
" Aqeela mana sih " ucap Alin " iya, tumben dia telat , biasanya kalau acara penting gini dia udah dari awal di sini " ucap yang lain " iya , mana acaranya sebentar lagi di mulai " ucap Alin
pengumuman " di mohon untuk semua murid agar berkumpul di tempat acara " ucap gurunya , mereka yang mendengar pengumuman itu pun segera pergi ke tempat yang di suruh
" astaga, aku terlambat lagi " kaget Aqeela segera bersiap siap " mama kenapa nggak bangunin Qeela , ini kan acara penting " ucap Aqeela tergesa-gesa " mama kira kamu sengaja soalnya biasanya kalau acara penting kamu nggak tidur lagi setelah salat " ucap mamanya
" pelan pelan makan nya " ucap ibunya khawatir
yang di ikuti anggukan dari Aqeela
" ma, Qeela berangkat dulu " ucap Aqeela " Qeela kok nggak pake semua yang mama pilihin kemarin " ucap mamanya heran " mm itu karena ini lebih cepat di pakai kan aku telat jadi pake yang lebih cepat aja " ucap Aqeela beralasan , padahal sebenarnya dia memang tidak berniat memakai semua yang di pilihkan ibunya karena mengingat saran dokter " tapi aksesoris rambut nya kan cepat di pakai " ucap mamanya heran " mm nanti aja ya ma, bye " ucap Aqeela segera pergi tanpa memberikan kesempatan kepada ibunya untuk bertanya
' maaf ma , Qeela nggak bermaksud ngecewain
mama ' ucap Aqeela sedih
baju yang dikenakan Aqeela
aksesoris yang digunakan hanya saja dengan rambut yang bergelombang
" astaga, acara nya sudah di mulai " ucap Aqeela bergegas masuk " aduh " pekik Sandrina karena tidak disengaja di tabrak Aqeela
__ADS_1
" aduh hati hati dong " ucap Aqeela ' aku yang salah kenapa aku yang marah, aduh ' ucap batin Aqeela " maksud ku maaf aku tidak sengaja " ucap Aqeela melihat orang yang di tabraknya " maaf, Aqeela " ucap Sandrina karena Aqeela tidak memakai topeng nya yang membuat Aqeela bingung " aku Sandrina " ucap Sandrina " o, maaf, tapi kenapa kau di luar " ucap Aqeela " aku hanya sedikit tidak nyaman " ucap Sandrina " kau tidak boleh begitu ayo , tenang aku di belakang " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari Sandrina
" Lin " sapa Aqeela sambil melihat Alin yang sedang makan " Qeela, sorry gue lagi fokus makan " ucap Alin sambil terus makan " Qeel tumben baju lo nggak ribet " ucap Dion " mm iya lo udah bosen ya " ucap Alin melihat Aqeela sambil makan " Lin, bisa bisa asli lo kayak badut perut buncit " ejek Dion " bodo amat ini waktunya puasin diri, kalo di rumah nyokap gue cerewet banget, jangan makan ini lah itulah serasa di penjara " ucap Alin " gue kasihan liat lo " ucap Dion menepuk bahu Alin
" Rasya mana " ucap Aqeela " tu " ucap Dion menunjuk Rasya yang sedang minum jus sambil melihat ke luar , Aqeela pun menghampiri nya " Rasya " ucap Aqeela senang
tapi tidak di hiraukan oleh Rasya " mm dansa yuk " ajak Aqeela senang " belum waktunya " ucap Rasya dingin
" apa yang harus ku lakukan sendirian di sini " ucap Sandrina minum sendirian " hai " ucap salah satu murid menyapa Sandrina " ya " ucap Sandrina menoleh " kenalin nama ku Alissa, kelas 1 " ucap murid itu ramah " ya, nama ku Sandrina kelas 3 " ucap Sandrina ramah
" jadi kakak kelas ku , salam kenal kak Sandrina" ucap Alissa ramah " panggil aja Sand" ucap Sandrina ramah " kak Sand , aku boleh di sini " ucap Alissa ramah yang diikuti anggukan dari Sandrina
" Lin, tolong coklat nya " ucap Dion senang
