Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
20. bingung


__ADS_3

" Qeel , tiga hari lagi festival , bangun ya " ucap Aila tersenyum " nanti aku belanja in deh " ucap Aila tersenyum " Qeel, lama lama gini aku kayak orang gila , bicara sendiri " ucap Aila terus makan camilan nya


" loh uncle mana " ucap Rey melihat sekeliling ruangan Ghani " aku lapar, sebaiknya aku cari makan dulu deh " ucap Rey berjalan keluar


" duh kenapa aku nggak kenyang kenyang, apa jangan jangan aku cacingan gara gara bosan " ucap Aila tiba-tiba , panggilan video masuk di handphone Aqeela " siapa sih " ucap Aila sambil mengambil handphone Aqeela saat melihat nama yang tertera dia langsung panik


" astaga , sarang dosa terbuka " ucap Aila panik karena yang meminta panggilan video adalah ibu Aqeela " halo , Tante " ucap Aila mengangkat panggilan itu , sambil berdiri di depan jendela agar saat melakukan video yang terlihat bukan nuansa RS tapi gedung gedung yang ada di sekitar rumah sakit " mm maaf Aqeela nya di mana ya " ucap mama Aqeela


" maaf Tante Aqeela nya lagi pergi jadi sukarela , jadi handphonenya di tinggalkan " ucap Aila berbohong " begitu, terus kamu kenapa nggak pergi " ucap mama Aqeela


" begini , kami memiliki jadwal dan kali ini jadwal Aqeela dengan yang lain " ucap Aila


" kira kira, hari apa saja yang bukan jadwal Aqeela " ucap mama Aqeela yang membuat Aila terus berpikir " o iya begini , sebenarnya jadwalnya tidak pasti jadi kalau saya kasih tahu takut nya salah nanti Tante malah kepikiran terus khawatir " ucap Aila " mm iya udah , kalau begitu kerjanya yang semangat ya " ucap mama Aqeela " iya , Tante tenang aja Aqeela baik baik saja " ucap Aila tersenyum yang membuat mama Aqeela tersenyum " ya, udah Tante matiin ya " ucap mama Aqeela yang diikuti senyuman dari Aila , handphonenya pun di matikan " Aila , pinter banget sih , orang belum nanya kabar malah langsung jawab " ucap Aila sambil menepuk nepuk keningnya


" Qeel, makanya kau cepet bangun , kalau gini bisa bisa kantong dosa ku penuh, gara gara terus berbohong " ucap Aila berjalan ke sofa


" halo , pa kenapa " ucap Rey sambil duduk makan di restoran RS " kamu udah sampai " ucap papanya " iya, ini lagi di RS lagi makan " ucap Rey " mau papa jemput " ucap papanya


" mm kirim mobil aja deh , plus sopirnya ya pa " ucap Rey " kalo kirim mobil yang emang supirnya juga , ya udah nanti papa kirimin " ucap papanya " o iya pa, nanti malam, pas tengah malam aja ya soalnya aku ada urusan sedikit di sini " ucap Rey " ya , jangan buat masalah besar " ucap papanya " tenang , udah ya bye " ucap Rey langsung mematikan handphone nya lalu melanjutkan makannya dengan lahap

__ADS_1


" Bu tanda tangan di sini " ucap kurir itu pelayan Aqeela pun menandatangani tanda terima barang , dan kurir itu juga memberikan pelayan itu barangnya , lalu pergi " Bu ada paket " ucap pelayannya di ruang tamu " dari siapa" ucap mama Aqeela " tidak ada nama pengirim nya " ucap pelayannya " dari siapa , perasaan aku nggak pernah memesan barang " ucap mama Aqeela bingung " Bu , ini untuk tuan " ucap pelayannya " o iya sudah taruh di kamarnya, mungkin saja dari rekannya " ucap mama Aqeela, pelayannya pun mengangguk lalu pergi membawa paket itu


di perusahaan " nomor siapa ini " ucap ayah Aqeela melihat panggilan di handphone nya


" halo, ini siapa " ucap ayah Aqeela mengangkat panggilan " apa kau tidak mengenali suara ku " ucap orang itu " siapa kau" ucap ayah Aqeela " kau tidak ingat " ucap orang itu " siapa kau , jangan bertele-tele " kesal ayah Aqeela " ibu dari anakmu " ucap orang itu


