
" loh kok pake baju casual " heran " iya sebentar lagi kan anniversary sekolah, jadi kami membuat festival " ucap Aqeela senang " ooo ya udah , kamu udah sarapan " senang " iya tadi sama papa " senang " mm adikku sayang jaga mama ya " ucap Aqeela sambil mengelus kucing mamanya " iya eonni " ucap mamanya
" ya sudah ma, aku berangkat ya " ucap Aqeela senang " hati hati ya " ucap mamanya " bye mom " ucap Aqeela berjalan pergi
" wah , kalian couple lan " ucap teman sekelas Aqeela " ya dong " ucap Alin
" untuk semua murid dimohon untuk berkumpul di aula " pengumuman
" Qeela yuk, kita udah di panggil tuh " ucap Alin sambil menggandeng Aqeela " iya tapi jangan gini juga kali " ucap Aqeela tidak nyaman
" iya udah, yuk " ucap Alin melepaskan gandengannya yang diikuti anggukan dari Aqeela
di aula " anak anak guru sudah memutuskan untuk membagi kalian menjadi beberapa grup , kalian akan di pilih secara acak , mulai siapapun maju dan ambil kertas yang sudah kami siapkan di box itu " ucap guru itu
mereka pun melakukan nya
" semua sudah dapat " ucap gurunya " iya " ucap semua serempak " kalau begitu sekarang kalian buka lalu cari yang mendapatkan nomor yang sama dengan kalian , mulai " ucap gurunya , merekapun segera melakukan nya
" nomor 5 " teriak yang lain " sini " sahut yang sama " 7 " teriak " 3 " teriak yang lain dan seterusnya " nomor 22 " teriak Aqeela " sini " sahut yang sama sambil mengangkat nomor nya yang dilihat oleh yang lain yang sama
" kak Aqeela no 22 juga " ucap adik kelasnya
" mm nama kk siapa " ucap yang lain bingung melihat Sandrina " perkenalkan nama ku Sandrina , panggil saja Sandi " ucap Sandi lembut " salam kenal kak " ucap kedua adik kelas nya senang
" saya pernah dengar nama kakak tapi di mana ya " ucap salah satu dari mereka " o iya kakak kan yang mendapat nilai tertinggi di sekolah ini" ucap yang lain senang " o iya, wah yang satu terkenal yang satu pintar " ucap yang tadi
__ADS_1
" terima kasih " ucap Sandrina lembut
" kalau semua sudah berkumpul dengan kelompok masing-masing kalian mulai buat tenda bazar kalian untuk festival besok , peralatan tenda bazar kalian sudah disiapkan kalian hanya perlu menyesuaikan nya , sedangkan yang kalian tawarkan kalian siapkan sendiri mulai dari bahan dan peralatan lainnya" ucap guru itu " ya Bu " ucap semua serempak
" kalian bisa mulai dari sekarang " ucap guru itu
mereka semua pun pergi dan melakukan tugas mereka
" aku tahu Rasya dan Alin tapi aku tidak tahu siapa kau " ucap Dion heran " perkenalkan dia Reyhan panggilan Rey murid pindahan " ucap Alin " ih Lin gue kan nanya dia bukan elo , sejak kapan nama lo berubah " ucap Dion " biarin gue kan mewakili , gue kan calon makmumnya " ucap Alin senang " uek " Dion ingin muntah
" ih iri zikir Dion " ucap Alin " Lo tu yang kecil kecil udah mikirin pacar pacaran " ucap Dion
" emang lu beda " balas Alin " hahaha enggak lah , parahan gue " ucap Dion tertawa tidak jelas " uuu " ucap Alin kesal yang membuat Dion tersenyum malu
yang diikuti anggukan dari yang lain
" tempat kita dimana ya " ucap adik kelas nya
" itu nomor 22 " ucap Sandrina sambil menunjukkan " o iya, yuk " ucap adik kelas nya
" tendanya ada sekarang kita hanya perlu membangun nya " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari yang lain
" itu tempat kita " ucap Alin senang
" jeli juga lu " ucap Dion senang " iya gue emang suka jelly , Lo sewet aja " ucap Alin
