
" Qeela, papa perhatiin kakinya luka ya " ucap ayahnya " iya, tadi tergores " ucap Aqeela berbohong " kok bisa sih " ucap ayahnya cemas sambil diam menatap nya " ya, gitu " ucap Aqeela tersenyum , tiba tiba ayahnya berjongkok membelakangi nya " kenapa " ucap Aqeela " naik " ucap ayahnya senang " aku berat loh pa " ucap Aqeela " papa juga kuat tahu " ucap ayahnya senang , Aqeela pun digendong dengan gembira
" aku tidak akan membiarkan mu bersenang senang " ucap Sandrina tersenyum dari kejauhan
" aduh pinggang papa encok " ucap ayahnya
" aku nggak seberat itu kok " ucap Aqeela
" pak jalan " ucap ayahnya
" Aqeela, kenapa udah pulang, acaranya udah selesai " ucap ibunya yang diikuti gelengan dari Aqeela " terus kenapa pulang cepat " ucap ibunya " udah nanyanya " ucap ayahnya dari belakang " loh kok udah pulang " ucap istrinya
" aku di telpon sekolah, Aqeela terlibat perkelahian " ucap suaminya " apa, Qeela kenapa berkelahi , kamu tahu kan itu tidak bagus" ucap mamanya " maaf, Qeela nggak bermaksud begitu " ucap Aqeela merasa bersalah " mama tahu, apa kamu tidak apa-apa" ucap mamanya " kaki nya terluka " ucap ayahnya " pa, ini bukan karena itu " ucap Aqeela
" kan sama aja luka " ucap ayahnya " iya tapi kan_" ucap Aqeela " di mana " ucap ibunya khawatir sambil memutar tubuh Aqeela " ma, aku pusing " ucap Aqeela, mamanya pun berhenti " maaf, mama nggak sengaja " ucap mamanya " Qeela yang minta maaf, karena udah bikin Mama khawatir " ucap Aqeela
" kaki nya gimana " ucap mamanya " nggak apa-apa " ucap Aqeela tersenyum " ma, " ucap Aqeela tidak enak " Qeela diskors " ucap Aqeela sedih " apa , berapa lama " ucap mamanya
" sebulan " ucap ayahnya " apa, itu kan lama banget, gimana dengan pelajaran nya, tunggu mama akan menelpon sekolah " ucap mamanya " ma, aku yang minta " ucap Aqeela menahan mamanya yang hendak pergi
__ADS_1
" kenapa " ucap mamanya " aku mau instrospeksi diri " ucap Aqeela " tapi bisa kan kurang dari itu " ucap mamanya kesal " ma, mama jangan marah , Qeela cuma mau instrospeksi diri dan mempraktikkan nya supaya ini tidak terjadi lagi " ucap Aqeela , mamanya pun pergi tanpa berkata apa-apa " ma, mama " panggil Aqeela tapi tidak di hiraukan " pa , gimana ini " ucap Aqeela sedih
" kamu tahu bagaimana mamamu , tenang saja sebentar lagi dia akan kembali seperti tidak terjadi apa-apa " ucap ayahnya " tapi " ucap Aqeela " sudah, pergi ke kamar, ini tasnya " ucap ayahnya menyentuh kepala Aqeela yang diikuti anggukan dari nya
" bagaimana kalau kemarahan mama tidak reda , aku harus bagaimana , semoga saja aku bisa pergi jika begini " ucap Aqeela sedih
" sekarang lebih baik aku berkemas dan memikirkan nya besok " ucap Aqeela
" ma, pa Qeela mau ngomong " ucap Aqeela ikut duduk makan bersama orangtuanya
" Qeela tahu mama marah tapi coba dengerin aku " ucap Aqeela melihat ibunya
" begini Qeela mau ke London " ucap Aqeela seketika membuat orang tuanya menoleh
" Qeela apa kamu kecewa ke mama " ucap mamanya " bukan begitu, cuma Qeela udah janji mau nemenin temen Aqeela yang berobat di sana soalnya keluarga nya nggak bisa selalu ada di sana " ucap Aqeela " tapi kan dia ada yang jaga, kalau Qeela pergi yang nemenin mama siapa " ucap mamanya sedih " kenapa mendadak " ucap ayahnya " soalnya kan Qeela udah janji, dan untuk sementara kan Qeela juga nggak sekolah, itung itung refreshing juga " ucap Aqeela " tapi mama siapa yang nemenin " ucap mamanya " kan ada papa " ucap suaminya
" papa kan pergi ke perusahaan " ucap istrinya
" tenang nanti aku ajak " ucap suaminya
