kau akan menyesal " ucap Aqeela " aku memang sudah menyesal " ucap Rey tersenyum yang membuat Aqeela menoleh " maka jangan menyukai ku " ucap Aqeela " tidak, aku menyesal membuat mu sedih " ucap Rey sedih " apa kau tidak sedang bercanda " ucap Aqeela serius " hahaha tentu saja bercanda " ucap Rey senang " bagus sekali " ucap Aqeela senang " bagaimana kalau aku mencintaimu " ucap Rey santai " o iya , kalau begitu tetap seperti itu " ucap Aqeela membalas karena mengira Rey sedang bercanda " kalau begitu akan ku lakukan " ucap Rey santai " aku tidak tahu siapa kau aku hanya tahu kau teman sekelas ku , tapi aku merasa dekat dengan mu " ucap Aqeela senang
" apa kau mau berteman dengan ku " ucap Rey
__ADS_1
" tidak, sebaiknya sekarang kita kembali ke kelas, ingat jangan bicarakan apa yang kau lihat disini kalau tidak aku akan menemui "ucap Aqeela serius " kalau begitu aku akan membuat mu menemui ku " ucap Rey senang sambil memapah Aqeela yang membuat Aqeela menoleh " aku hanya bercanda " ucap Rey
" semuanya, karena tiga hari lagi anniversary sekolah kita, maka sekolah mengadakan kelas meeting dan festival kalian juga akan di beri tugas , besok kalian harus kumpul di aula , semuanya mengerti " ucap Bu Linda
" ya Bu " ucap semua serempak" satu lagi mengenakan pakaian bebas " ucap Bu Linda
" Aqeela, kalau masih belum kuat lebih baik kamu istirahat saja di rumah " ucap Bu Linda
" saya sudah sehat kok bu " ucap Aqeela semangat " ya Bu mana mungkin dia lemah " ucap Alin " aish dasar kau ini " ucap Aqeela kesal " ya sudah, kalau begitu ibu pergi " ucap Bu Linda ' aku tidak bisa melewati kesempatan ini ' ucap batin Aqeela ' besok aku akan melakukannya ' ucap batin Aqeela " Qeela lo mau pake baju apa besok " ucap Alin " nggak tahu " ucap Aqeela " gimana kalo baju couple kita " ucap Alin senang " boleh " ucap Aqeela
setelah beberapa waktu akhirnya semua pelajaran sudah selesai
" Sya, bareng yuk " ucap Aqeela senang " gue ada u_" ucap Rasya terpotong " gue mohon kali ini aja ya " ucap Aqeela " jemputan gue udah dateng " ucap Rasya dingin " nanti gue minta izin papi Lo , kali ini aja gue mohon" ucap Aqeela " kenapa maksa sih " ucap Rasya kesal
" iya sudah terserah, kalau tidak aku bakal bilang kalau selama ini kamu hanya pura pura saja " ucap Aqeela " apa kau terobsesi pada ku" ucap Rasya " sangat oleh karena itu aku bisa lakuin semuanya " ucap Aqeela " sebelumnya aku tidak melakukan ini, tapi mau bagaimana lagi kalau tidak dengan cara kotor kau tidak akan mau kan " ucap Aqeela " kau pikir dengan menekan ku aku akan menyukai mu , aku tidak akan pernah menyukai mu , ingat ini semua ini hanya sandiwara hanya mimpi yang pana dan orang tua kita yang memimpikan " ucap Rasya
__ADS_1
" mungkin kau lupa aku bisa memberi tahu orang tua mu apa yang telah kau lakukan tanpa mereka ketahui , jadi jangan pernah mengancam ku karena itu tidak mempan dengan ku " ucap Rasya lalu pergi meninggalkan Aqeela yang terdiam ' terima kasih kau sudah jujur, sekarang aku tidak ragu lagi ' ucap batin Aqeela