__ADS_1
" bukan lu suka jelly tapi lu jeli mata Lo teliti " jelas Dion pelan " o, ya salahin aja orang yang bikin nama makanan begitu , udah tahu ada jeli malah bikin permen jelly , emang permennya punya mata " ucap Alin " bukan Lo nya aja yang oon " ucap Dion " lo pikir Lo pinter gitu , yang gini aja pinter , pelajaran mah di cuek in " ucap Alin " enak ajak asal lo tahu gue salah satu murid pinter di kelas ya kan Ra_" ucap Dion terdiam tidak melihat Rasya yang ternyata sudah mulai bekerja dengan Rey
" makanya jangan banyak omong " ucap Alin pergi " Lo " balas Dion mengikuti
" Sya pegang itu sebentar " ucap Rey akrab yang membuat Rasya menoleh " mm maaf " ucap Rey yang diikuti anggukan dari Rasya
" yang mana gue pegangin " ucap Rasya " kawat kain tendanya yang itu " ucap Rey
" wah , di seberang tenda kita ada cowok keren " ucap adik kelas kelompok Aqeela " wah mereka keren " ucap yang satu " dek " panggil Aqeela tapi tidak di dengar yang membuat Sandrina menoleh " ada apa " ucap Sandrina
" tolong pegang tangga nya aku sedikit takut " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari sandrina , " dek "panggil Sandrina tapi tidak di hiraukan sambil memegang tangga " dek " panggil Sandrina sedikit besar yang membuat mereka menoleh " tolong bantu aku memegang tangga " ucap Sandrina yang diikuti anggukan dari mereka sedangkan tenda kelompok Rasya hampir jadi , di saat adek kelas kelompok Aqeela asyik bercanda sambil memegang tangga tidak sengaja tangga itu bergerak yang membuat Aqeela terjatuh " aaaa tolong " teriak Aqeela " Aqeela " teriak Sandrina khawatir
yang membuat Rasya dan Rey bergegas mendekat dan tepat Aqeela terjatuh di gendongan Rasya " kau tidak apa apa " ucap Rasya khawatir " ti tidak, a aku baik " ucap Aqeela sesak " sepertinya kau butuh ke UKS " ucap Sandrina " ya sebaiknya Lo bawa Aqeela ke UKS " ucap Dion yang diikuti anggukan dari Rasya , saat akan pergi Aqeela tiba-tiba memegang tangan Rey dengan raut wajah yang pucat yang membuat Rasya melihat pegangan tangan Aqeela, Rey pun mengerti dan mengambil Aqeela dari Rasya yang terdiam , lalu pergi membawa Aqeela
" terima kasih " ucap Aqeela lemah yang diikuti anggukan dari Rey , setelah Aqeela meminum obat nya di UKS dia tidak merasa baikan dan tidak kuat berjalan " apa kau sudah baik " ucap Rey duduk di samping ranjang tempat Aqeela berbaring yang diikuti gelengan dari Aqeela
" apa kau ingin ke dokter " ucap Rey khawatir
" iya RS Setiantara " ucap Aqeela lemah
" baiklah aku akan menyuruh sopir mu , dia ada di luar kan " ucap Rey khawatir yang diikuti gelengan dari Aqeela " kalau begitu mana nomor nya aku akan menyuruh nya ke sini " ucap Rey " tidak bawa aku dengan mu , ku mohon " ucap Aqeela sesak " apa aku harus memberi tahu orang tua mu " ucap Rey " tidak , siapapun jangan , ku mohon " ucap Aqeela lemah " tapi " ucap Rey " ku mohon " ucap Aqeela " baiklah , aku akan membuat alasan untuk keluar dari sekolah " ucap Rey bergegas mengeluarkan handphone nya dan memberi tahu guru nya " halo , Bu ini Reyhan " ucap Rey
" iya kenapa " ucap Bu Linda " saya mau minta izin pulang soalnya Aqeela tiba-tiba tidak enak badan " ucap Rey " apa ibu beri tahu orang tua nya " ucap Bu Linda khawatir " tidak Bu, saya akan membawanya pulang, saya kerabat nya" ucap Rey cemas " baiklah " ucap Bu Linda
" ya udah Bu , makasih " ucap Rey berusaha tenang , Bu Linda pun mematikan handphone nya " sudah ayo " ucap Rey menggendong Aqeela " kau tidak pandai berbohong " ucap Aqeela tersenyum pucat " aku memang selalu bicara jujur " ucap Rey tersenyum yang diikuti senyuman dari Aqeela , mereka pun pergi dengan Rey menggendong Aqeela yang membuat para murid memandang mereka termasuk Rasya
__ADS_1