__ADS_1
" nggak pokoknya Qeela nggak boleh pergi " ucap istrinya " mama mau kalau Aqeela berdosa gara gara nggak nepatin janjinya " ucap suaminya yang diikuti gelengan dari istrinya " ya, udah kalau begitu mama ikut " ucap ibunya " ma, Qeela janji setiap hari ngabarin mama, tapi Qeela sepertinya nggak bisa sering sering video call , soalnya Qeela mungkin sibuk ngurusin temen Qeela " ucap Aqeela " nggak pokoknya mama ikut " ucap mamanya " ya udah ikut aja biar mama jadi beban terus buat Qeela semakin repot dan kecapean sampai sakit " ucap ayahnya " kok ngomong nya gitu, ya udah mama izinin tapi jangan lupa ngabarin mama " ucap ibunya yang diikuti anggukan dari Aqeela " lasingan siapa juga yang nyuruh marah " ucap ayahnya " mama bukan marah cuma khawatir " ucap ibunya yang diikuti senyuman dari Aqeela
" terima kasih ma, pa " ucap Aqeela tersenyum
" terus berangkat nya kapan " ucap ayahnya
" nanti malam pa " ucap Aqeela " kenapa mendadak, emang Qeela udah punya tiket " ucap ibunya cemas " iya, tadi malam Qeela udah pesan " ucap Aqeela " ya udah , apa Qeela mau bawa penjaga biar ada yang jaga, kan Qeela sendirian di sana " ucap ayahnya " nggak usah pa, penjaga temen Qeela udah nunggu kok di sana , jadi setelah sampai di sana Qeela langsung ke teman Qeela, lagian Qeela juga udah besar " ucap Aqeela tersenyum yang diikuti anggukan dari ayahnya " ya, udah pa nanti mama ikut nganterin Qeela ke bandara ya" ucap ibunya yang diikuti anggukan dari suaminya dan Aqeela
" anak anak, ada pemberitahuan selama sebulan Aqeela diskors mulai dari hari ini sampai seterusnya jadi kita akan belajar tanpa Aqeela " ucap Bu Linda tegas " kok lama banget sih Bu " ucap yang lain " sekarang kalian tahu bagaimana hukumannya, bisa saja lebih dari itu jika masalahnya lebih serius jadi ibu harap kalian jangan membuat masalah , mengerti " ucap Bu Linda tegas " ya " jawab semua serempak
" halo " ucap Alin mengangkat telepon nya saat istirahat " Lin, gue udah nyuruh sopir gue buat ngembaliin sepatu Lo , thanks ya " ucap Aqeela " Lo nggak perlu gitu kali , o iya lo nggak apa-apa kan " ucap Alin " emang kenapa " ucap Aqeela " tadi kami di kasih tahu kalau Lo diskors , Lo nggak apa-apa kan " ucap Alin
" iya lah " ucap Aqeela " apa emang lo yang memulai nya " ucap Alin ragu " menurut mu " ucap Aqeela " aku tidak tahu " ucap Alin " kalau begitu bukan aku , apa kau percaya " ucap Aqeela tapi tidak di jawab oleh Alin " gue tahu lo nggak terlalu percaya secara kan gue suka ngebully dari dulu " ucap Aqeela " bukan gitu " ucap Alin " tenang aja gue ngerti kok , ya udah ya " ucap Aqeela senang " sorry " ucap Alin
" it's okay , bye " ucap Aqeela mematikan handphone nya " bye " ucap Alin
" Qeela, coba pikirkan sekali lagi " ucap ibunya di bandara " ma, Qeela udah pikirin " ucap Aqeela " ma, jangan gini dong, kita di liatin orang tahu " ucap ayahnya sambil tersenyum kecut melihat orang-orang " papa gimana sih bukanya belain mama " ucap ibunya kesal yang membuat suaminya semakin menciut " ma, suaranya di kontrol dong, malu tahu " ucap suaminya " biarin " ucap istrinya " ma, udah dong mama mau Aqeela sakit gara gara mikirin mama " ucap Aqeela yang diikuti gelengan dari ibunya " ya udah kalau, Qeela pamit ya, takutnya Qeela ketinggalan pesawat " ucap Aqeela sambil salam di orang tuanya lalu melambaikan tangan sambil berjalan
" pa " ucap istrinya menangis sedangkan suaminya sibuk tersenyum kepada orang-orang sambil memegang istrinya untuk menghilangkan rasa malunya " pa " kesal istrinya menyadari suaminya yang tidak peduli lalu meninggalkannya dan pergi " ma, tunggu " ucap suaminya berjalan cepat sambil menunduk mengejar istrinya yang semakin cepat berjalan
__ADS_1