" kau bukan istriku, katakan siapa kau " ucap ayah Aqeela " jangan marah, ini aku Klara apa kau ingat " ucap orang itu" kau " kesal ayah Aqeela " kau sudah ingat ya, ku kira kau amnesia seperti putri tiri ku " ucap Klara " mau apa kau , jangan menggangguku dan keluarga ku kalau tidak aku akan membuat mu menyesal" ancam ayah Aqeela marah " tenang mereka juga keluarga ku mana mungkin aku menyakiti mereka benar kan " ucap Klara


" ngomong ngomong Aqeela cantik ya " ucap Klara " apa yang kau lakukan padanya " marah ayah Aqeela " tidak ada , hanya memperhatikan, kau mau mendengar nya biar ku bicara, nak apa kau bisa membelikan ku air " ucap Klara pura pura " iya, Bu sebentar " ucap Aqeela


" tidak , itu bukan putriku dia tidak ada di negara ini " ucap ayah Aqeela yakin " aku juga tidak pernah bilang kalau aku di negara ini, oh iya apa kau menyukai hadiah ku " ucap Klara " awas kau " ancam ayah Aqeela lalu mematikan handphone nya dan berlari keluar dari ruangan nya


" sial, awas saja kalau kau berani menyentuh keluarga ku " kesal ayah Aqeela sambil melaju dengan kencang


" ma, mama " panggil ayah Aqeela " iya, ada apa" sahut istrinya " apa mama sudah menelpon Aqeela hari ini " ucap suaminya


" iya, dia baik tapi yang mengangkat telponnya temannya katanya Aqeela sedang pergi keluar " ucap istrinya " apa ini tidak mungkin , cepat hubungi dia lagi , cepat ma " ucap suaminya panik " tapi ada apa " ucap istrinya heran


" ma, ini bukan waktunya bertanya lakukan saja ku mohon cepat , aku tidak bisa menghubungi nya " ucap ayah Aqeela , istrinya pun menelpon Aqeela

__ADS_1


" mm aku dapat juga , aku memang beruntung " ucap Aila senang sambil duduk di sofa memakan camilan nya


" duh , siapa lagi sih yang telpon , ganggu aja " ucap Aila sedikit kesal sambil berjalan mengambil handphone Aqeela


" wa duh, sarang dosa " ucap Aila sedih , lalu Aila pun mengangkat panggilan " ha halo ma " ucap Aila pura pura menjadi Aqeela " sayang kamu kenapa " ucap ibunya khawatir " ada apa , apa dia dalam masalah " ucap ayahnya panik


" ini teng huk huk tenggorokan aku serak , mak huk sud ku sedikit sakit " ucap Aila " kenapa " ucap ayah Aqeela " ini tenggorokannya sedikit sakit makanya suaranya nggak jelas gitu " ucap istrinya " syukurlah " ucap ayah Aqeela lega


" apa kamu udah minum obat " ucap ibu Aqeela


" hm iya ma, ta huk huk tapi aku ng hmmmm nggak bisa lama lama ngomong " ucap Aila


" iya udah kamu istirahat ya , jangan lupa minum obat , ya udah mama tutup ya " ucap ibu Aqeela " iya " ucap Aila samar , mama Aqeela pun mematikan handphone nya


" duh untung , hm ya elah pake serak beneran lagi ni tenggorokan " kesal Aila menaruh handphone Aqeela lalu mengambil air minum


" papa kenapa sih, kok kayak panik gitu " tanya mama Aqeela bingung " tidak ada papa cuma kangen " ucap suaminya " o iya pa ada paket buat papa " ucap istrinya " dari siapa " tanya suaminya " mama juga nggak tahu, paketnya ada di kamar " ucap istrinya yang membuat ayah Aqeela berpikir sejenak lalu teringat


" ma , papa ke kamar dulu " ucap suaminya berusaha tenang yang diikuti anggukan dari istrinya , lalu pergi " aneh , nggak kayak biasanya " gumam istrinya bingung

__ADS_1


__ADS_2