" ni, tau juga lo kelaparan " ucap Alin memberikan coklat " mm gila , untung gue dateng acara kali ini lebih megah di banding yang dulu, kalau tidak aku harus mematuhi peraturan nyokap " ucap Alin senang " kalo gue bukan orang tua tapi Abang gue , gue harus ngikutin apa yang dia suruh, gue nggak boleh duduk di lantai nanti kedinginan , tidak boleh ini itu, gue kayak boneka aja mandipun harus pakai sabun ini, baju ini , pusing gue " ucap Dion " itu karena dia sayang sama lo ya maklum saja , kan cuma lo saudara nya " ucap Alin yang diikuti anggukan dari Dion " ngomong ngomong salamin gue dong , kali aja bisa jadi kakak ipar lo " ucap Alin senang " gue nggak sudi punya kakak ipar kayak Lo , amit amit " ucap Dion
" dasar hm " kesal Alin " ngomong ngomong kita nggak akan di hukum kan , kita sudah makan begitu banyak " ucap Dion cemas
pengumuman " waktu nya untuk berkumpul, seperti biasa waktunya menentukan pasangan" ucap pengumuman guru mereka , mereka semua pun bergegas berbaris saling menghadap , perempuan di kanan menghadap pria sedangkan pria di kiri menghadap perempuan
" ladies buka topeng kalian dan pejamkan mata , gentleman waktunya memilih " ucap gurunya semangat , setelah semua membuka topengnya Rasya dan yang lain terdiam melihat Sandrina karena sebelumnya dia tidak pernah ikut acara ini dia hanya ikut festival
" wow, seperti nya semakin kesini ladies kita semakin mempesona " goda guru nya
Sandrina
__ADS_1
topeng Sandrina
jas Rasya
jas Rey
tidak berselang lama , Rasya berdiri di belakang Sandrina , karena sebelumnya Rasya adalah pemenang maka tidak ada yang bisa berkomentar dan yang lain pun mulai memilih pasangan mereka
" wah sepertinya , kita sudah mendapatkan pemenang nya " ucap gurunya semangat
" juara pria kita sudah memilih apa pasangan akan menjadi pemenang " ucap gurunya yang membuat Aqeela senang karena mengira dia yang dipilih Rasya seperti sebelumnya
" baiklah karena semua sudah mendapat pasangan, ladies pakai topeng kalian dan berbalik " ucap gurunya mereka pun melakukan nya seketika senyuman Aqeela buyar karena ternyata bukan Rasya yang memilih nya tapi Rey
" baiklah waktunya berdansa, mainkan musikmu " ucap gurunya semangat , semua pun mulai berdansa
" mm apa aku boleh ke toilet sebentar " ucap Aqeela beralasan " apa kau sedih " ucap Rey
" tidak , aku hanya ingin ke toilet " ucap Aqeela menyembunyikan kesedihannya di belakang topeng nya " kau mau aku temani " ucap Rey yang di ikuti gelengan dari Aqeela lalu bergegas pergi
" hey, kau pikir bisa mengalahkan ku " ucap Alissa menindas temannya " mm tidak aku hanya _" ucap temannya ketakutan " hanya apa, hanya mencoba " bentak Alissa mencengkeram rahang teman nya yang terduduk " bukan begitu, aku aa " ucap temannya ketakutan " wah sepertinya kau Tremor apa kau mau ke dokter " ucap Alissa tersenyum gila " kau , tahu kan keluarga mu bukan apa apa di banding dengan ku " ucap Alissa tersenyum manis mencengkeram rahang temannya " tapi, itu kan hasil kerja keras orang tua ku , da_" ucap temannya memberanikan diri " diam, aku tidak memberikan mu izin " bentak Alissa
" memang kau siapa " ucap Aqeela berdiri bersandar di dinding di belakang menatap mereka yang membuat Alissa menoleh
" wah, ternyata kakak kelas " ucap Alissa sombong sambil tersenyum
__ADS_1
" ada apa , apa kau tidak memberikan ku izin untuk di sini " ucap Aqeela tersenyum " tentu tidak, ini akan menyenangkan " ucap Alissa tersenyum sinis " ternyata dugaan ku tepat, kau sungguh menarik " ucap Aqeela mendekat
" aku anggap itu pujian " ucap Alissa tersenyum sinis yang diikuti senyuman dari Aqeela